Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
preview
Rocket Arena

Rocket Arena - Impresi Pertama

Ini shooter yang menggunakan roket, tetapi membunuh bukan tujuannya.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Akan dirilis pada pertengahan tahun ini, Rocket Arena adalah sebuah shooter kompetitif tiga lawan tiga di mana pemain bertarung menggunakan berbagai persenjataan berkekuatan roket. Proyek ini adalah karya dari Final Strike Games, sebuah tim yang turut mengerjakan mode multiplayer dari seri-seri seperti Call of Duty, Halo, dan Doom. Saya baru-baru ini berkesempatan untuk mencobanya selama tiga jam dan mendapatkan kejutan menyenangkan.

Aksi di Rocket arena tidak seperti shooter kompetitif lainnya yang pernah saya mainkan. Di sini, kematian tidak menjadi bagian permainan. Sebagai gantinya, tujuanmu adalah mengeluarkan lawan dari arena. Memang mirip dengan Super Smash Bros., di mana setiap pemain memiliki damage meter. Ketika meteran ini semakin tinggi, semakin mudah pula seorang pemain untuk terlontar dari peta. Namun, tidak seperti Super Smash Bros., damage meter akan perlahan berkurang seiring waktu, jadi mundur dan bersembunyi bisa menjadi taktik di sini.

Selain serangan roket standar, pemain juga mempunyai gerakan menghindar dan dua gerakan khas karakter yang memiliki cooldown. Jika dilakukan di waktu yang tepat, kamu juga bisa menembak permukaan dengan senjata utamamu dan menggunakan ledakannya untuk melompat ke udara. Ini bisa dilakukan beruntun untuk melayang lebih tinggi; lompatan roket menawarkan sebuah metode penjelajahan yang menarik dan bisa digunakan sebagai penyelamat ketika kamu terpental ke ujung arena.

Arena-arena yang saya mainkan semuanya memiliki gaya kartun dan saya terkesan dengan variasi yang tersedia. Saya bertarung melalui hutan, gurun pasir, dan pedesaan bersaljut, dan jarang saya bermain di peta yang sama secara berurutan. Saya juga merasa seleksi karakternya bagus, karena kepribadian unik setiap karakter diterjemahkan ke dalam senjata roket yang mereka gunakan. Salah satu favorit para developer tampaknya adalah Blastbeard, seorang perompak berkepala merah yang menembakkan bola meriam ke musuh-musuhnya.

Rocket Arena

Dalam event digital ini, saya berkesempatan untuk memainkan tiga mode yaitu Knockout, Rocketball, dan Treasure Hunt. Knockout berfungsi sebagai mode Team Deathmatch tipikal, di mana tim pertama yang mencapai 20 knockout adalah pemenangnya. Rocket Ball, seperti yang bisa kamu tebak, terinspirasi oleh sebuah olahraga yang sangat populer. Di sini pemain bertarung untuk menaruh bola ke sisi lapangan lawan; saya benar-benar menikmati mode permainan ini karena mendorong pemain untuk bekerja sama dan terus waspada.

Treasure Hunter menjadi mode favorit kami dengan tujuan mengumpulkan 200 koin emas sebelum tim lawan. Mode ini dibagi menjadi dua ronde. Ronde pertama, 'Treasure Chest Round', adalah permainan kucing-kucingan di mana pemain diberi ganjaran ketika berhasil mempertahankan sebuah peti harta selama mungkin. Di ronde kedua, 'Coin', puluhan koin jatuh dari langit sehingga menghasilkan sebuah aksi kacau untuk mengambil mereka semua sebelum menghilang. Mode ini terasa konyol dan unik. Selalu sulit untuk menentukan kapan kita fokus sepenuhnya dalam mengumpulkan koin atas mencegah lawan melakukannya.

Rocket ArenaRocket Arena

Mode-mode yang saya coba hanyalah sebagian dari mode yang akan hadir di waktu peluncuran. Developernya juga mengungkapkan bahwa dua lagi - Robot Attack dan Megarocket - akan tersedia. Saya tidak mendapatkan kesempatan untuk mencoba keduanya, tetapi dijelaskan bahwa Robot Attack adalah mode PvE ketika pemain harus bekerja sama untuk mengalahkan gelombang serangan robot. Saya juga mendapati bahwa semua mode di atas akan mendukung cross-play, sehingga memungkinkan jumlah pemain yang lebih banyak di awal peluncuran.

Genre shooter kompetitif mungkin sudah sangat ramai, tetapi saya merasa Rocket Arena akan menemukan niche sendiri dengan pendekatannya yang lebih riang dan ramah anak. Mode Treasure Hunter dan Rocketball terasa menyenangkan dan berbeda. Minimnya kekerasan mematikan memastikan bahwa ini akan bisa dinikmati pemain dari segala umur. Pastikan kamu kembali ketika kamu menerbitkan review penuh dari Rocket Arena ketika ia meluncur di PC, PS4, dan Xbox One pada 14 Juli.

Rocket Arena

Teks terkait



Loading next content