Skip to main content
Preview

World of Warcraft: Shadowlands - Kesan Pertama

Kami menghabiskan beberapa jam menjelajahi Shadowlands, dan inilah kesan pertama kami.
Ricardo C. Esteves Editor-in-Chief Portugal 27 November 2020

Shadowlands, ekspansi kedelapan dari World of Warcraft, akhirnya mendarat pada 23 November, dengan proses yang secara mengejutkan lancar jaya. Kami tidak mendapatkan isu koneksi, antrian panjang untuk masuk ke dalam game, atau pemain "mencuri" musuh dan objektif misi kami. Semuanya berjalan tanpa rintangan, yang memungkinkan kamu untuk menikmati ekspansi ini sejak awal.

Lalu bagaimana ekspansi ini dimulai? Jika kamu telah mengikuti plot WoW terkini, atau kamu sudah menonton trailer sinematik (di atas), maka kamu tahu bahwa Sylvanas membuka celah besar antara dunia makhluk hidup dan makhluk mati (Shadowlands) dengan memecahkan helm Lich King. Tidak puas dengan membuka lubang besar di angkasa, Sylvanas menggunakan sekutu barunya untuk menculik beberapa pemimpin terpenting Azeroth, termasuk Baine Bloodhoof dari Horde dan Anduin Wrynn dari Alliance.

Para "champions of Azeroth" (alias pemain) dipanggil untuk memasuki Shadowlands dan menyelamatkan dunia bersama karakter-karakter ternama lain seperti Jaina Proudmoore dan Thrall. Namun, memasuki Shadowlands sebagai makhluk hidup bukanlah proses yang damai. Pemain dan karakter-karakter lain berakhir di The Maw, sebuah area Shadowlands yang ditakdirkan hanya untuk jiwa-jiwa terburuk di alam semesta, sebuah tempat penuh derita yang tidak bisa memiliki jalan keluar. Namun, kamu dengan segera sadar bahwa semua jiwa, apapun yang mereka lakukan di dunia, kini akan masuk ke The Maw. Hal ini memberikan kekuatan lebih kepada antagonis WoW baru, The Jailer (dengan lubang hitam di dadanya yang
menjijikkan).

Setelah sejumlah quest dinamis, mirip dengan struktur di jam-jam pembukaan Legion dan Battle for Azeroth (kami berasumsi hal ini bisa dilewatkan setelah kamu melakukannya sekali), kami berhasil keluar dari The Maw, memungkinkan kami mencapai Oribos, sang Eternal City. Oribos adalah tempat penghakiman bagi jiwa-jiwa yang menentukan ke mana mereka akan berakhir. Bagi pemain, ini adalah lokasi sentral (hub), menghubungkan semua area dari Shadowlands. Kamu juga akan mendapatkan akses untuk para pelatih, vendor-vendor, dan hal-hal yang bisa dijelajahi. Meski begitu, kota sentral di Battle for Azeroth jauh lebih impresif dan hidup.

Area pertama yang akan kamu kunjungi adalah Bastion, sebuah area indah yang penuh dengan nada putih dan biru muda, penuh dengan bangunan-bangunan melayang dan makhluk-makhluk gaib. Mungkin bisa dibilang ini adalah ekuivalen surga bagi Shadowlands, untuk jiwa-jiwa yang mulia.

Tujuan kami adalah sang pemimpin Bastion, The Archon. Namun, kami harus membuktikan diri bahwa kami pantas untuk "naik kasta", seperti jiwa-jiwa lain. Kamu bisa menjelajahi Bastion History lebih jauh dengan membaca berbagai dokumen dan mengobrol dengan karakter-karakter lain. Di sinilah Shadowlands memasuki ritme WoW biasa, mendorong pemain untuk menyelesaikan serangkaian quest grinding, seperti membunuh sekian musuh dan mengambil sekian barang. Pada akhirnya, Bastion akan diserang oleh faksi musuh dan... kami tidak akan memberikan lebih banyak detail, tetapi dapat dikatakan "surga" ini memiliki aturan-aturan yang meragukan dan tidak semua orang menyukainya.

Cerita tampaknya menjadi pemandu utama di Shadowlands, dengan fokus pada dialog bersuara, adegan-adegan sinematik, dan event game yang telah ditentukan. Pengaturannya memang seperti ini dalam ekspansi sebelumnya, tetapi Shadowlands tampaknya ingin mendalami lebih jauh dengan gameplay yang penuh dengan plot. Kami mengapresiasi fokus pada narasi ini, tetapi kami tahu bahwa ada pemain yang lebih menyukai sesuatu yang lebih "grindy", di mana lebih mudah untuk bermain bersama teman dan tidak menghiraukan dunia dan karakter-karakter dalam game. Bagi pemain-pemain seperti itu, Shadowlands mungkin agak mengecewakan.

Tapi, kami sendiri menikmati jam-jam pertama di Shadowlands. Pengalaman gameplay-nya tanpa cela, ceritanya terasa menarik berkat pendekatan yang lebih ambigu daripada yang pernah ada di WoW, dan terdapat desain dan visual yang hebat di dalamnya - beberapa di antaranya yang terbaik yang pernah kami lihat dari Blizzard. Impresi yang bagus untuk sekarang, meskipun masih ada banyak yang bisa dilihat, termasuk area-area lain, dungeon, PvP, dan "End Game".

Editor-in-Chief Portugal Ricardo C. Esteves was editor-in-chief of Gamereactor Portugal, writing for the site from 2013. He covered video games across news, previews and reviews, and also wrote on film and television.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak 2013 · 265 artikel diterbitkan
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.