Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Journey to the Savage Planet

Journey to the Savage Planet - Impresi E3

Inilah kesan kami ketika memainkan game ini di E3 dan bertemu para alien jinak... dan tidak terlalu jinak.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Pada Game Developers Conference (GDC) sebelumnya di tahun ini kami mendapatkan sebuah sesi hands-off jarak jauh untuk Journey to the Savage Planet, sebuah game yang hadir dari Typhoon Studios yang dibuat oleh para developer veteran dalam industri ini dan dimotori oleh mantan developer Ubisoft, Alex Hutchinson. Akan tetapi, di E3 kami memiliki kesempatan untuk memegang kontroler dan mencobanya sendiri, untuk melihat bukti nyatanya.

Levelnya sama dengan demo yang kami rasakan langsung di LA, dan ini menempatkan kami di sebuah planet sebagai pegawai dari Kindred Aerospace. Perusahaan tersebut menginginkanmu untuk memeriksa planet di mana kamu berada dan mengumpulkan datanya. Tetapi kehidupan di planet tersebut tidak seperti apa yang diceritakan kepadamu, dan tujuanmu mulai terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Aksinya berjalan dengan sudut pandang first-person. Kami langsung mencoba-coba kontrolnya dan merasa senang ketika menyadari bahwa kamu bisa menampar dengan menekan tombol LT (kami menggunakan kontroler Xbox di PC), dengan sebuah pistol kecil di tangan kirimu yang bisa ditembakkan dengan tombol RT. Ini adalah sebuah pengaturan sederhana, seperti apa yang Hutchinson katakan kepada kami pada GDC yang lalu, ini bukanlah game yang sepenuhnya shooter, jadi jangan terlalu berharap untuk bisa sering bergegas ke tempat perlindungan dan melakukan headshot.

Kami melangkah ke luar dan tugas pertama yang kami dapatkan dalam dunia yang aneh ini adalah untuk menembaki beberapa kristal yang menghalangi jalan kami. Lalu kami keluar ke sebuah area terbuka yang luas di mana kami bebas memilih ke mana kami ingin pergi. Itu adalah salah satu pilar inti dalam Journey to the Savage Planet; dunianya tidak linier, walaupun bukan juga sebuah dunia yang terbuka. Rasa ingin tahu akan mendapat imbalan, sebagaimana yang kami ketahui sendiri ketika menemukan beberapa buah-buahan yang meningkatkan health kami secara keseluruhan.

Journey to the Savage Planet

Salah satu objektifmu adalah menyelidiki sebuah relik aneh yang kamu temui, yang termasuk struktur yang menyerupai tempat pemujaan yang berfungsi sebagai titik fast travel. Ketika kamu menjelajah lebih jauh lagi, kamu akan menemukan lebih banyak struktur seperti ini, dan itu membuat perjalanan di dalam lingkungan ini tidak begitu melelahkan. Memang, melompat-lompat dan melakukan double jump di dunia yang penuh warna ini terasa menyenangkan, tetapi ketika kamu perlu kembali ke kapal dengan cepat dan melakukan upgrade, fitur tadi sangat terasa membantu.

Memang itulah yang harus kami lakukan ketika kami disambut oleh sebuah tembok raksasa yang terbuat dari kristal berwarna kuning berikutnya di dalam demo, tetapi untungnya ada tanaman yang menempel pada bagian sampingnya yang membuat kami bisa melakukan grappling. Kami kembali lagi ke kapal dan dengan menggunakan sampel-sampel asing yang telah kami kumpulkan dari misi-misi yang berbeda, kami bisa merakit peralatan grappler dan menuruni struktur itu dengan mudah. Pada saat yang sama, ini juga membuka rute baru di tempat-tempat yang kami telah kunjungi sebelumnya, walaupun kami tidak memiliki waktu untuk menelusurinya kembali.

Tetapi peralatan-peralatan ini tidak hanya membantu dalam pergerakan saja, karena beberapa item memiliki fungsi yang lebih... menarik. Sebuah puzzle awal menyuruh kami untuk memuaskan rasa lapar dari sebuah mulut raksasa di tembok, dan untuk melakukan hal ini kami harus melemparkan sekaleng makanan lengket ke lantai, menarik makhluk-makhluk untuk mendekatinya, dan menendang mereka ke arah mulut binatang buas tersebut. Itu tidaklah terlihat cantik, tetapi menunjukkan kemungkinan-kemungkinan kreatif yang diberikan Typhoon kepada pemain.

Journey to the Savage PlanetJourney to the Savage Planet

Setelah kami menaiki kristal-kristal tersebut, kami disambut oleh semacam boss battle, di mana seekor makhluk menghalangi pintu di hadapan kami dan mengeluarkan gelombang kejut yang harus kami lompati, tetapi lantainya terbuat dari pilar-pilar dengan cairan berbahaya di bawahnya. Jika kami terjatuh, kami harus memanjat lagi untuk mencapai boss level ini, dan sayangnya waktu telah habis sebelum kami sempat mengalahkan lawan ini.

Hanya beberapa dari makhluk-makhluk yang kami temui berbahaya, ada juga yang menggelinding ke arah kami, memaksa kami untuk menghindar dan menembak kantung yang rapuh itu di bagian ekor. Tetapi pada lebih banyak kesempatan, alien konyol yang menyerupai ayam tersebut tidak menimbulkan ancaman, dan kamu bisa memilih untuk membiarkan mereka, atau menampar mereka untuk benar-benar bersenang-senang. Tentu saja itu tidak berarti kami mendorong kamu melakukannya...

Journey to the Savage Planet sudah terlihat seperti sebuah sandbox penuh kesenangan yang menarik yang tidak begitu serius. Game ini mengambil elemen-elemen dari platformer, shooter, dan game-game puzzle kemudian memadukannya sehingga bisa membuatmu menjelajahi sebuah gunung berapi sebelum kemudian menuruni sebuah tembok kristal. Kami tertarik akan ke mana perjalanan ini membawa kami, tetapi untuk sekarang anggaplah kami sebagai sukarelawan untuk Kindred Aerospace.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait

Journey to the Savage Planet

Journey to the Savage Planet

PREVIEW. Ditulis oleh Sam Bishop

Typhoon Studios memberikan kami kesempatan untuk melihat demo dari game yang akan datang ini, menunjukkan kepada kami konsep inti dari game petualangan luar angkasa tersebut.



Loading next content