Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
preview
Project Cars 3

Project Cars 3

Gamereactor berkesempatan untuk mengintip sedikit game berikutnya dari seri balap Slightly Mad ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Project Cars adalah game balap yang hebat. Project Cars 2 bahkan lebih baik lagi. Slightly Mad Studios menggunakan semua pengalaman dari mengerjakan game seperti GTR 2, Need for Speed: Shift, dan Test Drive: Ferrari Racing Legends dan mengumpulkan dana dari para penggemarnya untuk menciptakan game simulator impian mereka, Project Cars. Sejak itu, studio tersebut telah bertarung di puncak sub-genre bersama game lain seperti Assetto Corsa dan iRacing. Dengan game terakhirnya, tim yang berasal dari pinggiran London ini berhasil menantang raksasa seperti Forza Motorsport dan Gran Turismo, belum lagi simulator eksklusif PC seperti Raceroom dan Rfactor. Lalu ketika Slightly Mad sedang bersiap untuk mengumumkan game ketiga mereka di seri ini, kami mengambil kesempatan untuk mengobrol dengan studio ini dan mencari tahu lebih banyak.

Sebelum produser Pete Morrish dan esport manager Joe Barron dari Slightly Mad bertemu dengan kami secara online pada Senin lalu, kami mendapatkan kesempatan untuk menyimak sebuah presentasi sepanjang kurang lebih 20 menit dari Project Cars 3. Pada presentasi demo yang singkat ini, kami dapat melihat game dari beberapa sudut dan meskipin Ian Bell dan timnya belum mengungkapkan deretan mobil, jumlah lintasan, dan disiplin balap yang diikutsertakan, jelas bahwa studio ini bermaksud untuk memperluas pasar dan menargetkan lebih banyak gamer, sesuatu yang telah berhasil dalam Project Cars 2.

"Salah satu aspek penting bagi kami saat ini adalah mencoba untuk membuat sebuah game balap yang tidak pernah mengkompromikan fakta bahwa ia menyimulasikan realitas absolut dalam hal kondisi lintasan, bagaimana tingkah laku mobil, dan seterusnya, tetapi di waktu yang sama tidak menakuti pemain baru dan kasual. Kami ingin membuat Project Cars 3 lebih mudah diakses. Lebih mudah di awal, dengan lebih sedikit penghalang. Bagian dari ini adalah tentang menciptakan perasaan yang lebih baik dan memuaskan ketika berkendara menggunakan gamepad," ujar Morrish kepada kami.

Project Cars 3

Presentasi yang kami dapatkan terlihat lebih mirip kepada Forza Horizon daripada Assetto Corsa, dengan anak panah berwarna kuning neon, pelat merah jambu, ikon bersinar, dan tipografi HUD yang sangat italik. Kami sejujurnya sedikit kaget dengan penampilannya yang "arcady". Pada awal wawancara, kami bertanya secara umum, apakah fokusnya telah bergeser ke pengalaman yang lebih mudah diakses. Akan tetapi, Pete Morrish meyakinkan kami bahwa ini adalah sebuah kesalahpahaman.

"Ini adalah simulator murni dan kami telah membangun game ini di engine yang sama dengan sistem fisika yang sama pada pondasi stabil yang telah kami ciptakan di Project Cars 2," sang produser menjelaskan. "Elemen fisika mobil dipermulus dan balapan menjadi lebih presisi, lebih intens. Di waktu yang sama, seperti yang telah saya katakan, kami bermaksud untuk memperluas target audiens kami lebih jauh, menarik pemain baru dan menjadi lebih inklusif daripada eksklusif, yang saya pikir bisa dilakukan oleh game di sub-genre ini. Genre sim-racing bisa dengan cepat terasa membosankan, saya rasa, sedikit elitist, dan kami ingin mencoba menangkal itu dengan Project Cars 3."

Ide ini tentu saja bagus. Untuk Project Cars 2, kami pikir Slightly Mad Studios sukses dalam hal ini dibandingkan dengan kompetitornya. Mereka cukup pintar untuk terus membangun konsep yang sukses ini. Akan tetapi, di waktu yang sama, presentasi video tersebut memberi kami aura dari, contohnya, Forza Motorsport 7, di mana Turn 10 mencoba hal yang sama, tetapi melakukannya terlalu jauh. Game itu terlalu mudah diakses dan terlalu menarik bagi pemain baru dan dengan begitu mengusir pemain-pemain garis keras yang telah memuja-muja penantang Gran Turismo dari Microsoft ini sejak kemunculan Xbox. Tentu saja, ada risiko dari keputusan apapun yang diambil dan meski antarmukanya bisa dimatikan di Project Cars, dari kesan pertama iterasi kali ini mungkin terlalu dangkal untuk selera kami.

Project Cars 3

Sebagai tambahan, seberapapun kami menyukai Project Cars 2, masih terdapat masalah di beberapa bagian game. Kami ingin menanyakan kepada Slightly Mad apakah mereka melihat masalah itu seperti yang kami rasakan (dan sebagian besar komunitas gamenya) hingga sekarang. Project Cars 2 penuh dengan konten. Sedikit terlalu banyak, mungkin. Sebagian dari game terasa seperti terlalu penuh. Sekitar 50 dari 170 mobil tidak dibuat dengan standar setinggi konten lainnya dan hal itu disadari betul oleh Morrish.

"Kami tahu, kami mengerjakan lebih banyak dari apa yang kami mampu dan di sana menjadi terlalu ramai, di bagian-bagian dan tempat tertentu. Beberapa mobil dibuat lebih baik dalam hal elemen fisika mobil daripada yang lain, dan terdapat lintasan-lintasan tidak sedetail yang lain pula. Kami telah bekerja keras dalam hal ini, sekarang. Saya tidak bisa menjanjikan apapun tetapi merasa Project Cars 3 akan terasa lebih mulus, presisi. Kami lebih fokus kali ini."

Apakah Project Cars 3 dapat memperbaiki resep yang sudah hebat dan menawarkan pengalaman balap yang menjaga pemain veteran betah sekaligus menarik peminat baru? Ketika ditanya tentang rallycross dan apakah ini akan dimasukkan atau tidak, sang perwakilan studio mengatakan bahwa mereka tidak bisa berkomentar untuk saat ini. Kami juga mendapatkan jawaban yang sama ketika menanyakan tentang jumlah mobil yang akan tersedia dan apakah game ini akan dirilis di PlayStation 5 dan Xbox Series X. Untuk sekarang, informasinya masih rahasia, setidaknya untuk beberapa bulan ke depan.

Project Cars 3
Project Cars 3Project Cars 3Project Cars 3Project Cars 3
Project Cars 3Project Cars 3Project Cars 3

Teks terkait

Project Cars 3

Project Cars 3

PREVIEW. Ditulis oleh Petter Hegevall

Gamereactor berkesempatan untuk mengintip sedikit game berikutnya dari seri balap Slightly Mad ini.



Loading next content