Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
eFootball PES 2020

eFootball PES 2020 - Impresi Pertama

Kami mencoba game sepak bola terbaru dari Konami ini untuk mengetahui apakah bantuan Iniesta menambahkan ketepatan ekstra di iterasi tahun ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kami sudah terbiasa dengan slogan-slogan dan istilah pemasaran yang digunakan untuk mempromosikan beberapa fitur baru yang akan datang di game olahraga tahunan - terutama game sepak bola - yang kebanyakan sudah kita lihat sebelumnya. Karena itu, kami jarang meyakini signifikansi mereka. Hal tersebut juga bisa dikatakan tentang atlet asli yang menjadi penasihat mereka, apakah kita merasakan masukan mereka di produk finalnya? Sambil mengingat hal itu, kami menantikan untuk menemukan sesuatu yang baru dan menakjubkan ketika kami mengambil controller untuk mencoba PES tahun ini.

Meski begitu, satu hal positif tentang Konami dan Pro Evolution Soccer adalah setiap tahunnya, meski kami tidak menghiraukan slogan-slogan tersebut, pada akhirnya kami mendapatkan permainan yang lebih mulus dan natural. Filosofi tiki-taka ala Barcelona - yang merupakan klub partner mereka - seakan-akan terpatri dalam game ini. Musim demi musim, PES menawarkan gameplay terbaik dan kami sekali lagi mampu merasakan sentuhan natural itu di Los Angeles, di mana kami mencoba PES 2020 untuk pertama kali. Apakah masukan dari Iniesta dan kehadiran dari 'finesse dribbling' memberikan pengaruh yang signifikan?

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Sekali lagi, kami melihat adanya reaksi yang lebih baik dari para pemain, bersama identitas individual yang lebih terdefinisi untuk setiap pemain top. Berkat sistem pergerakan yang mulus, mereka tampak bergerak dengan lebih natural, menghasilkan permainan yang lebih cair dan saling terhubung. Umpan-umpannya terasa lebih lentur dibandingkan tahun lalu, dengan gocekan dan lari yang sedikit lebih meyakinkan. Bola sekali lagi menjadi protagonis, dan diperlakukan penuh cinta, layaknya Kapten Tsubasa yang menginspirasi Iniesta dulu.

Peningkatan dalam hal grafis juga membantu. Kami secara spesifik senang akan engine pencahayaan yang ditingkatkan, yang kini menghadirkan bayangan dan sebuah efek yang mirip dengan ambient occlusion. Dengan begini, penampilannya menjadi lebih realistis, dengan benda dan lingkungan terlihat benar-benar berada di lapangan. Lapangannya sendiri juga ditingkatkan. Belum lagi jersey dan bagaimana seragam bergerak bersama animasi pemain, dengan model baju yang semakin mendekati kualitas visual dari pemain dan animasinya.

Kami bermain dua pertandingan dengan dua tim yang tersedia di demo E3. Barca hadir bersama Messi (sebagai bintang sampulnya), Iniesta (penasihat dan Legend), Ronaldinho (turut menghadirkan skill Legend-nya), dan bahkan Johan Cruyff (memperkenalkan Legendary Coach dalam Master League bersama Maradona). Lawan mereka adalah PES Legend Team. Mengingat grup pemain ini hanya tersedia di LA, kami memilih mereka langsung agar tidak terhentikan. Simak skuad pemain kami di bawah:

Oliver Kahn sebagai kiper, dengan Matthaus, Vieira, Nedved, dan Nakata menjadi bek. Andres Iniesta, David Beckham, dan Francesco Totti di tengah, dengan Ronaldinho, Park Ji Sung, dan Batistuta di depan. Kami tidak tahu apakah ada yang bisa membuat tim seperti ini di myClub PES 2020, tetapi sudah cukup untuk membuat kami bermimpi untuk sesaat.

eFootball PES 2020eFootball PES 2020eFootball PES 2020

Sebagus apapun model dan animasi dari Ter Stegen, Pique, Alba, Roberto, Messi, dan Coutinho, mereka tak bisa berbuat banyak melawan tim legenda kami. Batistuta benar-benar mematikan, mencetak gol di sana-sini, sementara Iniesta juga menyumbang gol indah. Bahkan, baik dengan Iniesta dan Ronaldinho, kami mencoba 'finesse dribble' menggunakan stik kanan dan reaksi mereka sungguh sedap dipandang. Kamu bisa menipu lawanmu lebih lanjut jika kamu membatalkan sebuah tembakan (Kotak) atau memainkan bola atas (Lingkaran) dengan menekan tombol Segitiga tepat sebelum bola tertendang, mengubah gerakanmu menjadi sebuah umpan yang tak terduga (dengan syarat kamu menekan tombol dengan tepat, tentunya). Namun, kami tidak sempat mencoba Inspire, sebuah fitur yang memungkinkan rekan setim mendapatkan manfaat dari seorang bintang. Dengan begitu banyak kombinasi serangan dan kemungkinan, tampaknya pertahanan pun harus ikut beradaptasi...

Satu lagi perubahan yang kami sambut dengan baik adalah terdapat menu-menu baru dan antarmuka yang baru. Kini semuanya berwarna ungu, mengikuti branding dari eFootball PES 2020 dengan layar hijau yang kontras. Layarnya sendiri minimalis, dengan tombol-tombol yang lebih besar dan teks yang lebih jelas, membuatnya (akhirnya) tampak pantas berada di generasi konsol ini. Selain itu, papan skor dan grafis dalam game juga lebih mirip TV, sesuatu yang sejalan dengan sudut kamera baru yang baru dan realistis, 'live broadcast'.

Jadi, setelah mencetak beberapa gol dengan Legend Team, kami mengakhiri pertemuan pertama dengan PES 2020 dengan senang hati. Sebuah demo akan hadir pada 30 Juli nanti di mana kamu bisa memainkannya langsung, termasuk hadirnya Edit Mode pertama kali dalam sebuah demo.

Dengan impresi yang kami dapat, kami khawatir dalam hal gameplay. Meski begitu, kami harus kembali menilai dalam hal matchmaking online dan lisensi jika dibandingkan dengan pendahulunya untuk melihat apakah eFootball PES 2020 dapat mencapai audiens di luar komunitas mereka yang setia.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
eFootball PES 2020eFootball PES 2020eFootball PES 2020

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan