Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
preview
Total War Saga: Troy

Total War Saga: Troy - Pratinjau Pertama

Franchise strategi dari Creative Assembly menuju waktu yang lebih lampau dari sebelumnya ke dunia penuh legenda.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Total War Saga: Troy akan menjadi entri ketiga dari seri spin-off Saga milik Creative Assembly. Sementara Thrones of Britannia berfokus pada Pulau Britania di abad (dan Fall of the Samurai dimasukkan ke seri ini), Total War Saga: Troy mendorong lini masa ke belakang, terjauh dari apa yang pernah Total War kunjungi, ke periode Yunani Kuno sekitar abad 8 sebelum masehi. Creative Assembly sedang mempersiapkan diri untuk mengungkapkan lebih banyak tentang game ini dalam beberapa bulan ke depan, dimulai dari kesempatan bagi saya untuk memainkan Achilles yang perkasa melawan Hector yang mulia di daerah dekat Troy (Troya) itu sendiri.

Total War Saga: Troy adalah game pertama yang dikembangkan sepenuhnya oleh studio Creative Assembly cabang Sofia, Bulgaria. Sejak awal, tujuan mereka adalah menghadirkan game Total War yang menggabungkan antara legenda dan sejarah. Kita mengetahui Perang Troya kebanyakan dari Homer's Iliad, sebuah epos puisi kuno yang penuh dengan intervensi dewa dan kejadian supernatural. Secara garis besar, Perang Troya dimulai ketika pangeran Paris dari Troya membawa putri Helena dari Yunani bersamanya. Hal ini tentu saja tidak membuat suaminya, sang Raja Sparta, senang. Ia pun mengumpulkan pasukan Yunani untuk berlayar ke Troya, yang berada di pantai Turki masa sekarang, untuk memintanya kembali.

Dalam sesi pratinjau, saya mengobservasi bagaimana legenda dan sejarah menyatu di medan perang Total War. Demo ini berisi sebuah pertarungan yang dihadiri oleh unit hero Minotaur, yang mengubah makhluk buas berbentuk banteng itu menjadi seorang panglima bandit dengan topeng tanduk dan kekuatan dan ukuran layaknya banteng, sehingga ia menjadi lebih realistis. Unit lain yang kami komandoi adalah sepasukan kavaleri Centaur: penunggang kuda beringas yang hampir menyatu dengan kuda mereka, layaknya makhluk legenda setengah kuda setengah manusia itu. Pendekatan ini terlihat menjanjikan, dengan banyak kemungkinan unit menarik yang bisa diambil dari mitologi Yunani. Seperti yang dijelaskan secara detail dalam wawancara di bawah, terdapat perhatian khusus pula dalam menginterpretasikan legenda dari Kuda Troya.

Total War Saga: TroyTotal War Saga: Troy

Masuk ke impresi saya dari medan perangnya. Pertama-tama, peta perang penuh dengan detail dan mirip dengan apa yang terlihat di peta campaign yang saya lihat di salah satu video preview. Terdapat detail di bukit berbatu, banyak perbedaan ketinggian permukaan, gubuk-gubuk dengan babi dan keledai di sekitarnya, kapal perang yang berlabuh di pantai, dan gambaran Troya dan istananya yang tinggi di kejauhan. Latar seperti ini jelas membantu dalam membuat Zaman Perunggu hidup di layarmu. Peta peperangan berisi tiga tipe permukaan spesial yang harus dipertimbangkan pemain ketika bergerak: lumpur, pasir, dan ilalang. Ilalang memungkinkan untuk unit ringan bersembunyi dan menyergap. Pasir memperlambat unit berat dan lumpur lebih lagi, sementara unit ringan tidak terpengaruh. Tipe permukaan ini berpengaruh dalam pertarungan seperti yang saya langsung alami; unit beratmu yang terjebak di lumpur membuat mereka rentan akan pengepungan atau serangan dari sisi dan belakang oleh unit yang lebih ringan.

