Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Divinity: Fallen Heroes

Divinity: Fallen Heroes

Meski ada hubungan kuat dengan Original Sin II, Fallen Heroes membawa elemen taktik sebagai pembeda.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Nilai perusahaan Larian tak pernah setinggi ini setelah kesuksesan mereka dengan Divinity: Original Sin II, CRPG epik yang penuh dengan pilihan dan konsekuensi, pertarungan yang seru, dan karakter yang menawan. Dengan begitu, tidak mengejutkan ketika kami mendengar bahwa Divinity: Fallen Heroes akhirnya diumumkan. Tapi yang mengejutkan dari pengumuman ini adalah digandengnya studio spesialis taktik Logic Artists untuk membuat sebuah game bermuatan turn-based tactics dengan bumbu narasi dan elemen RPG. Secara sederhana, game ini bisa dibilang seperti Xcom yang berlatar Rivelion dengan balutan sihir, bukan teknologi alien.

Di atas kertas, hal ini tentu terdengar fantastis. Jika kamu adalah salah satu yang telah memainkan Original SIn II secara intens, maka kamu tahu bahwa pertarungannya seru dan terintegrasi dengan seluruh pengalamannya secara brilian. Namun, di Fallen Heroes, pertarungan itulah pengalamannya. Bagian lain gamenya, sejauh yang kami lihat, diperkecil skalanya menjadi percakapan-percakapan di Lady Vengeance, dengan secuil opsi dialog yang mengarah ke pertarungan selanjutnya. Tentunya masih ada banyak hal lagi selain itu, tapi poin kami adalah game baru ini bukanlah sebuah RPG ekspansif dengan jiwa Original Sin II, tapi sesuatu yang berbeda.

Kami mencoba dua skenario berbeda, keduanya bercabang dari percakapan yang sama. Satu cabang membawa kami ke pelabuhan untuk menyelamatkan beberapa rakyat sipil. Memilih opsi lain membawa kami untuk membantu Lucian secara langsung, masa bodoh dengan rakyat sipil. Kami tak mendapat kesan bahwa satu pilihan adalah benar atau salah dibanding dengan pilihan lainnya, dan belum ada indikasi bahwa keputusan kami akan memengaruhi game secara keseluruhan. Inti dari demo ini bukanlah untuk memberikan kami gambaran umum gamenya, tetapi lebih kepada memberikan kami kesan awal dari sistem gameplay yang digunakan dalam pertarungan.

Sebelum kamu memulai setiap skenario, kamu bisa memilih salah satu dari beberapa item spesial yang bisa kamu gunakan pada pertempuran di hadapan. Sebagian besar waktu kamu akan mengisi nyawa atau memberikan dirimu sendiri opsi dalam melakukan aksi, tapi tampaknya ada banyak hal yang bisa diuji coba dengan item-item ini. Selain mengambil item spesial, kamu juga bisa memilih beberapa unit umum untuk mendukung karakter utamamu. Terdapat opsi prajurit jarak dekat atau jarak jauh, begitu juga penyembuh dan penyihir.

Divinity: Fallen Heroes

Sistem pergerakannya sendiri tak terlalu berbeda dengan Xcom, setiap karakter memiliki sejumlah action point tertentu yang bisa digunakan untuk bergerak di peta atau melakukan aksi, seperti menyerang musuh atau menyembuhkan rekan. Sebagian besar game memilih pendekatan yang lebih sederhana dengan memberikan pemain dua aksi dalam satu ronde, tetapi di sini ada variasi lebih di mana kamu bisa menghabiskan poin-poin yang ada dengan lebih fleksibel. Hal ini memungkinkan perencanaan yang lebih mendetail dan strategis, tapi menjadi lebih sulit diakses untuk pendatang baru.

Kami menghabiskan sebagian besar waktu kami melindungi para rakyat sipil di pelabuhan. Unit musuh membanjiri peta dari segala arah dan tim kami harus bergerak cepat dan mencegat. Kami melihat para musuh berwujud tengkorak membunuh para prajurit milisi NPC sebelum bergerak menghabisi para penduduk lokal. Kami harus meraih mereka sebelum setiap kelompok penduduk dihabisi. Ketika kami sudah mencapai jarak yang tepat, kami harus berpikir keras untuk mencegah pembantaian. Fallen Heroes tampaknya menawarkan misi-misi yang cukup variatif, di mana misi yang satu lagi membawa kami untuk menghancurkan beberapa balista sebelum mereka merusak Lady Vengeance dan menghancurkan satu-satunya moda transportasi kami.

Divinity: Fallen Heroes

Divinity: Original Sin II memiliki sistem pertarungan yang bagus dan dasarnya yang solid mampu ditransisikan dengan baik. Satu tambahan besar adalah hadirnya bubuk mesiu, yang memberikan pemain satu lagi faktor yang bisa dipertimbangkan dalam meramu taktik. Selain itu, terdapat kombinasi dari pertarungan langsung dan memanfaatkan serangan elemental untuk memanfaatkan situasi yang ada. Berhubung demonya yang singkat, masih sulit untuk mengatakan apakah game ini sudah memiliki keseimbangan yang baik antara dua aspek tadi, tapi indikasi awal memberi pertanda bahwa pemain harus memanfaatkan keduanya dengan baik. Terlihat jelas pula bahwa pemain akan memerlukan item spesial. Mereka ada bukan hanya sebagai hiasan. Skenario-skenario yang menantang akan sulit untuk ditaklukkan tanpa perencanaan yang baik dan penggunaan peralatan dan skill yang tepat.

Tentu saja ini masih terlalu dini dan masih ada waktu untuk perubahan dan revisi. Sewajarnya, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk memastikan pengalaman bermain tetap mulus, memuaskan, dan seimbang. Pertarungannya sejauh ini terasa sulit, tapi mereka juga bervariasi dan desain levelnya cukup membuat masing-masing misi terasa berbeda. Selain itu, level yang ada memiliki tekstur yang mendetail dibandingkan game selevel ini, dan ruang vertikal juga terlihat menjadi pertimbangan bagi mereka. Penggunaan level ini memberikan dimensi strategi baru. Tapi sekali lagi, karena demonya singkat, kami belum sempat bereksperimen dengan taktik dan menjelajahi kemungkinan yang ada.

Seberapa dalam narasi yang ada di sini masih menjadi misteri. Kita harus melihat bagaimana penggunaan karakter di sini, apakah bisa sekuat di Original Sin II. Meski begitu, semua karakter yang telah kita kenal dan cintai masih tersedia, jadi bersiaplah untuk bertarung bersama Fane, The Red Prince, Lohse, Sebille, Ifan Ben-Mezd, dan Beast dalam versi taktik dari seri ini. Terdapat potensi yang besar untuk game ini mengingat pondasinya yang solid, tapi perjalanan mereka masih panjang untuk memenuhi standar yang telah dibuat oleh Original Sin II.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Divinity: Fallen HeroesDivinity: Fallen HeroesDivinity: Fallen Heroes