Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
artikel

Game E3 2019 Terbaik versi Gamereactor

Kami melihat kembali semua game yang kami sambangi di E3 tahun ini dan inilah favorit kami.

  • Gamereactor StaffGamereactor Staff

E3 tahun ini adalah ajang yang sedikit aneh, dengan absennya Sony, Microsoft menampilkan banyak hal dalam segi kuantitas tetapi gagal membuat kami terkesan dengan pengumuman konsol, dan kemudian Nintendo menyelinap di tikungan akhir dengan sebuah kejutan yang membuat orang senang, yaitu pengumuman sekuel untuk The Legend of Zelda: Breath of The Wild. Memang bukanlah E3 yang biasanya, tetapi jelas memberikan banyak hal positif.

Walaupun dengan susunan yang tidak biasa, itu tidak menghentikan kami untuk mengumpulkan sejumlah game yang ada di ajang tahun ini, termasuk sejumlah blockbuster triple-A dan juga sejumlah game indie menarik yang menarik perhatian kami. Tahun ini benar-benar merupakan sebuah ajang yang penuh warna, dan artikel Game Terbaik kami sangat merefleksikan hal itu. Jadi, tanpa banyak basa-basi, mari kami bawa anda ke sebuah tur singkat dari game-game favorit kami dari E3 tahun ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Best of Show

Borderlands 3 (Gearbox)

Pada presentasi Gearbox di E3, sang developer mengungkapkan serangkaian pemain baru yang bisa dimainkan dan banyak aksi yang bombastis. Pada E3 ini, kami diperkenalkan pada seorang gunner baru bernama Moze, yang memiliki mech yang dilengkapi meriam laser, minigun, dan peluncur roket (tergantung opsi kustomisasi yang dipilih), menghajar beberapa orang di planet Eden-6 dan lingkungan beragamnya yang terinspirasi dari Louisiana. Sama halnya seperti orang lain, kami dibuat terpukau oleh keluaran ketiga dari franchise yang telah dinantikan ini, dengan gameplay mulusnya yang penuh ledakkan dan kepribadiannya yang sangar.

Mengembangkan dari petualangan-petualangan sebelumnya, Borderlands 3 menawarkan banyak perjalanan luar angkasa. Yang artinya para pemain tidak akan terikat hanya pada Pandora. Lebih dari itu, kami juga mendapatkan sebuah sistem kustomisasi yang luas di mana bahkan sebuah senjata yang terlihat paling sederhana bisa sangat luar biasa. Beberapa boss fight penuh ledakan yang indah, dan tentu saja beberapa karakter gila yang bisa kita temui di sepanjang jalan. Di saat kita semakin mendekati waktu peluncuran, kami sangat menantikan saat untuk kembali ke lebih banyak pertempuran gila dan banyak loot yang sangat manis, dan ternyata ini adalah game favorit tim kami di E3.

Simaklah preview hands-on Borderland dari kami.

Best of the Rest

Final Fantasy VII: Remake (Square Enix)

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan? Kami akhirnya mendapatkan reboot episodik dari game JRPG favorit fans sepanjang masa dari Square Enix, dan ia tidak mengecewakan. Kami dibuat terpukau oleh tampilan visualnya, dan ada banyak fan service di sana sehingga kami berpikir bahwa semua orang yang menyukai game originalnya akan sangat senang mengunjungi kembali bagian pertama dari cerita epik ini ketika mendarat di tahun depan. Hanya disayangkan bahwa kita tidak bisa mendapatkannya sekaligus, tetapi setidaknya penantian di antara episode-episodenya tidak akan selama antara pengumuman pertama dan perilisannya.

Mampirlah kemari untuk mendapatkan preview hands-on Final Fantasy: Remake dari kami.

Luigi's Mansion 3 (Nintendo)

Kami jarang merasakan hype untuk sebuah game seram pada saat musim panas. Akan tetapi, Luigi's Mansion 3 benar-benar membuat kami tertarik. Pengalaman perburuan hantu yang mempesona ini memiliki beberapa mekanika paling mulus dan sebuah tambahan yang paling mengejutkan (ehem... Gooigi), menghasilkan sebuah demo hands-on yang tidak ingin kami akhiri. Setiap tahun, Nintendo mengeluarkan sebuah game yang benar-benar brilian, mengokohkan tempatnya di puncak daftar penerbit, dan untuk tahun ini, game itu adalah Luigi's Mansion 3. Kami tidak sabar menunggunya dirilis tahun depan.

Temukan lebih banyak informasi mengenai hands-on kami untuk Luigi`s Mansion 3 di sini.

Oddworld: Soulstorm (Oddworld Inhabitants)

Ya, kami juga terkejut, mengingat sejarah dari franchise ini, mungkin seharusnya tidak. Abe telah kembali dan dia tidak pernah terlihat lebih baik daripada sekarang. Kami menyukai gaya dan isi dari game petualangan platformer ini, tetapi kami juga terkesima oleh teknologi yang menjadi tenaga untuk visual indah yang demonya kami lihat di LA. Soulstorm naik ke puncak wishlist E3 kami setelah demo tahun ini.

Bacalah tentang petualangan baru Abe di sini.

Star Wars Jedi: Fallen Order (Respawn Entertainment)

Kami tidak pernah terlalu yakin mengenai pendapat kami tentang game Star Wars dari Respawn, setidaknya itulah keadaannya sebelum kami mendapatkan pandangan hands-on yang baik. Mekanikanya terlihat memiliki kedalaman yang cukup baik dibandingkan petualangan Jedi lainnya dalam bentuk game, dipadukan dengan cerita yang berakar dari franchise yang sudah ada sejak lama, game ini sepertinya akan memiliki keseimbangan sempurna dari cerita dan polesan pengembangannya. Star Wars Jedi: Fallen Order sepertinya akan menjadi salah satu game terbesar di tahun 2019 dan bahkan berpotensi untuk menjadi yang terbaik.

