Indonesia
Gamereactor
preview
Second Extinction

Second Extinction - Impresi Xbox Preview

Turok bertemu Left 4 Dead di shooter co-op yang intens ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Ketika saya pertama kali melihat trailer untuk Second Extinction, mata saya langsung bersinar. Turok disilangkan dengan Left 4 Dead terlihat seperti sebuah pasangan yang cocok, dan membuat saya bertanya-tanya kenapa konsep ini belum pernah diangkat sebelumnya. Kedua franchise telah dorman selama beberapa waktu sekarang, dan ini tampaknya adalah cara yang pas untuk mengangkat kembali gameplay dari kedua game yang banyak disukai itu dengan cara yang baru dan menarik. Shooter co-op ini telah tersedia sejak Oktober lalu di PC via Steam Early Access. Kini ia sudah tersedia di Xbox via Preview Program, memungkinkan pemain konsol untuk mencicipi keseruannya.

Ini adalah bagian di mana saya biasanya menggali cerita dari sebuah game, tetapi Second Extinction tidak memilikinya. Setelah menonton sebuah cutscene pendek, kamu langsung dibawa ke aksinya tanpa banyak penjelasan kenapa para dinosaurus yang termutilasi itu mencoba untuk membunuhmu. Beberapa konteks tambahan diberikan melalui percakapan radio selama permainan, tetapi jangan harapkan cerita yang megah di sini. Tidak ada mode campaign juga yang tersedia, dengan sebagian besar game berisi menyelesaikan berbagai macam objektif bersama rekan-rekanmu sembari mencoba tidak termakan dalam prosesnya.

Terdapat dua mode utama di Second Extinction, mereka adalah Mission Selection dan Expedition. Mission Selection cukup jelas, di mana kamu bisa memilih beberapa tipe objektif yang tersedia demi menghentikan invasi dinosaurus. Di antaranya termasuk meledakkan sebuah tambang yang dipenuhi dinosaurus dengan kereta-kereta yang dipasang bahan peledak dan mencari tahu nasib dari sebuah grup ekspedisi yang hilang. Expedition, di sisi lain, adalah mode yang lebih santai dan memungkinkan kamu menjelajahi peta, menyelesaikan quest sampingan, dan mengumpulkan material dengan tempomu sendiri.

Pada saat ini, terdapat lima kelas karakter yang bisa kamu pilih dan semuanya memiliki jenis senjata dan kekuatan yang berbeda. Sebagai contoh, ada Rosy, seorang perempuan yang menggunakan minigun dan kekuatan pendukung yang menyembuhkan teman dalam radius tertentu. Lalu ada Ortega, seorang petarung lincah bersenjatakan assault rifle. Yang saya sangat sukai adalah semua kelas ini saling melengkapi dan kamu harus bermain dengan gaya yang berbeda tergantung dari peranmu.

Tembak-menembaknya terasa fantastis dan terdapat sejumlah pilihan dalam hal meng-upgrade senjatamu. Terdapat enam senjata yang tersedia dan mereka bisa diperkuat melalui tiga skill tree yang berbeda (Impact, Stability, dan Handling). Untuk mengalokasikan poin-poin ke skill tree, kamu harus memiliki material yang cukup, yang berasa dari berbagai macam dinosaurus yang kamu kalahkan. Ini menciptakan lingkaran gameplay yang adiktif, mirip dengan Monster Hunter, di mana kamu harus mencari monster-monster kuat demi mendapatkan material yang tepat.

Second Extinction

Saya juga harus memberikan pujian atas desain dari dinosaurus yang termutasi ini. Mulai dari T-Rex besar yang mengancam hingga raptor yang bisa meludahkan asam ke wajahmu, terdapat berbagai macam ancaman yang memerlukan strategi, karena banyak dari mereka memiliki titik kelemahan yang perlu dieksploitasi. Ankylosaurus yang bertameng tebal tidak dapat dilukai kecuali kamu mendaratkan granat dengan tepat untuk membalikkannya dan menembak perutnya, sebagai contoh. Saya tidak dapat meragukan desain musuhnya, tetapi yang saya sayangkan adalah mereka muncul lagi dengan cepat. Ketika bermain, partner co-op saya harus merespons sebuah pesan dengan cepat, lalu tiba-tiba kami sudah dikepung oleh dinosaurus yang muncul lagi kurang lebih setiap menit.

Saat ini baru ada satu peta penuh salju yang berisi segala objektif yang ada. Meskipun ia besar, pada akhirnya saya mengharapkan variasi lingkungan yang lebih. Saya juga merasa terlalu banyak aktivitas berjalan kaki dari satu objektif ke objektif lainnya, karena tidak ada kendaraan dan semuanya terpisah sangat jauh. Perjalanan panjang dan pertarungan dinosaurus di sepanjangnya terasa seperti sesuatu yang tidak perlu dan secara mengejutkan, kebanyakan waktu saya lebih banyak habis di sini.

Sesuatu yang membuat saya kecewa adalah game ini secara praktis tidak bisa dimainkan sendiri, yang memunculkan pertanyaan: kenapa ia menjadi sebuah opsi? Ketika bermain solo, kamu akan kewalahan dengan gelombang demi gelombang dinosaurus yang menyerang. Lebih susah lagi ketika kamu tidak punya rekan yang bisa menghidupkanmu kembali. Saya paham bahwa Second Extinction didesain untuk dimainkan bersama teman, tetapi saya berharap tingkat kesulitannya bisa disesuaikan berdasarkan jumlah pemain yang tersedia,sama seperti game Monster Hunter.

Potensi dari Second Extinction jelas ada dan masih bisa berevolusi menjadi sesuatu yang hebat, tetapi ada beberapa isu mendasar yang harus ditangani oleh developer Systemic Reaction terlebih dahulu. Saat ini, gamenya baru memiliki satu peta dan gameplay terhambat oleh banyaknya aktivitas berjalan dan gelombang musuh yang tiada akhir. Tapi, dari sisi positif, permainan tembak-menembaknya solid, dengan banyak upgrade tersedia. Dinosaurus-dinosaurusnya juga didesain dengan baik dan memerlukan pemikiran strategis untuk mengalahkan mereka.

Second ExtinctionSecond Extinction
Second Extinction

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.