Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Disintegration

Disintegration - Impresi Beta

Kami sempat menjajal game shooter taktis V1 Interactive sebagai bagian dari uji coba teknis baru-baru ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Minggu ini V1 Interactive membukakan pintu bagi sejumlah pemain dan mengundang kami untuk mencoba Disintegration dalam server-server aktif, dan setelah menikmati game tersebut ketika memainkannya dalam waktu singkat dalam gamescom tahun lalu, kami lebih dari bahagia untuk mencobanya lebih lama untuk mencari tahu apa yang dimilikinya.

Premisnya kami suka. Kami berada di masa depan yang jauh dan umat manusia telah mentransfer otaknya ke dalam tubuh-tubuh robot, dan dalam kerangka-kerangka robot tersebut, kami memerangi ancaman pasca-kemanusiaan yang disebut rayonne. Dalam latar ceritanya, ada sebuah wabah global yang bernama 'The Frost', yang memiliki dampak yang cukup besar bagi masyarakat, sampai bangsa-bangsa runtuh akibat besarnya kekacauan yang mengikutinya, dan akhirnya, umat manusia menghadapi kepunahan. Solusinya adalah meninggalkan tubuh-tubuh berdaging rapuh dan memasukkan otak kami ke dalam mesin-mesin. Setelah menyimpan pikiran mereka di tubuh-tubuh yang baru, beberapa menyukai keadaan baru tersebut, dan menjadi Rayonne.

Sekarang kita berada pada titik di mana Rayonne mencoba mewujudkan agenda 'integrasi' dan pasca kemanusiaan mereka. Mereka melakukan hal ini menggunakan sebuah kapal luar angkasa raksasa yang mendominasi cakrawala, dan kami diberitahu bahwa salah satu dari kapal ini diberi nama The Iron Cloud. Sutradara game ini (dan co-kreator Halo), Marcus Letho mengatakan kepada kami mengenai hal ini ketika menjelaskan bagaimana bagian solo dari game ini akan membawa para pemain dalam peran sebagai Romer Shoal, seorang pilot gravcycle buronan yang mencoba bangkit melawan Rayonne dan menyelamatkan sisi manusianya sendiri dalam sebuah campaign yang diceritakan kepada kami akan berlangsung sepanjang sepuluh jam, tentu saja tergantung bagaimana kamu memainkannya.

DisintegrationDisintegration

Gravcycle yang disebutkan tadi adalah inti dari pengalamannya. Kamu duduk mengendarainya dan melayang di atas medan pertempuran, dan dari ketinggian, kamu mengendalikan sebuah pasukan kecil yang terdiri dari tiga orang yang bergerak di bawah. Masing-masing dari unit ini (biasanya terdiri dari dua tentara dan sebuah mech) memiliki serangan tersendiri, yang ditempatkan pada d-pad, dan kamu bisa mensetting target-target tertentu untuk mereka selama pertempuran. Dengan demikian, Disintegration memiliki baik aksi first-person maupun pertempuran taktis di saat kamu mengendalikan dirimu dan unit-unit melewati pertempuran-pertempuran intens.

Kami tidak sempat melihat campaign solonya, karena fokus dari beta tertutup yang kami mainkan kemarin adalah bagian online dari game ini. pada bagian itu, kami disambut dengan penantian panjang untuk pertandingan-pertandingan dan adegan-adegan loading yang lama yang mengindikasikan beberapa permasalahan teknis yang akan dihadapi. Kami mencoba livestream game tersebut di GR Live, tetapi streamer kami tidak bisa memasuki sebuah pertandingan pun. Tetapi tidak semua orang mengalami hal yang sama, dan kami senang melaporkan bahwa setelah memasuki sebuah pertandingan, semuanya tampak cukup lebih baik dan kami bisa memainkan beberapa pertandingan untuk mendapatkan sebuah kesimpulan. Tetapi tidak semuanya, karena Xbox One X yang kami gunakan untuk menguji game tersebut mengalami overheat dua kali dan mati ketika kami sedang bermain, sesuatu yang belum pernah kami alami sebelumnya (walaupun menurut kami ini bisa saja hanya sebuah kebetulan).