Ini kesan kami akan game Star Wars dari Respawn.

Scavengers (Midwinter Entertainment)

Scavengers memadukan bagian terbaik dari genre battle royale dan survival untuk mempersembahkan sebuah pengalaman multiplayer segar yang ada di antara multiplayer kompetitif dan kooperatif, yang memberikan pengalaman unik bagi para pemain setiap kali mereka memegang controller. Seperti apa yang kami rasakan sendiri pada demo hands-on di E3 tahun ini, ini bukanlah hanya tentang mengalahkan pemain lawan, ada bahaya lingkungan signifikan yang harus ditangani.

Creature in the Well (Flight School Studio)

Satu game indie yang secara kolektif menarik perhatian kami tahun ini adalah Creature in the Well, yang sangat membuat kami terkesan selama hands-on di showcase Microsoft sebelum pembukaan resmi E3. Game petualangan ini menampilkan platforming penuh aksi dan mekanika puzzle bertemakan pinball untuk memberikan sebuah pengalaman yang sangat unik. Kami ingin melihat bagaimana perpaduan ide-ide mengagumkan itu berpadu dalam sebuah playthrough utuh, tetapi hands-on awal ini membuat kami menginginkan lebih banyak lagi, dan itu selalu menjadi sebuah pertanda baik.

The Dark Pictures - Man of Medan (Supermassive Games)

Bisa dikatakan semua orang dalam tim kami ingin melihat Man of Medan, petualangan naratif berikutnya dari spesialis horor Supermassive. Sekali lagi studio ini melampaui batas dengan narasinya yang bercabang dan keputusan gameplay yang mematikan; kamu tidak tahu kapan kamu bisa membuat sebuah karakter terbunuh dengan melakukan sesuatu yang bodoh atau tidak disarankan, jadi ada baiknya kamu selalu berpikir dengan cerdik selama petualangan interaktif ini.

Meski belum ada ulasan mengenai Man of Medan, kamu bisa simak wawancara kami dengan director Tom Heaton di sini.

Doom Eternal (id Software)

Bethesda memperlihatkan Wolfenstein: Youngblood yang akan datang di E3, tetapi yang membuat kami sangat penasaran adalah Doom Eternal. Game shooter sci-fi dari id ini menggandakan tantangan pertempuran untuk sekuel demonik ini, dan kami menyukai perpaduan elemen gameplay yang memaksa pemain terus maju dan bermain di depan. Doom yang baru ini sangat menghukum tetapi perpaduan yang sangat baik dari mekanika pertempuran juga membuatnya seru dan menegangkan, dan kami tidak sabar untuk bertempur kembali melawan pasukan dari Neraka ketika game ini mendarat tahun ini.

DOOOOOOOOOOOOOOOOOM. Itu saja.

Call of Duty: Modern Warfare (Infinity Ward)

Game lainnya yang tidak kami sangka dapat merangkak naik ke daftar kami adalah Modern Warfare, tetapi setelah pertemuan kedua kami dengan game shooter dari Infinity Ward ini, kami sangat tertarik untuk melihat bagaimana game ini berjalan. Modern Warfare yang pertama adalah sebuah game yang untuk banyak alasan sangatlah penting, dan walaupun serial ini terus berinovasi dalam urusan multiplayer, game pertama yang menyandang nama Modern Warfare adalah sebuah titik penting bagi serial ini dalam hal narasinya. Akankan reboot yang kuat ini mengembalikan sisi dari serial itu kembali ke atas? Berdasarkan apa yang kami lihat sejauh ini, kami sangat bisa berharap.

Kami melihat Modern Warfare sebelum E3 dan kamu bisa melihat ulasannya di sini.

Cyberpunk 2077 (CD Projekt Red)

Cyberpunk 2077 telah menjadi salah satu kehadiran terbesar atau mungkin yang terbesar dalam E3 selama dua tahun berturut-turut. Walaupun terlihat aneh ketika kami memasukkan RPG sci-fi dari CD Project Red yang akan datang ini untuk kedua kalinya, Cyberpunk 2077 selalu membuat kami terpukau. Dengan sebuah dunia yang sangat luas, sistem kustomisasi yang sama luasnya, konsekuensi untuk setiap tindakan, rangkaian aksi intens , dan narasi bercabang yang sepertinya menggigit, game ini akan memberikan sebuah goresan penting di dunia gaming.

Kamu bisa menemukan preview kami untuk demo hands-off E3 yang mendebarkan itu di sini.

Watch Dogs: Legion (Ubisoft)

Watch Dogs telah ada untuk waktu yang cukup lama. Kami menyaksikan orang-orang yang bermasalah berjuang untuk keluarga mereka dan orang-orang yang difitnah mencoba membetulkan keadaan, tetapi dalam Watch Dogs: Legion, pemain bisa menjadi siapapun yang mereka inginkan. Siapapun yang berkeliaran di jalanan Kota London bisa direkrut dan dikuasai kapan saja, dan ada banyak misi yang bisa dijalankan sebagai bagian dari perlawanan. Membuat kekacauan dengan melakukan hacking terhadap drone kargo, meledakkan peledak, atau menyelinap menuju kesuksesan. Semua terserah padamu.

Kamu bisa masuk dan melihat tampilan Legion yang kami lihat pertama kali dalam E3 melalui tautan ini.