Pertarungan-pertarungan di TWS: Troy berbeda: sesuai dengan sejarahnya, masa ini berfokus lebih berat kepada infanteri, karena kuda masih mahal dan jarang. Itu artinya infantri ringan bergerak lebih cepat dibandingkan game Total War lainnya, dan kamu sering memerlukan mereka untuk serangan samping dibandingkan kavaleri. Saya melihat sebuah variasi yang bagus antara unit ringan, menengah, dan berat dalam sesi gameplay, dengan perbedaan pada massa dan kecepatan. Unit dari Troya biasanya berzirah berat dengan perisai besar dan penuh warna, tombak dan pentungan kokoh, serta helm berbulu. Pasukan Yunani, di sisi lain, terlihat memiliki persenjataan lebih ringan dengan tombak, pedang, dan lembing. Unit-unit cepat lebih terlihat berjalan cepat daripada berlari, tetapi ini mungkin akan diperbaiki di versi akhir game ini.

Total War Saga: TroyTotal War Saga: Troy

Unit-unitnya terasa seperti dari zamannya, dengan pakaian penuh warna dan jambul khas di puncak helm. Secara grafis, ia terlihat setara dengan visual dari Total War: Three Kingdoms. Unit memiliki zirah dan wajah yang detail, terdapat awan yang bergerak di langit, dan saya diberitahu bahkan akan ada siklus siang dan malam terjadi di peta pertarungan. Pencinta sejarah akan mengapresiasi unit-unit seperti "Champions of Phthia", para "Myrmidons", dan "Pelagic Thessalians" karena mereka berasal dari banyak kontingen Yunani yang disebutkan Homer di Iliad. Sekali lagi, ini membuka ruang untuk lebih banyak unit-unit menarik. Mereka bisa meningkatkan pengalaman bermain dengan menghadirkan kepribadian ke unit-unit. Game Total War selalu menjadi yang terbaik ketika terdapat ruang untuk sedikit fantasi ditambahkan oleh pemain sendiri.

Build preview ini berisi opsi tingkat kesulitan mudah dan sulit, dan untungnya versi sulit memang sangat menantang. Saya telah memainkan banyak pertarungan Total War sebelumnya, tetapi saya hanya bisa menang sekali dalam belasan kali percobaan di tingkat kesulitan tinggi. Saya merasa AI di game ini hebat dan menantang, tetapi saya harus mengakui bahwa saya masih ragu unit macam apa yang seharusnya digunakan untuk melawan musuh. Kemenangan tunggal saya terjadi ketika pasukan Troya menduduki sebuah bukit di medan perang yang dilindungi sebuah tebing di satu sisi, memungkinkan pemanah saya untuk memaksa pasukan Yunani menyerang. Bahkan ketika itu pun kemenangan yang tipis. Memosisikan unitmu dengan benar, selalu mempertimbangkan permukaan darat, dan menggunakan infanteri cepat untuk menerjang, mundur, dan menerjang lagi tampaknya menjadi kunci dalam memenangkan perang.

Total War Saga: Troy

Terakhir, saya mencoba untuk mengelola unit hero saya secara efektif. Di sisi Yunani, Achilles adalah hero yang berfokus pada kecepatan dan pertarungan cepat. Di sisi Troya, terdapat pangeran Hector yang lebih berorientasi bertahan dan unit Minotaur yang kami sebutkan sebelumnya. Para hero memiliki kekuatan spesial yang dapat memundurkan musuh di waktu yang tepat, sementara Minotaur memiliki kekuatan yang lebih terbatas. Para hero ini memerlukan pengalaman untuk bisa dikuasai, tetapi mereka memiliki dampak yang besar ketika kamu menggunakan kekuatan mereka dengan baik dan bisa terjadi duel yang menghibur pula. Para hero ini tampaknya memiliki peran yang mirip seperti di Total War: Three Kingdoms, meski saya belum tahu apakah mereka juga berperan seperti unit jenderal "klasik" Total War.

Kesimpulannya, saya pikir peperangan di TWS: Troy terlihat menjanjikan. Bagi banyak pemain, menjelajahi peta campaign akan menjadi bagian paling penting dari game, dan supaya pertarungan dapat mendukung pengalaman campaign, mereka perlu menambahkan imersi dan menawarkan sebuah tantangan taktis. Pertarungan di Total War Saga: Troy tampaknya memenuhi kriteria itu, dan terdapat lebih banyak detail yang akan menyusul terkait campaign tak lama lagi.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait



Loading next content