Disintegration

Setelah kami benar-benar masuk ke dalam game, kami disambut oleh tujuh karakter yang bisa dimainkan (yaitu seorang pilot gravcycle dan pasukannya di darat). Setiap kru memiliki serangan-serangan berbeda, baik untuk pemain dan juga anak buahnya, dan mengetahui kemampuan apa yang bisa kamu gunakan sangatlah penting, jadi eksperimen pertama kami tidak banyak membantu karena kami kewalahan dengan kontrolnya dan mencoba mengetahui apa yang bisa dilakukan oleh unit-unit kami sementara lawan kami yang sudah lebih terbiasa mengambil keuntungan dari ketidak efektifan permainan kami. Di luar variasi serangan-serangan yang berbeda, siklus yang berbeda dan para kru memiliki armor dan tingkat kecepatan yang berbeda, dan tentu saja, mereka bisa dibedakan dari tampilan visualnya, dengan tema-tema yang dipinjam dari budaya pop modern.

Kami ingin mencoba semuanya dalam waktu yang diberikan kepada kami untuk bermain, tetapi loading time yang lambat dan crash pada konsol kami membuat kami tidak bisa mencoba semuanya. Tetapi sepertinya ada sebuah perpaduan yang baik di sana, dan kami mencoba memperhatikan apa yang teman (dan lawan kami) lakukan. Misalnya Sideshow, adalah sekelompok robot badut dengan granat tempe yang dikendalikan dari jauh, sementara King's Guard adalah sebuah opsi yang lebih seperti tank yang membuat avatar mu terlihat seperti seorang ksatria abad pertengahan. Neon Dreams adalah sisi yang lebih lemah, tetapi terlihat keren berkat desain mereka yang menyerupai Tron. Sama tidak begitu kuatnya adalah Lost Ronin bergaya samurai, yang suka kami gunakan untuk pertempuran jarak jauh. Warhedz adalah tipe marauder seperti Mad Max; berkulit tebal dan sedikit mencolok, dan kami juga tidak begitu menyukai persenjataan mereka. Mungkin pilihan di antara semuanya adalah karakter serba bisa yang disebut The Business; dengan kekurangan yang paling terasa adalah perhiasan emasnya yang mencolok dan usaha yang terlalu berlebihan untuk terlihat keren.

Disintegration

Salah satu pembeda besar adalah pergerakan dari gravcycle, yang berubah tergantung kru mana yang kamu pilih. Perlu waktu untuk bisa terbiasa menggerakan cycle ke atas dan ke bawah selama pertempuran, begitu juga untuk memanfaatkan special attack yang ditawarkan oleh unit-unit pendukung, tetapi setelah kamu terbiasa, secara mengejutkan kamu sangat mobile. Hal ini didukung oleh pendorong dengan penggunaan terbatas yang berguna untuk mengeluarkan kamu dari kesulitan, walaupun ketika kamu sedang dihujani serangan berat, kadang kadang bergerak melesat saja tidak mengatasi masalah, terutama jika musuhmu tidak kenal ampun dan memburumu. Di saat seperti inilah sebuah tim yang terkoordinasi memberikan hasil, karena mereka bisa mendukung dan melindungi pasukan kawan.

Koordinasi sangat penting, dan tim-tim yang tidak bekerja bersama akan dikalahkan cukup cepat. Sepertinya seperti itulah uji coba beta ini, dan seringkali semua bentuk strategi menjadi tidak berguna ketika semuanya memilih cara kekacauan. Ada mode-mode Zone Control dan Retrieval yang ditawarkan, dan masing masing memiliki map tersendiri (yang tidak ada satupun yang luar biasa). Zone Control adalah sebuah mode berbasis wilayah, sementar Retrieval lebih menyerupai RTF dalam menyerang dan mempertahankan inti-inti yang bisa dihancurkan. Sulit untuk menilai kualitasnya dengan keadaan pada saat uji coba beta, tetapi game-game tipe objective-based sepertinya lebih cocok dengan gameplay yang dimiliki game ini.

Walaupun dengan beberapa kendala teknis yang cukup serius, impresi kami secara keseluruhan untuk Disintegration cukup baik. Jika kamu tidak bisa menunggu sampai waktu peluncuran (entah kapan akan terjadi), kamu bisa melihatnya langsung dalam beta terbuka akhir pekan ini (lebih banyak informasi mengenai itu di sini). Menurut kami ini adalah sebuah game yang cukup menjanjikan dengan daya tarik yang cukup unik dan multiplayer yang bisa menjadi menarik, dan kami ingin bermain lebih banyak ketika game ini selesai karena settingannya benar-benar membuat kami senang dan tertarik.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait



Loading next content