Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Conan Chop Chop

Conan Chop Chop - Hands-On

Kami telah memainkan roguelike barbar ini di PC menjelang perilisannya di Early Access.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kami pertama kali melihat Conan Chop Chop dari Funcom dan Mighty Kingdom pada 1 April lalu. Oh, kami tertawa pada saat itu. Tetapi, banyak dari kami yang berpikir, "Ya, tetapi boleh juga nih dimainkan." Tampaknya orang-orang di Funcom juga memikirkan hal yang serupa dan lelucon April Fools itu akhirnya menjadi sebuah game yang pantas.

Kami pun telah memainkannya, dan ketika segalanya pas, ia bisa begitu menyenangkan. Pemain ditugaskan untuk menumpas Thoth Amon dengan mengalahkan berbagai dungeon. Tetapi tentu saja lebih mudah berbicara daripada berbuat. Sejak awal tingkat kesulitannya langsung tinggi, layaknya sebuah roguelike, yang membuat permainan awal menjadi melelahkan. Memang benar, itu adalah impresi awal kami atas game ini, seiring tawon raksasa menembak kami dengan proyektil penyengat, kami menyadari bahwa kami harus lebih taktis jika ingin pergi jauh.

Terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika bermain, mulai dari armor yang dipakai hingga denah level. Jika kamu tidak berhati-hati, kamu akan mati sebelum kamu bisa menyabet apapun. Dan ya, ketika kami memainkannya, kami sering sekali mati. Conan Chop Chop sulit, setidaknya ketika dimainkan sendiri. Ia jelas lebih mudah ketika dimainkan bersama, tetapi jika kamu sendirian, maka tantangannya sangat menyakitkan.

Conan Chop Chop

Ini sebenarnya adalah masalah umum dengan roguelike dan roguelite. Game terbaik di genre ini mampu menemukan titik temu antara tantangan, inovasi gameplay, dan konten. Conan Chop Chop belum berhasil menemukan titik itu, tetapi itu adalah sesuatu yang tentunya akan diseimbangkan lagi ketika developernya mendapatkan lebih banyak saran.

Satu hal yang sulit kami biasakan adalah gerakan dari karakternya. Karaktermu akan bergerak lebih lambat ketika membawa peralatan yang lebih berat atau meluncur di lantai ketika mereka menginjak genangan darah. Kami juga mempelajari gerakan dash dari satu karakter di desa awal, tempat di mana pemain hidup kembali. Akan tetapi, entah kenapa kami harus berbicara terus kepadanya untuk membuka skill yang sama. Untuk memperparah keadaan, gerakan ini tampaknya tidak bekerja dengan konsisten untuk kami. Ketika kami menekan tombol untuk dash, alih-alih melakukan itu kami malah diam dan terkena damage, yang tentu saja membuat frustrasi terutama di game yang menantang semacam ini (kemungkinan lain, ini adalah masalah controller kami, tetapi kami tak pernah mengalami masalah dengannya sebelum ini dan cukup baru).

Terdapat sejumlah efek yang harus dipertimbangkan, seperti penalti pergerakan yang telah disebut di atas dan berbagai tipe senjata, tetapi kita masih jauh dari variasi gameplay seperti The Binding of Isaac (mungkin ini kurang adil karena TBOI memiliki variasi gameplay terbaik). Kamu memiliki empat karakter yang bisa dipilih, masing-masing mulai dengan senjata berbeda, dan hal itu bisa secara signifikan meningkatkan damage, tapi di satu sisi bisa juga membuatmu lambat. Ketika mati, kami bisa membuka sebuah senjata baru atau bonus untuk digunakan di giliran berikutnya. Terdapat elemen pengelolaan inventaris, tetapi tidak dijelaskan dengan begitu baik.

Conan Chop ChopConan Chop Chop

Gaya visualnya unik dan kami menyukai desain kartunnya. Memang, visualnya yang menarik adalah salah satu hal yang membuat kami melirik game ini. Kami pun penasaran untuk melihat bagaimana mereka akan mengembangkan petualangan ini dengan musuh dan area baru. Untuk saat ini, kita terbatas untuk beberapa tempat, dan ketika kami bertualang ke bioma tertentu (salju dan gurun pasir tepatnya) kami langsung dibawa ke layar sebelumnya. Jadi sebagian besar di sini kami menghabiskan waktu berkeliling desa untuk mendapatkan peralatan dan bertarung melalui area pertama dari game, Darkwood Dungeon.

Secara umum, kami menyukai Conan Chop Chop. Seiring perjalanannya di Early Access, kami berharap akan ada lebih banyak variasi ditambahkan ke dalam game. Banyak developer yang lebih besar kini mencoba peruntungannya di dunia roguelike sehingga menghasilkan kompetisi yang ketat. Meski begitu, dengan latar Conan yang sudah terkenal, bagian sulitnya sudah selesai dan sudah banyak mata yang tertuju pada game ini. Kini tinggal menyusunnya dengan baik dan menemukan titik di mana tantangan dan kesenangan bertemu. Titik itu sudah hampir bertemu dan game ini bahkan belum keluar, jadi dengan sedikit umpan balik dan waktu, kami mengharapkan hal besar.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait



Loading next content