Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Doom Eternal

Doom Eternal - Impresi E3

Kami mengunjungi Bethesda menjelang E3 dan berkesempatan menjajal Doom yang akan datang.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Doom telah kembali. Itu adalah sebuah pernyataan yang menyenangkan, tetapi setelah memainkan game tersebut sebelum kemeriahan E3 minggu ini, itu adalah sebuah pernyataan yang dengan senang hati kami ucapkan. Doom Eternal terlihat seperti sebuah mesin pembunuh iblis yang galak yang sangat kita inginkan sejak id Software membawa kembali serial ini dari jurang kehancuran di 2016 dengan reboot yang sangat menjanjikan itu.

Dan sekarang, seiring berbagai pengumuman yang keluar di E3 tahun ini, sudah waktunya untuk membagikan sedikit dari waktu kami ketika bersama entri terbaru dalam serial shooter ikonik ini. Banyak yang bisa diceritakan setelah kami bertempur melewati gelombang-gelombang iblis yang sangat kuat dengan gergaji mesin kepercayaan di tangan kami, dan sekali lagi kami berdansa dengan kematian dan berbagai makhluk buas dari neraka, kali ini dalam bagian kedua dari misi yang pertama kali diperlihatkan selama Quakecon tahun kemarin.

Pertama, mari kita bahas dasarnya. Eternal melanjutkan apa yang ditinggalkan Doom di tahun 2016, walaupun kali ini Doom Slayer berhadapan dengan makhluk-makhluk iblis dan rekan-rekan yang dirasuki sedikit lebih dekat ke rumah. Walaupun demikian, kami menghabiskan sebagian besar waktu kami di Mars dan di sekitarnya, di sebuah pangkalan dan kemudian bergerak ke 'Mars Core', awalnya mengeksplorasi koridor-koridor buatan manusia dan kemudian lorong-lorong gua yang dipenuhi magma. Demo tersebut melompat-lompat secara konstan, jadi sedikit sulit untuk merasakan alur ceritanya. Tetapi, pengaturan tersebut memang dipersiapkan demikian untuk memberikan kami perpaduan aksi yang baik.

Ketika dibandingkan dengan Doom yang terakhir, game ini jelas membangun pendekatan bertempo cepat dan mendalam yang ada pada game sebelumnya. Doom kali ini dibangun di sekitar manajemen sumber daya yang agresif. Developer menggambarkannya sebagai sebuah "power fantasy combat puzzle", menjelaskan kepada kami bagaimana kematian hanyalah sebagian kecil dari tantangannya, mereka ingin kamu belajar melalui kematian dan mereka merencanakan untuk mendidikmu dengan cara yang menyakitkan dengan mengirimkan gelombang konstan musuh-musuh yang kuat dan mematikan untuk menguji nyalimu.

Doom Eternal

Elemen puzzle hadir dengan cara yang berlawanan dari apa yang biasa kamu harapkan dari sebuah game shooter taktis tradisional. Bukannya merunduk di tempat persembunyian dan mencari sebuah cara tersembunyi untuk mengeksploitasi sebuah keadaan supaya bisa menguntungkan, dalam Doom Eternal, ada baiknya untuk tetap bertahan dan tidak mundur. Bertahan dan bermain secara konservatif mungkin sewaktu-waktu menguntungkan, tetapi tidak akan menjadi solusi bagimu. Level-levelnya sendiri tidak akan memberikan cukup sumber daya untuk melewati setiap pertempuran, tetapi kamu harus mendapatkan amunisi, health, dan armor ekstra yang kamu butuhkan dari musuh-musuhmu. Sederhananya: kamu harus merebut apa yang kamu inginkan.

