Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Call of Duty: Modern Warfare

Call of Duty: Modern Warfare

Infinity Ward kembali ke medan pertempuran sebuah reboot dari Modern Warfare.

  • Lorenzo MosnaLorenzo Mosna

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Gairah. Mungkin inilah kata yang paling sering kami dengar ketika berada di Infinity Ward bulan ini. Kami bertemu dengan developer dari Call of Duty edisi tahun ini. Orang-orang di studio yang berbasis di LA tersebut berbicara mengenai sebuah "momen penting dalam sejarah video game" ketika membicarakan waktu di mana Call of Duty pertama kali menginvasi konsol-konsol kita. Dan walaupun sejak saat itu serial tersebut telah mengalami masa-masa di atas dan di bawah yang dalam prosesnya membuat komunitasnya terpolar, tidak ada yang bisa menyangkal betapa pentingnya serial ini, maupun dampak yang telah diberikannya pada dunia first person shooter.

Dalam semua ini, Infinity Ward telah memainkan sebuah peran yang luar biasa; studio ini mengembangkan Call of Duty yang paling pertama dan mengawali seri Modern Warfare, dan kemudian memproduksi Ghost dan serial Infinite Warfare, dua dari entrinya yang sedikit terlupakan. Dengan demikian, dalam dua setengah tahun terakhir, studio ini telah kembali menggarap brandnya yang paling kuat, mengambil peninggalan saga Modern Warfare yang berakhir di 2011 dengan kematian Makarov dan sebuah penutup besar dari sebuah trilogi.

Dengan semuanya ditinggalkan begitu saja, kami tidak begitu terkejut ketika diberitahu bahwa game baru ini tidak akan disebut Call of Duty: Modern Warfare 4 tetapi kita akan mendapatkan sebuah reboot dari saga Modern Warfare original, dan itulah sebabnya disebut Call of Duty: Modern Warfare (hampir sama dengan game original dari tahun 2007) dan hadir dengan mengusung tema yang sama dan kebanyakan karakter yang sama yang sudah sangat dikenal fans dari petualangan-petualangan yang terdahulu.

Call of Duty: Modern Warfare

Mari kita perjelas semuanya; ini bukanlah sebuah remake dari Modern Warfare yang pertama, melainkan sebuah game yang benar-benar baru. Ambisi dalam Modern Warfare yang baru ini adalah untuk menceritakan sebuah cerita perang kontemporer, sesuatu yang sangat nyata dalam kemungkinan geopolitik. Dunia sudah berubah sejak 2007, dan cara kita dalam menggelar peperangan juga telah berubah. Untuk menciptakan sebuah Modern Warfare yang terasa kontemporer dan sesuai dengan zamannya, sebuah naskah baru dibutuhkan. Dalam cara yang kurang lebih sama, video game pada masa sekarang juga sangat berbeda dengan apa yang ada di dua belas tahun yang lalu, dan oleh karena itu, beberapa perubahan radikal diperlukan untuk menjaga semuanya tetap segar.

Misi pertama dari developer adalah untuk menciptakan sebuah pengalaman yang sesuai. Hampir semua game Call of Duty di masa lalu disajikan dalam struktur "dua game dalam satu", di mana multiplayer dan single-player sama-sama hadir tetapi merupakan dua keberadaan yang benar-benar berbeda. Modern Warfare yang baru akan mencoba mengatasi pemisah ini dengan memperkenalkan elemen-elemen yang akan mendorong pemain supaya bisa dengan senang berpindah dari permainan solo ke multiplayer dan untuk menjadikan game ini sebuah produk yang unik, di mana dalam setiap elemen memiliki sebuah konteks. Tetapi detail dari apa yang akan terjadi belum diungkapkan.

Tantangan kedua berhubungan dengan seberapa nyata apa yang terjadi dalam game. Call of Duty: Modern Warfare ingin mengeksplor sebuah skenario perang kontemporer, dan perang adalah sesuatu yang buruk. Terlalu sering dalam dunia game, kengerian dalam perang ditampilkan dengan bergantung pada melakukan kekerasan brutal dan sadis. Dalam hal ini, tujuannya lebih kepada untuk menampilkan ketegangan dan drama personal dari mereka yang mengalami pengalaman-pengalaman ini. Untuk menekankan hal ini, seorang developer mengatakan kepada kami bahwa mereka terinspirasi oleh rasa takut yang diciptakan oleh mahakarya seperti "Jaws" dan bukan dari kebrutalan yang mengerikan dalam 'Saw".

Akhirnya, sebuah usaha dibuat untuk membuat karakter yang lebih riil. Developer sedang berusaha untuk menghindari ketidakaslian dari seorang pahlawan yang sempurna melawan antagonis yang sangat jahat. Setiap karakter sangat kompleks: satu sisinya termotivasi oleh sebuah motivasi yang bisa dimengerti dan yang lainnya bukanlah superhero maupun pilar dari moralitas.

Call of Duty: Modern WarfareCall of Duty: Modern Warfare

Sangat jelas, membawa sub-serial Modern Warfare ke masa kini hanya dimungkinkan dengan sebuah reboot dan penciptaan dari sebuah keadaan narasi yang bisa lebih baik mencerminkan dunia yang kita tinggali di tahun 2019. Sebuah game dewasa di mana baik dan jahat hanyalah permasalahan sudut pandang. Kami masih memiliki super power Amerika dan Rusia yang saling berhadapan di medan pertempuran, tetapi kejadian yang mengakibatkan kehancuran New York City di saga ketiga belum terjadi.

Mengenai kedua super power dalam perang itu, Call of Duty: Modern Warfare adalah sebuah game di mana terdapat kubu profesional (operator Tier 1) dan milisi pemberontak di kedua belah pihak, di mana operator dan pemberontak bertempur berdampingan, akan tetapi dalam banyak kejadian, mereka akan menghadapi lawan sendirian. Operator bepergian dalam jumlah kecil dan dilengkapi dengan teknologi maju yang membuat mereka bisa menghadapi kelompok pemberontak besar. Sebaliknya, pemberontak harus mengandalkan jumlah besar mereka, atau memilih pendekatan yang lebih stealth ketika menghadapi musuh yang memiliki perlengkapan lebih baik. Perbedaan-perbedaan ini bisa meningkatkan intrik taktik yang menentukan bagaimana kamu bersikap di medan pertempuran.

Call of Duty: Modern WarfareCall of Duty: Modern Warfare
Call of Duty: Modern Warfare