Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Nioh 2

Nioh 2

Kami berkesempatan untuk melihat sampai mana perkembangan dari action RPG Souls-like buatan Team Ninja ini di Tokyo Game Show.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Membandingkan game dengan tingkat kesulitan tinggi dengan seri Dark Souls sepertinya saat ini sudah biasa. Bayangan dari mahakarya FromSoftware di PlayStation 3 itu telah benar-benar mengubah bagaimana kita melihat gameplay yang menantang. Nioh yang pertama juga tak lepas dari perbandingan ini. Meski memulai pengembangannya jauh sebelum Demon's Soul, Nioh memiliki aura yang sama, dengan tingkat kesulitan yang brutal, pergerakan yang mirip, serta mekanika loot.

Yang membedakan mereka adalah presentasinya. Seri Souls berakar dari fantasi abad pertengahan Eropa, sementara latar Nioh adalah era Sengoku di Jepang. Hingga akhirnya FromSoftware membuat Sekiro: Shadows Die Twice yang dirilis pada awal tahun ini. Game ini memiliki latar yang mirip dengan gameplay inovatif untuk genre tersebut. Nioh 2 tiba-tiba memiliki beban yang lebih berat di pundak mereka.

Untungnya, dari apa yang kami lihat di Tokyo Game Show 2019, baik dari demo langsung dan presentasi tertutup, Nioh 2 terlihat menambahkan resep baru yang cukup untuk membedakannya dengan franchise raksasa milik FromSoftware.

Nioh 2

Ketika membuat sekuel dari sebuah game yang sukses, sebuah kasus tak jarang terjadi adalah membuatnya menjadi sebuah prekuel. Hal ini mengundang pemain baru yang belum pernah memainkannya untuk mencoba pertama kali dan menarik pemain lama untuk menjelajahi kejadian sebelum petualangan pertama. Seperti yang bisa kamu tebak, Nioh 2 mengambil jalur yang sama. Tanpa mengungkapkan terlalu banyak, ceritanya berpusat pada dua figur historis di periode Sengoku Jepang yang membuka jalan untuk kondisi masyarakat pada Nioh yang pertama. Kali ini, Team Ninja sekali lagi memungkinkanmu untuk membuat sendiri sang protagonis dengan berbagai pilihan, mulai dari mengatur bentuk dagu hingga usia. Bagi mereka yang tak suka bermain sebagai orang bule sebagai samurai Jepang di game pertama, Team Ninja memberimu banyak kesempatan untuk menebusnya.

Nioh 2 meningkatkan permainan dengan menghadirkan co-op tiga pemain, bukan lagi dua seperti di game pertama. Bisa dibilang ini dibutuhkan, karena sekuel ini benar-benar tak kenal ampun dalam memberikan kesulitan. Setelah bermain, kami jadi merasa game seperti Devil May Cry 3, Bloodborne, atau bahkan Nioh pertama relatif "mudah". Bahkan pegawai dari Team Ninja sendiri kesulitan memainkan demo di sesi tertutup. Dengan kata lain, Nioh 2 adalah definisi dari pengalaman 'tiada ampun'.

Nioh 2

Untuk bertahan di era Sengoku yang keras ini, Team Ninja menambahkan kekuatan Yokai. Setiap kali pemain mengalahkan musuh Yokai, sebuah soul core akan didapatkan yang berisi kekuatan mereka. Soul core ini akan memberikan karaktermu kekuatan dari musuh itu. Ketika kami bermain, kami merasa kekuatan Yokai ini adalah faktor yang sering menentukan kemenangan. Terdapat pula banyak senjata baru yang tersedia. Kami pada khususnya jatuh hati dengan senjata dua kapak, yang dapat memberikan damage besar kepada setiap musuh yang kami temui. Penggemar samurai juga bisa menemukan berbagai jenis pedang, begitu juga dengan kembalinya empat kuda-kuda. Demi membantumu bertahan hidup di dunia yang penuh iblis ini, Team Ninja memberikanmu banyak peralatan yang bisa diandalkan, hingga akhirnya kamu melakukan satu kesalahan dan berakibat fatal tentunya.

Nioh 2

Dari segi visual, Nioh 2 mendarat di area antara dapat diterima dan baik. Pencahayaannya bagus, animasinya cukup, dan lingkungannya mendetail. Sebagai gantinya, Nioh 2 bersinar dalam gaya visual dan desain musuh. Mulai dari musuh kecil yang "gampang" hingga raksasa-raksasa yang mengerikan, Nioh 2 tahu caranya membuat hal buruk menjadi indah. Hal yang sama juga bisa dikatakan kepada latar game, yang benar-benar menangkap keadaan berada di era Sengoku Jepang yang penuh iblis. Kami menikmati penjelajahannya, meski tampilannya bisa lebih ditingkatkan lagi.

Sebagai kalimat akhir untuk preview ini, Nioh 2 meningkatkan seluruh aspek yang ada di game pertama, sembari tetap setia dengan berbagai hal yang membuatnya hebat. Ia sulit, menarik, dan sungguh menghibur.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait

Nioh 2

Nioh 2

PREVIEW. Ditulis oleh Andreas Juul

Kami berkesempatan untuk melihat sampai mana perkembangan dari action RPG Souls-like buatan Team Ninja ini di Tokyo Game Show.



Loading next content