Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
preview
Resident Evil 3

Resident Evil 3 - Impresi Hands-On

Mengikuti jejak dari RE2 remake yang sukses, Capcom kembali lagi dengan sebuah remake dari game horor klasik.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Remake Resident Evil 2 tahun lalu membuktikan bahwa kamu bisa membuat sebuah game klasik menjadi relevan lagi. Kami begitu menyukai RE2 sehingga para editor kami memilihnya menjadi Game Terbaik 2019 versi Gamereactor. Jadi, berdasarkan hal itu kamu bisa membayangkan seberapa antusias kami menantikan kembalinya Resident Evil 3.

Kami sempat mencicipi game ini dalam sebuah acara demo di London, di mana kami memainkan dua jam pertama dari campaign solo bersama karakter kesayangan kita semua, Jill Valentine. Bersama, kami melalui jalanan Raccoon City, menghindari para mayat hidup dan menembaki kepala mereka. Berdasarkan dari pengalaman kami menyelinap melalui toko-toko dan berlari di gang-gang menakutkan, kami tak sabar untuk memainkan versi penuhnya pada awal April nanti.

Remake RE2 mengobati rasa penasaran karena ia memberikan kita pengalaman Resident Evil yang lebih terukur. Dengan meningkatnya teknologi selama ini, kita tak hanya diberikan pertunjukan yang lebih besar, tetapi juga tempo permainan yang lebih cepat. Seri ini mendapatkan arah baru bersama Resident Evil 7: Biohazard, yang kembali ke ritme lamanya. RE2 menyusul tak lama kemudian dengan satu lagi petualangan penuh atmosfer di mana aksinya agak mundur ke latar belakang dan memberikan ruang untuk lebih banyak teror.

Resident Evil 3 sendiri adalah sebuah teka-teki. Ia adalah kelanjutan yang lebih pendek dan agresif dari RE2 dan sebuah peninggalan yang harus dihormati, tetapi komunitas dengan jelas memberi respons positif terhadap gaya permainan dari perilisan akhir-akhir ini. Masalah ini tampaknya dipecahkan dengan penjelajahan penuh atmosfer yang dibumbui pertarungan ringan di RE3, ditemani dengan momen-momen lebih intens ketika bertemu dengan Nemesis yang mengejarmu. Dan ia pun akan mengejarmu dengan gigih.

Resident Evil 3Resident Evil 3

Penjelajahan metodikal dari lingkungan adalah penting di petualangan Resident Evil ini karena tampaknya ada banyak rahasia tersembunyi di mana-mana. Semakin dalam kamu menggali, semakin baik kamu akan diganjar - setidaknya itulah kesan yang kami dapatkan dari build yang nyaris selesai ini. Kami menguber lingkungan yang kami jelajahi, sembari membawa Jill melalui jalanan Raccoon City mencari kereta bawah tanah yang dipenuhi rekan-rekannya. Tak lama kemudian kami sibuk menunduk dan menghindari para zombi yang mencari kami dan menghemat peluru, karena para zombi ini tidak mati (lagi) dengan mudah. Terdapat toko-toko yang tersedia di kedua sisi jalan, siap untuk dijarah untuk persediaan, dengan jalan kecil menyambungkan area-area yang lebih kecil yang dipenuhi dengan lingkungan mendetail.

Mungkin lebih dari apa yang ada di RE2, Capcom telah menghadirkan pengalaman jauh dari apa yang ada di versi aslinya. Jalanan kota yang dijelajahi Valentine di versi asli - melalui kamera tetap yang ketinggalan zaman - kini menjadi lebih nyaman. Terdapat persembahan untuk versi lamanya, seperti sebuah gang terbakar yang perlu kamu padamkan menggunakan hidran, tetapi kebanyakan lingkungan terbuka dari versi orisinal tahun 1999 ini membutuhkan pembuatan ulang yang lebih longgar. Tetapi hal ini berhasil, dan kami menghabiskan lebih dari dua jam mencari-cari setiap ruangan untuk sumber daya, bolak-balik untuk mencari pemotong besi lalu pembuka kunci, barang-barang yang membuka tempat-tempat yang sebelumnya tidak bisa diakses dan memberikan kami amunisi dan obat-obatan ekstra.

Resident Evil 3

Dengan begitu, manajemen inventaris adalah bagian penting dari proses ini. Kamu akan menghabiskan cukup banyak waktu untuk menukarkan barang di safe room dan mengombinasikan herba untuk membuat ramuan yang lebih baik. Terdapat pula mode bantuan dengan slot inventaris ekstra jika kamu ingin lebih banyak ruangan, tetapi memiliki pilihan item yang lebih terbatas memberikan pengalaman yang lebih menantang di mana setiap keputusan berarti - dan seperti itulah yang kami sukai.

