Indonesia
Gamereactor
preview
Call of Duty: Mobile

Call of Duty: Mobile - Hands-On E3

Serial shooter ini tengah bersiap untuk terjun ke perangkat mobile, dan kami sempat mencobanya pada ajang E3.

HQ
HQ

Call of Duty sebenarnya bukanlah sebuah franchise yang memiliki hubungan kuat dengan platform mobile. Di dunia di mana FPS versi PC dianggap sebagai yang terbaik, Call of Duty tampil sebagai naungan bagi para gamer konsol, di mana dalam ajang esport, controller lebih disukai daripada mouse dan keyboard. Mungkin ini bisa diperdebatkan sebagai game shooter di konsol terbaik di antara yang terbaik, dan sekarang sedang bergerak menuju layar sentuh dengan game yang diberi nama gamblang, Call of Duty: Mobile.

Kami mendapatkan sesi percobaan langsung yang singkat dari game baru ini pada ajang E3 dua minggu lalu (dalam perangkat yang termasuk iPhone 7, Samsung S10+, dan smartphone Pixel 3 , dan bergantian memainkan semuanya), dan memang dalam banyak hal rasanya seperti sebuah game Call of Duty. Developer yang menanganinya menegaskan bahwa game ini mengambil fitur-fitur terbaik dari franchise Modern Warfare dan Black Ops dan membawanya ke platform mobile, maka tidak mengejutkan jika ada map-map seperti Nuketown dan Hijacked.

Ada satu hal yang harus kami perjelas, yaitu transisi dari konsol ke perangkat mobile tidaklah terlalu mulus, tetapi tidak lebih membingungkan dari perpindahan dari konsol ke perangkat mobile lainnya. Berpindah dari controller ke layar sentuh memang selalu sulit, dan game ini memiliki fitur yang sama dengan game-game CoD lainnya, yang artinya kamu menekan sebuah tombol untuk menembak, dan yang lainnya untuk mengarahkan bidikan (ADS), di mana pergerakan yang ditempatkan pada salah satu stik di layar, dan arah pandangmu diatur dengan menggeser layar.

Kami juga diberikan dua opsi berbeda dalam penembakannya. Yang pertama diperuntukkan bagi para pemula, di mana kamu menembak setiap ada orang dalam jangkauan tembak (sebenarnya kami merasa ini lebih susah karena kami tidak bisa menentukan jumlah tembakan atau waktu yang kami inginkan untuk menembak) atau dengan penembakan manual, bagi mereka yang lebih baik dalam kontrol. Kedua opsi tersebut diharapkan setidaknya bisa membuat perubahan itu tidak terlalu menakutkan bagi para pemula.

Call of Duty: MobileCall of Duty: Mobile

Ketika bermain, semuanya terasa tidak asing, dan itu adalah sebuah pertanda yang baik. Bermain di Nuketown dan Hijacked rasanya sama dengan apa yang kami ingat, sekali lagi dengan alur dan taktik yang sama menuju ke garis depan, dan karena game ini berjalan pada 60 FPS, ini jelas bukanlah sebuah port rendahan. Walaupun begitu, kami merasa kesulitan untuk menggunakan banyak kontrol di layar dalam satu waktu, terutama mengikuti scorestreak di bagian bawah dan elemen lainnya pada UI. Kami tidak bisa mengatakan bagaimana pengaruhnya dalam jangka panjang, tetapi bagi mereka yang baru datang dari konsol pasti akan mengalami periode penyesuaian.

Jika kamu menyukai multiplayer Call of Duty klasik, kamu akan senang mendengar bahwa mode-mode intinya semua ada di sana. Termasuk klan-klan sejak hari pertama, voice chat, sebuah sistem ping, kosmetik, dan peringkat, di mana semuanya adalah apa yang kita inginkan dari franchise yang lama. Sepertinya ada banyak hal yang bisa dicapai dan bisa membuatmu terus kembali, dan ini juga akan berlaku bagi persenjataan yang kamu miliki.

Dan mengenai battle royale yang pertama kali diperkenalkan dalam serial ini di Black Ops tahun 2018, kita juga bisa menantikannya, dan map yang akan kita tempati terdiri dari berbagai lokasi dari seluruh franchise, seperti Firing Range. Akan tetapi, di sini akan ada kelas-kelas yang berbeda, seperti Ninja dengan pengait grappling, dan yang lainnya dengan drone EMP, ada yang bisa mengeluarkan perlindungan dan seorang badut yang bisa mengeluarkan zombie.

Kamu bisa memainkannya secara solo, berpasangan, atau dalam sebuah kelompok, dan ada juga opsi di antara first-person dan third-person yang menarik, mengingat Call of Duty dikenal karena aksi FPS. Bisa dikatakan ini dilakukan untuk menyamakan dengan para pesaingnya seperti Fortnite dan PUBG, dan para pemain akan dihadapkan dengan pemain lain yang memilih opsi yang sama.

Kami dijanjikan lebih banyak "kejutan" dalam hal map untuk battle royale, karena kami tidak melihat banyak, dan ada juga fitur kemudahan lainnya seperti mengambil loot yang lebih baik ketika kamu melewatinya, yang artinya mengurangi kerepotan di layar. Kami juga melihat sebuah ikon yang kami yakin adalah untuk Zombie di layar menu, tetapi Activision tetap tidak membuka suara untuk mengkonfirmasi hal itu.

Mungkin bisa dikatakan bahwa Call of Duty: Mobile hanyalah Call of Duty dalam perangkat mobile, tetapi memang demikian, karena ia terasa memiliki gameplay mulus, mekanika, format, dan map-map yang sama yang telah kami mainkan sejak serial ini menjadi hits sepuluh tahun yang lalu. Tetapi kali ini lengkap dengan semua fitur yang bisa kamu harapan dalam sebuah game untuk perangkat mobile, dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Ini seperti sebuah perwujudan yang baik dari sebuah game shooter dalam perangkat mobile, tetapi mungkin tidak cukup bagi mereka yang tidak begitu suka mengontrol sebuah FPS yang begitu intens hanya dengan jari mereka saja.

HQ
Call of Duty: MobileCall of Duty: MobileCall of Duty: Mobile

Teks terkait

Call of Duty: MobileScore

Call of Duty: Mobile

REVIEW. Ditulis oleh Petter Hegevall

Raksasa first-person shooter ini telah memasuki mobile, dan ini adalah sebuah adapatasi gameplay yang setia dengan versi aslinya.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.