Indonesia
Gamereactor
preview
Knockout City

Knockout City - Impresi Pertama

Kami menjajal demo dari game dodgeball multiplayer dari Velan Studios yang unik ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Knockout City yang baru saja diumumkan adalah sebuah proyek yang sudah dikembangkan selama empat tahun oleh developer Mario Kart Live: Home Circuit, Velan Studios. Game action multiplayer ini mengandalkan mekanika dasar dari sebuah third-person shooter. Namun, bukannya menembakkan peluru, kamu akan melemparkan dodgeball untuk menjatuhkan musuhmu ke tanah. Ini adalah sebuah proyek yang secara unik ambisius, sehingga developernya harus membangun engine dan bahasa pemrograman sendiri hanya untuk memastikan bahwa mekanikanya dapat berfungsi dalam ruang online. Ia baru akan dirilis Mei nanti, tetapi kami mendapatkan kesempatan untuk mencoba demo langsungnya secara singkat.

Saya memang tidak pernah memainkan permainan dodgeball online sebelumnya, tetapi saya merasa Knockout City mudah untuk diakses, karena ia mirip dengan kebanyakan third-person shooter di luar sana. Dengan mengeklik tombol mouse kiri, pemain bisa melempar bola ke lawan. Semakin lama tombol itu ditahan, maka semakin agresif pula bola itu dilempar. Tombol mouse kanan digunakan untuk menangkap bola. Setiap tangkapan akan membuat bola tersebut bergerak lebih cepat hingga akhirnya seorang pemain terpental ke lantai.

Mekanikanya cukup mudah untuk dipahami, tetapi bukan berarti tidak ada kedalaman di sana. Pemain yang ahli bisa melakukan tipuan dengan berpura-pura akan melempar bola. Hal ini bisa memancing pemain lawan ke posisi yang rentan, misalnya dengan berusaha untuk menangkapnya lebih awal. Ada pula tembakan hook yang bisa digunakan untuk menembak lawan yang berada di belakang rintangan. Lalu ada mekanika dash. Dengan melakukan dash, pemain bisa menabrak musuh dan melepaskan bola dari genggaman mereka. Kemampuan ini juga bisa digunakan untuk menghindari bola yang menerjang jika dilakukan di waktu yang tepat.

Kerja sama adalah vital di Knockout City jika kamu ingin unggul. Terkadang, lebih bijak untuk mengoper ke rekan setim yang lebih dekat dengan target daripada mencoba membidik dari jauh. Memang menggoda untuk mencobanya sendiri dan mengumpulkan KO sebanyak mungkin, tetapi memanfaatkan pemain lain di sekitarmu hampir selalu menjadi strategi yang lebih jitu. Penting pula untuk bepergian bersama, karena jika kamu berkeliaran sendiri, musuh dengan mudah bisa mengepungmu.

Di dalam demo, saya mendapatkan akses ke tiga dari lima peta yang akan tersedia saat peluncuran. Mereka adalah Concussion Yard, Rooftop Rumble, dan Knockout Roundabout. Sesuatu yang saya sukai dari masing-masing peta itu adalah keunikan mereka dari sudut pandang desain dan bagaimana mereka menghadirkan set jebakan lingkungannya. Di Concussion Yard, terdapat sebuah bola penghancur yang berayun melalui arena. Di Knockout Roundabout, ada lalu lintas yang bisa menabrakmu dan membuat bola terlempar dari tanganmu.

Kami juga sempat mencoba tiga jenis bola spesial. Mereka hanya muncul di bagian tertentu dari arena dan mereka bisa sangat merugikan musuh jika kamu berhasil mengenai mereka. Satu yang kami temukan adalah sebuah bom yang mulai berdetak ketika diambil, sedangkan yang lain dapat mengurung lawan di dalam sebuah bola metalik. Saat peluncuran, akan ada enam bola spesial. Developernya juga mengatakan bahwa tipe-tipe bola dan arena baru akan terus diperkenalkan melalui season baru setiap sembilan minggu.

Knockout City

Di dalam demo, saya mencoba tiga mode berbeda. Diamond Dash, Team KO, dan Ball-Up Brawl. Diamond Dash, mode pertama yang saya coba, menugaskan setiap tim untuk menjadi yang pertama mengumpulkan 30 berlian. Di sini tiga berlian akan dikeluarkan oleh pemain jika ia tergebuk bola dan kamu hanya bisa mendapatkan poin dari berlian yang dijatuhkan musuh. Yang saya sukai dari mode ini adalah meskipun musuh berhasil menjatuhkan rekanmu, bukan berarti mereka akan mendapatkan imbalannya. Jika kamu cepat dan awas, kamu bisa mengambil berliannya dari rekanmu sehingga musuh tidak mendapatkan apapun. Tetapi kamu harus berhati-hati, karena kamu bisa jadi sudah dibidik musuh ketika sibuk mengumpulkan berlian.

Ball-Up Brawl saat ini menjadi unggulan dalam menyajikan permainan kocak dan unik di antara mode lain. Di sini tidak ada dodgeball yang tersedia dan kamu harus meremas rekan setim kamu menjadi sebuah bola dan menembakkan mereka ke musuh. Berubah menjadi bola adalah menyenangkan, tetapi kamu harus berhati-hati, karena jika kamu melakukannya terlalu dekat dengan musuh, maka kamu bisa diambil dan dibuang ke jurang. Di sini juga terdapat sebuah Ultimate Throw. Jika rekan setim kamu mengisi penuh kekuatanmu, maka kamu bisa berubah menjadi sebuah bom dan menyerang bagaikan serangan udara untuk memberikan KO instan.

Sayangnya, mode yang terakhir ini terasa sedikit hambar jika dibandingkan dengan yang lain. Team KO menugaskan kamu untuk menjadi tim pertama yang meraih 10 KO, dan itu saja. Tidak ada yang salah dengan mode ini, karena tentu saja ia masih menyajikan aksi-aksi yang sama adiktifnya, tetapi tidak ada pembeda yang menjadi pengikat. Meski demikian, saya dapat memahami jika ada yang menyukai Team KO, karena ini adalah aksi Knockout City paling murni tanpa gimmick sama sekali.

Di luar pertandingan, pemain bisa mengubah penampilan karakter mereka dengan membeli kosmetik-kosmetik dengan mata uang dalam game yang didapatkan. Terdapat 100 jenis kosmetik di sini. Selain mengubah penampilan, pemain juga bisa memilih gerakan-gerakan lucu dan penampilan gantole. Knockout City tidak memiliki loot box dan transaksi mikro dalam hal kosmetik (sejauh ini) dan semua yang ada di dalam game dapat dibuka melalui bermain. Ini adalah sesuatu yang sangat saya apresiasi, karena akan cukup menyebalkan ketika kita ditodong terus untuk mengeluarkan uang di dalam game.

Dengan skema kontrol yang sederhana, konsep segar, dan pendekatan ramah pelanggan, saya melihat Knockout City berpotensi menjadi game multiplayer sukses di tahun 2021. Aksi multiplayer-nya menghibur dan berhasil mendapatkan keseimbangan yang tepat dalam hal kemudahan dan kedalaman. Dari mode-mode permainan yang saya coba, baik Diamond Dash maupun Ball-Up Brawl menyediakan variasi menyenangkan dari formula intinya dan saya penasaran dengan tiga mode lainnya yang akan ditambahkan saat peluncuran. Pastikan kembali lagi untuk mengetahui penilaian kami saat Knockout City meluncur pada 21 Mei 2021 ke Nintendo Switch, PS4, PS5, Xbox One, dan Xbox Series.

Knockout CityKnockout City
Knockout City

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.