Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin - Impresi Demo Langsung Preview - Gamereactor
Indonesia
Gamereactor
preview
Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin

Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin - Impresi Demo Langsung

Seri sampingan ini telah mendapatkan kesempatan untuk bersinar sekali lagi.

Seri Monster Hunter tampaknya tidak bisa dihindari untuk saat ini. Kita mendapatkan Monster Hunter Rise khusus Switch yang hebat Maret lalu dan baru minggu lalu film adaptasi dari seri ini tayang di Inggris untuk pertama kali. Dan keramaian itu tidak akan segera selesai dalam waktu dekat, karena sebuah sekuel dari Monster Hunter Stories yang dipandang sebelah mata akan meluncur bulan depan. Baru-baru ini, kami berkesempatan untuk mencoba tiga jam pertama dari Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin, yang berisi dua bab pembukanya.

Kejadian di Stories 2 sama sekali terpisah dengan pendahulunya, jadi kamu tidak perlu memburu 3DS berdebu milikmu untuk bisa memahaminya. di sini kamu bermain sebagai cucu dari seorang rider legendaris bernama Red, yang berasal dari daerah tropis Hakolo Island. Segera kamu mengetahui bahwa Rathalos menghilang secara misterius dan kamu diberikan sebuah telur untuk dilindungi yang berelasi dengan monster kesayangan kakekmu, Guardian Ratha. Tanggung jawab untuk memelihara telur itu jatuh ke pangkuanmu, begitu juga dengan mengungkap misteri atas hilangnya makhluk penyembur api raksasa itu.

Monster Hunter Stories selalu mengingatkan saya dengan seri Mario & Luigi dalam banyak hal, karena ia menggunakan banyak aspek dari game utamanya dan mengubahnya menjadi sebuah gameplay berbasis giliran. Game-game Stories merupakan sesuatu yang sangat berbeda dengan entri-entri utama, tetapi kamu tetap melakukan petualangan memburu monster dan menggunakan sisa-sisa tubuh mereka untuk membuat senjata dan zirah baru.

Bersama dengan pertarungan berbasis giliran, perbedaan utama lain game ini dengan seri utamanya adalah kamu bisa memelihara dan melatih sekelompok kecil monster. Para monster bisa didapatkan dengan mencari telur-telur mereka di sarang-sarang yang ada, dan ketika mereka telah menetas, kamu bisa mengajak mereka ke medan perang. Sama seperti di game-game utama, masing-masing monster memiliki kekuatan khasnya dan bahkan terdapat kesempatan untuk menggabungkan kekuatan mereka melalui sebuah proses bernama Rite of Channeling. Saya selalu mengagumi desain monster-monster di seri ini, jadi saya senang bisa menggunakan mereka sebagai sekutu dan memuaskan untuk bisa menciptakan monster sempurna dengan bereksperimen dengan kemampuan mereka.

Seperti yang telah saya sentuh sebelumnya, game ini memiliki gaya permainan berbasis giliran, yang sangat berbeda dengan seri utamanya yang bergaya action-RPG dengan tingkat kesulitan cukup menantang. Ini sangat mirip dengan gunting-kertas-batu, karena terdapat tiga serangan dasar (power, technical, dan speed). Untuk unggul dari lawan, kamu harus membaca lawanmu dan membalas serangan mereka dengan gerakan yang mengalahkan serangan mereka itu. Kamu juga bisa melakukan serangan tersinkronisasi jika kamu dan monstermu melakukan tipe yang sama sekaligus.

Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin

Ada tambahan kedalaman pula. Sama seperti di seri utama, kamu bisa menargetkan bagian tertentu dari monster dan memotong mereka untuk mendapatkan sumber daya crafting lebih banyak. Kamu juga bisa mengubah senjata utama di tengah-tengah pertarungan untuk memberikan damage lebih besar karena senjata tumpul dan tajam memiliki tingkat keefektifan berbeda terhadap monster berbeda. Terdapat pula serangan-serangan spesial yang bisa kamu gunakan ketika sebuah meteran biru di bawah layar semakin penuh dan mereka bisa berbeda-beda tergantung monster yang kamu gunakan. Jika kamu menggunakan Pukei-Pukei, misalnya, kamu bisa melakukan sebuah gerakan yang menyiram musuhmu dengan racun dan membuat mereka terkena status merugikan.

Di luar pertarungan, eksplorasi juga menjadi pilar penting dari gameplay Stories 2. Menyenangkan untuk melihat monster-monstermu memiliki fungsinya di dalam dunia semi terbuka ini. Pukei-Pukei, misalnya, memiliki kemampuan untuk mengaum dan menakuti monster-monster kecil, sementara Velocidrome bisa digunakan untuk melompati bebatuan dan naik ke platform yang lebih tinggi. Banyak peti harta tersembunyi bisa dibuka dengan membawa monster yang tepat denganmu dan memberikan waktu menjelajah, yang membuat komposisi tim menjadi lebih penting lagi.

Jadi, selain grafis dan ceritanya, kamu mungkin bertanya-tanya apa yang sebenarnya baru di Stories 2. Izinkan saya untuk menjelaskan. Hal pertama yang saya sadari adalah Stories 2 memiliki jumlah monster yang bertambah dengan beberapa wajah baru dari World dan Rise. Di awal game ini, saya berteman dengan Paolumu yang menggemaskan dan saya bahkan bisa melihat Great Izuchi dari Rise sedang berjalan. Selain itu, scoutflies dari World juga ditambahkan sebagai sebuah metode untuk melacak monster di beberapa lokasi. Di sini para scoutflies akan memandumu ke monster yang kamu cari jika kamu mengikuti mereka dan mengumpulkan berbagai petunjuk dan tanda-tanda.

Meskipun sebagian besar dari apa yang saya rasakan dari Stories 2 sangat menjanjikan, tapi saya menemukan beberapa noda yang membuat khawatir. Isu pertama saya datang dari sistem pertarungan. Di sini kamu seringkali bertarung bersama seorang karakter sekutu dan monsternya, dan kamu hanya bertanggung jawab atas item dan serangan milikmu sendiri. Karena itu, saya sering mendapati rekan saya menyembuhkan seorang anggota tim di giliran yang sama dengan saya, yang menyebabkan giliran tersebut menjadi mubazir. Setiap area yang dieksplor juga dipisahkan oleh layar loading, yang terasa cukup ketinggalan zaman. Hal ini adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh game-game Monster Hunter lama akibat batasan teknis, tetapi kami melihat Rise mampu menghilangkannya ketika ia meluncur di Switch Maret lalu.

Stories 2 terlihat sama mempesonanya dengan pendahulunya dari tahun 2017, dan saya tidak sabar untuk melihat kejutan apa yang menanti di luar fase pembukaannya. Saya senang berkesempatan untuk menggunakan beragam makhluk mengagumkan tersebut sebagai sekutu dan bereksperimen dengan kekuatan dan status mereka terasa memuaskan. Meski demikian, saya merasa kemunculan cutscene antararea terasa ketinggalan zaman dan rekan setim yang menyia-nyiakan giliran dengan menyembuhkan anggota tim yang sama dengan kami membuat frustrasi. Pastikan cek kembali pendapat kami ketika Monster Hunter Stories 2 dirilis di Nintendo Switch dan PC pada 9 Juli.

Monster Hunter Stories 2: Wings of RuinMonster Hunter Stories 2: Wings of Ruin
Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.