Bagian dari formula yang bisa dijelaskan dari sekuel ini adalah: bergerak atau mati. Bertahan bisa dibilang bukanlah sebuah pilihan, id telah memberikan insentif bagi pergerakan yang agresif dengan menerapkan sebuah pendekatan tiga langkah yang cerdik dalam kematian dan pemusnahan iblis-iblis dalam Doom. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kamu harus merebut amunisi dan health dari jasad musuhmu yang sudah dingin tak bernyawa. Menggunakan face-button di controller, kamu bisa menggunakan gergaji mesin terhadap seorang musuh dan kamu akan dihadiahi karena melakukan hal itu dengan lebih banyak amunisi. Armor yang kamu miliki menipis? Hanguskan musuhmu dengan api, dan mereka akan menjatuhkan beberapa untukmu. Berada di ambang kematian? Cobalah untuk mendapatkan glory kill ketika ada kesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa health point yang memberikan kehidupan (dan terus kejar glory kill untuk mengumpulkan sebuah 'blood punch' yang kuat yang bisa menghancurkan bahkan kerumunan musuh dari neraka yang paling padat sekalipun)

Doom EternalDoom Eternal

Ini menjelaskan pengaturan yang dibangun dengan gaya in-yer-face dari game sebelumnya dan memberikan sebuah perubahan yang elegan dalam semua bagiannya, dan tidak terlalu lama sebelum kami terlibat dalam pertempuran yang mematikan yang menuntut lebih dari hanya sebuah kebrutalan. Doom Eternal sepertinya mencoba mendorong kekerasan dan kecerdikan secara seimbang, dan tidaklah cukup hanya dengan sering menarik pelatuk. Kami harus menggunakan portal-portal untuk menghindari serangan dan meluncurkan pad sebagai pendorong di antara platform. Kegagalan dalam memperhitungkan keadaan sekitar biasanya berakhir dengan sebuah restart.

Keadaan juga tidak lebih mudah ketika jumlah iblis yang mengejarmu ada dua kali lipat, dan kali ini pemain akan membantai baik itu musuh baru maupun yang baru kembali dari neraka. Musuh-musuh barunya termasuk 'Hoarder' dan 'Doom Hunter'. Iblis-iblis kelas berat menjadi musuh yang lebih sering muncul; kali ini mereka memiliki sebuah titik lemah yang bisa dijadikan sasaran, yang bisa mengubah serangan utama mereka. Mengincar dan melumpuhkan senjata dari Mancubus, misalnya, dan kamu akan mendapatkan keuntungan dalam bagian kedua pertempurannya.

Doom Eternal

Untuk bisa menghadapi musuh-musuh baru dengan baik, Doom Slayer sendiri mendapatkan beberapa upgrade, termasuk armor yang diperbarui dan persenjataan baru. Perubahan yang paling terlihat termasuk sebuah meriam yang ditempatkan di bahu dan pengait daging yang baru yang dipasangkan pada super shotgun yang kamu miliki dan sangat hebat untuk menarik dirimu mendekati seorang iblis untuk melancarkan serangan akhir yang spektakuler. Kami menghabiskan sepanjang demo mencoba kembali favorit lama kami, termasuk plasma rifle dan rocket launcher. Fans akan senang untuk mendengar bahwa daftar persenjataan dalam Doom terlihat lebih hebat dari sebelumnya.

Ada banyak yang harus kami resapi di demo E3 yang dipercapat ini, kami harus melewati beberapa bagian yang berbeda di sebuah level di Mars. Potongan game yang baik ini membawa kami melompat-lompat di antara asteroid, mengeksplorasi bagian-bagian berbeda di pangkalan Mars, dan menembaki banyak sekali monster. Dengan harapan tinggi yang kamu miliki terhadap Doom, sepertinya ada cukup banyak variasi gameplay yang ditawarkan. Perpaduan menarik dari variasi lingkungan diwarnai oleh kontrol yang baik dan responsif, dan semuanya sepertinya dipadukan oleh sebuah sistem yang sangat tajam yang membangkitkan keberanian dan imajinasi untuk menciptakan kekacauan.

Doom mengejutkan semua orang di tahun 2016 ketika id Software berhasil membuat serial tersebut kembali relevan dengan sebuah reboot yang sangat baik, dan dalam hal ini telah membuat ekspektasi kita untuk kelanjutannya semakin meningkat. Taruhannya tidak bisa lebih besar lagi untuk studio dan serial ini, tetapi Eternal sepertinya cukup layak untuk menjadi penerus dari kebangkitan yang berawal di tahun 2016, dan setelah berjuang di demo E3, kami tidak sabar untuk bertempur melawan lebih banyak iblis dari neraka di kemudian waktu di tahun ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Doom EternalDoom EternalDoom Eternal

Teks terkait



Loading next content