Skip to main content
Gamereactor Preview Close to the Sun
Preview

Close to the Sun - Impresi Hands-on

Kami mencoba petualangan terbaru dari Storm in a Teacup yang menarik dan menegangkan ini.
Fabrizia Malgieri Diperbarui 25 Juli 2018

Studio dari Italia, Storm in a Teacup telah membuktikan talenta mereka melalui Nero dan Lantern, dua game yang sangat berbeda dari segi atmosfer dan emosi narasinya. Walaupun mereka begitu berbeda, keduanya memiliki gaya metafora yang menggugah, sebuah gaya yang telah menjadi ciri khas dari studio asal Roma tersebut. Dalam hal Close to the Sun, studio ini bermaksud untuk membalikkan tren ini dan mencoba suatu hal yang baru, horor first-person. Pada ID@Xbox baru-baru ini di Microsoft House Milan, kami sempat mencoba game yang bermain-main dengan sejarah ini.

Di sebuah versi alternatif dari abad 19, Nikola Tesla masihlah seorang penemu legendaris. Namun, ia memiliki sifat yang lebih pemberontak dan nyentrik layaknya Tony Stark (seperti yang dikatakan oleh PR manager Eleonora Lucheroni). Ia hidup di sebuah kompleks ilmiah yang berlayar di perairan internasional. Kamu tidak ingin politisi dan moral mengganggu pekerjaanmu, kan? Di situlah seorang jurnalis muda bernama Rose - protagonis kita - datang setelah mendapatkan surat misterius dari saudara perempuannya, Ada. Di sinilah demo kami dimulai.

Sejak pertama kali kami menginjakkan kaki di kapal mewah milik Tesla ini, sulit rasanya untuk tidak merasa gelisah. Hal ini hadir berkat koridor-koridor seperti labirin, aula-aula besar dengan gaya art deco, kapal besar ini pun benar-benar ditinggalkan. Bersama dengan Rose, kami mulai menjelajah beberapa ruangan untuk memahami apa yang terjadi.

Dari segi estetika, semesta Close to the Sun yang klautrofobik sepertinya terinspirasi dari Rapture (BioShock), namun game ini benar-benar memiliki sesuatu yang orisinal di mana penjelajahan menjadi pondasi utama dari gameplay. Membuka-buka lemari dan membaca klip koran menjadi layaknya memburu harta dan membuat plotnya berkembang dengan baik. Hal ini - selain dari memperkaya game dari segi konten dan juga memberikan latar belakang cerita yang menarik dan solid - menunjukkan keseriusan developernya akan semua detail kecil. Termasuk riset historis yang membuat pengalaman ini menjadi lebih terasa realistis.

Walaupun begitu, penjelajahan tak hanya berguna untuk narasi belaka, ia juga menjadi mekanika gameplay yang penting jika kamu ingin membongkar puzzle yang akan kamu temukan di versi penuhnya nanti. Di sesi hands-on ini, kami hanya dapat memainkan bagian ini hanya sebentar karena demonya hanya fokus kepada introduksi saja, tapi hal tersebut terasa seperti pendekatan yang menarik. Elemen lain yang kami rasa menarik adalah benar-benar tiadanya senjata. Rose tidak bisa bertarung atau membela diri melawan berbagai macam musuh yang mengganggu investigasinya. Bergerak secara diam-diam sembari mencari petunjuk adalah satu-satunya jalan menuju kebebasan dari tempat yang penuh misteri ini.

Walaupun kami tidak begitu banyak horor, kami tetap tertarik dengan Close to the Sun. Meski kami hanya bermain sebentar saja, kami melihat beberapa potensi dalam petualangan first-person ini, terutama karena mengangkat seorang tokoh seperti Nikola Tesla. Untuk saat ini, kami belum tahu kapan studio dari Italia ini akan merilis gamenya, tapi kami diberitahu bahwa jangka waktunya adalah Q1 2019. Jadi, kamu tidak perlu menunggu terlalu lama untuk akhirnya bisa mengungkap misteri di kapal ini.

Profil lengkap 312 artikel diterbitkan
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.