Jalanan kota yang lebih luas memberikan fungsi tambahan. Nemesis, musuh utama yang pasti akan diingat para pemain lama, kembali di RE3. Kali ini ia memburu pemain tanpa ampun. Monster mutan yang menjijikkan ini telah dibuat ulang dengan cukup mengerikan. Sejak awal kami melihatnya, jantung kami berdebar kencang. Ia sangat kebal dan menembakkan pistolmu kepadanya tak ada gunanya, jadi kami harus mengandalkan lingkungan untuk memperlambat lajunya yang sulit dibendung, menembaki kotak sekring untuk mengirimkan sengatan listrik ke tubuhnya, memberikan kami cukup waktu untuk kabur dari jangkauannya. Demo ini berakhir dengan berhadap-hadapan, tetapi pertarungan ini lebih fleksibel dari pertarungan kamera terbatas di versi terdahulu.

Resident Evil 3Resident Evil 3
Resident Evil 3

Pertarungannya berat, tetapi terkadang hal yang tak bisa kamu lihat adalah yang paling menakutkan, dan Nemesis paling menakutkan ketika ia memburu kami dari tempat yang tidak terlihat. Itu karena, ketika pengejaran, Nemesis dapat terus melacakmu dengan mudah. Lalu ketika ia akhirnya menyusulmu, ia dapat membantingmu ke tanah dengan lengannya yang bak tentakel. Jika kamu berhasil menghindarinya, ia dapat melompatimu untuk menghalangi jalanmu, dan kamu pun harus berlari ke arah berlawanan. Tampaknya tidak ada tempat yang aman dari musuh ini, dan pada pertemuan pertama kami kami bahkan melihatnya menembus dinding (meski momen ini masuk dalam naskah dan kami tidak yakin ia bisa melakukannya dalam gameplay normal). Ia layaknya sebuah penjelmaan dari Xeno dari Alien: Isolation; sebuah keberadaan yang mengancam, yang memburumu dengan gigih dan tidak bisa dihentikan dengan mudah. Kami benar-benar ketakutan.

Ia juga memiliki sebuah trik menyebalkan di mana ia bisa menghidupkan orang mati dengan parasit berbentuk kepiting, membuat musuh yang sebelumnya sudah mati hidup kembali sebagai ancaman baru. Terdapat pula sebuah momen menegangkan ketika kami harus mengeluarkan parasit dari badan kami menggunakan herba hijau sembari menarik tuas-tuas, belum lagi dikejar-kejar oleh sesuatu yang mirip dengan Drain Deimos (tetapi mereka tidak menghisap otakmu, tetapi memompa zat berbahaya ke dalam). Bagian ini sungguh sulit, membuat kami mencari-cari kembali ke seluruh level untuk menemukan persediaan yang mungkin kami lewatkan sebelumnya. Seonggok magazin berisi amunisi pistol jelas tidak cukup dan akhirnya ketika kami menemukan shotgun dan mengumpulkan amunisi lah kami akhirnya bisa kembali ke bagian yang super menantang ini.

Resident Evil 3Resident Evil 3

Seorang karakter yang tidak banyak kami lihat adalah Carlos Oliveira, yang kami ketahui akan memiliki peran yang lebih banyak di sini dibandingkan versi sebelumnya. Ia muncul dalam cutscene dan kami menantikan untuk melihat ceritanya di sini. Lagipula, versi aslinya bukanlah sebuah game yang panjang dan Capcom pasti ingin memastikan bahwa ada lebih banyak konten untuk kali ini. Meski begitu, durasi lebih pendek mungkin menjadi pertimbangan kenapa ia dibundel bersama dengan Resistance, game multiplayer 4v1 yang akan mengadu empat pemain survivor melawan seorang mastermind jahat.

Atmosfer yang menjadi ciri khas dari RE7 dan RE2 remake masih dijaga untuk Resident Evil 3. Ya, tampaknya akan ada lebih banyak konten di sini, dan ya, tampaknya ada lebih banyak penekanan pada aksi daripada pendahulunya, tetapi sejauh ini indikasinya adalah Capcom telah membuat satu lagi adaptasi yang akan disukai banyak penggemar. RE3 dan Resident Evil Resistance akan diluncurkan bersamaan di PC, PS4, dan Xbox One pada 4 April. Berdasarkan apa yang kami lihat sejauh ini, ini adalah sebuah adaptasi yang akan meledak kembali.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Resident Evil 3Resident Evil 3Resident Evil 3

Teks terkait

Resident Evil 3Score

Resident Evil 3

REVIEW. Ditulis oleh Eirik Hyldbakk Furu

Remake terbaru dari Capcom tidak hanya memberi standar baru untuk remake, tetapi juga untuk game survival-horror pada umumnya.



Loading next content