Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
preview
The Last of Us: Part II

The Last of Us: Part II - Impresi Terakhir

Kami menjajal The Last of Us: Part II selama beberapa waktu. Sembari menunggu review kami selesai, inilah beberapa kesan kami terhadapnya.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Naughty Dog dan Sony telah berbaik hati membagikan dua puluh menit rekaman dari The Last of Us: Part II hari Rabu lalu, jadi mereka mengizinkan kami untuk membagikan impresi dari adegan itu dan apa yang terjadi dua jam sebelum hal itu terjadi. Kami akan menyimpan lebih banyak detail untuk review pada 12 Juni nanti, jadi kali ini hanya akan berisi rangkuman dari berbagai kesan positif dan negatif dari bagian tertentu game ini.

Kesan Positif

Grafis yang penuh terobosan

Mungkin hal ini tidak begitu mengagetkan. Semua orang berekspektasi Naughty Dog menghadirkan grafis yang hebat, tetapi hal itu tidak membuat kami berhenti terkesima. Kami tidak hanya membicarakan tentang tekstur yang ultra-realistis di sini. Hal itu tentu saja impresif, tetapi perhatian akan detail pada animasi, desain lingkungan, pencahayaan, elemen fisika, dan suara menasbihkannya sebagai game terindah yang pernah kami mainkan. Apakah dalam hal bagaimana setiap semak dan daun bereaksi dan cercah sinar matahari menelisik melalui dahan-dahan pohon yang lebat ketika kamu melalui hutan yang lembab dan rimbun. Lalu rasa angin yang melalui wajah ketika kamu berkuda melewati sebuah padang terbuka dan mendengar burung-burung berkicau menikmati hari, jauh dari para terinfeksi di daratan, atau bagaimana kamu bisa melihat setiap kerutan di wajah orang ketika ia mencoba keluar dari cekikanmu. The Last of Us: II tak diragukan lagi menyajikan dunia post-apocalyptic paling otentik dan indah yang pernah kami saksikan.

The Last of Us: Part II
The Last of Us: Part IIThe Last of Us: Part IIThe Last of Us: Part II

Kebebasan tinggi

Gameplay juga patut mendapatkan pujian atas hal ini, karena area-arean di chapter ini menawarkan berbagai variasi dalam cara-cara kamu bisa menangani situasi. Banyak keterbatasan dari game pertama telah dicampakkan. Mampu merangkak dan melompat membuat lebih mudah untuk mengendap-endap ketika menyerang atau melalui musuh, dan membuat perburuan sumber daya dan rahasia menjadi lebih menarik. Area-area seringkali lebih besar dan terbuka pula, jadi kamu bisa memilih pendekatan yang sesuai dengan gaya bermain dan peralatan yang kamu miliki.

Banyak variasi

Menjelajahi area-area tidak akan semenyenangkan apabila mereka tidak didesain dengan baik dan bervariasi, jadi kami dengan senang hati mengatakan bahwa Naughty Dog dan partnernya telah melakukan tugas yang luar biasa dalam membuat setiap lingkungan terasa alami dan beragam. Di chapter ini sendiri kamu akan berjalan melalui jalanan kota yang telah terlantar, memanjat dan merangkak melalui gedung pencakar langit terbengkalai, melawan faksi Scars yang licik di hutan kelam, lalu berenang melalui sebuah gorong-gorong dan menyusup sebuah rumah sakit. Semuanya menawarkan jalur dan kemungkinan yang berbeda, di mana kamu bisa bertarung, mengendap-endap, dan mencari hiburan dan barang koleksi informatif.

The Last of Us: Part II

Kesan negatif

Musuh yang bodoh

Meski mendengar musuh saling bersahutan dan mencari sudut buta ketika menyerang kami terasa sangat imersif dan impresif, mereka masih tidak begitu cemerlang dalam kondisi tertentu. Baik mereka dan partnermu sudah jauh lebih cerdas daripada game pertama, tetapi imersinya akan mendapatkan beberapa gangguan ketika partnermu mengacau dan memutuskan untuk berlari atau berlindung tepat di pandangan musuh yang tampaknya terkena kebutaan mendadak atau sesuatu. Dan apakah kamu ingin mendekati peti atau sudut di mana tubuh teman-temanmu bertumpuk?

Terlalu mudah

Musuh yang bodoh pada gilirannya membuat game terkadang terlalu mudah, tetapi bagi mereka yang mencari tantangan sebaiknya mengetahui ini. Kami bermain di tingkat kesulitan normal di kesempatan pertama, dan itu membuat penjelajahan terkadang menjadi sedikit membosankan karena kami telah mencapai kapasitas maksimum dari sebagian besar sumber daya yang kami temukan. Sebuah hal aneh untuk dikeluhkan adalah ketika ini adalah cara yang bagus dari Naughty Dogs untuk membuat game ini lebih mudah diakses, tetapi kami merekomendasikan untuk memainkan game ini di tingkat kesulitan hard atau lebih tinggi jika kamu adalah pemain yang berpengalaman yang lebih memilih menggorok leher daripada berpura-pura menjadi sang Terminator. Membuka-buka laci dan kendaraan jauh lebih menarik di kesempatan kedua ketika kami bermain di tingkat kesulitan Hard, karena hal itu berarti lebih sedikit sumber daya dan musuh yang lebih menantang.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
The Last of Us: Part IIThe Last of Us: Part II

Teks terkait

The Last of Us: Part IIScore

The Last of Us: Part II

REVIEW. Ditulis oleh Eirik Hyldbakk Furu

Naughty Dog kembali ke dunia post-apocalyptic dengan brilian di setiap aspek yang ada dan memenuhi semua harapan kami.



Loading next content