Skip to main content
Artikel

Game yang Patut Dinantikan dari E3 2018

Kami mengambil beberapa game paling menarik dari pagelaran tahun ini.
GR Staff Editorial Team 27 Juni 2018

Setiap tahun, E3 di Los Angeles selalu memberikan kita segudang game baru, apakah melalui trailer heboh, presentasi, atau sesi bermain di acara tersebut. Berhubung kami telah menyaksikan banyak game di acarar tersebut, ini adalah saat yang tepat untuk menyajikan beberapa game pilihan dan memberikan kamu sedikit cicipan. Apakah kamu fan VR atau ingin melihat seri ikonik hadir kembali, semua ada di sini.

Arca's Path (Dream Reality Interactive / Rebellion)

Rebellion hadir di E3 membawa sebuah headset PSVR untuk memamerkan Arca's Path. Game ini unik karena kamu tidak perlu controller untuk memainkannya. Kamu cukup menggunakan kepalamu untuk memandu sebuah bola melalui labirin. Pandanganmu akan mengontrol tanda di lantai yang akan diikuti oleh bola tersebut. Kecepatannya tergantung dari jarak tanda dengan bola.

Hasilnya adalah sebuah puzzle sederhana yang memukau, yang menuntutmu untuk melewati berbagai tantangan dengan cara yang unik. Game ini dihiasi dengan desain poligon yang penuh warna. Game ini dapat langsung dimainkan seketika kamu memakai headset VR, namun membutuhkan waktu untuk bisa menguasai belokan tajam, apalagi jika kamu adalah orang yang tak sabar untuk menyelesaikan permainan. Fan Super Monkey Ball, waspadalah.

Hyper Sports R (Konami)

Ingat Track & Field? Game tersebut dikenal sebagai Hyper Olympic di Jepang. Hyper Sports R ingin membawa disiplin yang sama di era modern ini melalui Nintendo Switch, platform yang sempurna mengingat kemampuannya dalam co-op lokal. Inilah mungkin sebabnya kami kegirangan ketika memainkannya di booth Konami.

Grafisnya tentu saja mendapatkan perbaruan sesuai teknologi terkini. Kini kami pun bertanding dengan karakter kartun. Jika kamu sempat memainkan game Olimpiade, pasti kamu tahu caranya. Game ini membutuhkan gabungan antara menekan tombol secara brutal untuk menambah kecepatan dan menekan tombol lain untuk melakukan aksi. Kami juga dijanjikan olahraga seperti voli pantai juga, tapi dari apa yang kami mainkan (termasuk di antaranya lempar lembing dan lari 100 meter) semuanya terasa menyenangkan, apalagi jika bersama teman.

Indivisible (Lab Zero Games / 505 Games)

Game hasil crowdfunding dari Lab Zero Games ini menampakkan diri di LA dan kami pun mencobanya. Game ini terinspirasi oleh beberapa game lainnya, termasuk Metroidvania. Ya, akan ada banyak 2D platforming, eksplorasi, dan kembali ke area sebelumnya untuk kamu melakukan progres melewati berbagai level, membuka skill, dan membuka area baru.

Apa yang menarik perhatian kami tentang game ini adalah gaya art yang diusungnya, terutama dari segi animasi yang digambar tangan. Ini mengingatkan kami akan Forgotten Anne, game dengan keindahan dan gaya art yang mirip. Game ini mengusung pertarungan turn-based yang menarik dengan progresi yang dalam, berbagai karakter, dan banyak tempat untuk dikunjungi. Game ini patut untuk dinantikan.

Adventure Time: Pirates of the Enchiridion (Climax Studios / Outright Games)

Para fan Adventure Time mungkin sudah tahu bahwa Finn dan Jake bakal kembali ke dunia gaming bersama Pirates of the Enchiridion. Ketika kami mencobanya, ternyata Land of Ooo sedang dilanda banjir dan kamilah yang harus mencari tahu apa yang terjadi dengan berlayar di lautan yang baru terbentuk itu.

Tentu, dalam petualangan kami bertemu dengan karakter-karakter ikonik seperti Ice King (yang bahkan diinterogasi oleh kami) dan humor-humor klasik yang kami tunggu-tunggu. Selain itu, terdapat pula pertarungan turn-based dengan progresi mirip RPG untuk melakukan upgrade karakter. Game ini penuh warna dan konyol, sesuai dengan ekspektasi kami tentang seri ini. Kami senang ketika mencobanya.

Mavericks: Proving Grounds (Automaton)

Bukan 2018 namanya kalau tidak menyebut "battle royale". Di sini Mavericks tidak cuma menyasar 100 pemain saja, tapi 400 hingga 1000 pemain yang bertarung langsung. Tentu angka ini akan membuatnya sangat berbeda dengan battle royale lainnya. Sayangnya, kami tak memiliki cukup orang untuk bermain game ini. Namun, dari apa yang kami sempat mainkan menunjukkan mekanik yang sangat mendetail seperti lingkungan yang dapat dihancurkan seperti Rainbow Six: Siege. Kamu juga dapat memengaruhi dunia di sekitarmu seperti rumput yang gepeng ketika diinjak.

Automaton Games sebagai developer berkata bahwa game ini tak hanya sekadar battle royale karena ada elemen sosial dari semacam MMO juga. Fokusnya sendiri sebenarnya ada pada detail yang dihasilkan oleh teknologi SpatialOS yang mereka gunakan, memungkinkan lebih banyak pemain dan gameplay yang lebih mendalam. Waktu akan menjawab apakah mereka dapat mengembangkan potensi penuh dari game ini. Dengan tahap beta yang akan hadir tahun ini, sepertinya jawabannya akan segara diketahui..

Ashen (Aurora44 / Annapurna Interactive)

Kita sudah mendengar tentang Ashen, game yang mirip Darksouls, beberapa waktu lalu. Ketika kami mencobanya di E3, nuansa dari Souls cukup terasa, dengan abu yang beterbangan layaknya di game Souls pertama. Secara gaya art lebih mirip Absolcer, dengan grafis bergaya kartun dan dunia penuh karakter tak berwajah. Di sini kamu harus bertarung melawan musuh-musuh yang menantang, menghindar dan berputar untuk tetap hidup.

Kami mencoba sepotong game ini dan ditemani oleh sebuah AI dan seorang developer yang membantu kami melawan bos. Ada banyak senjata yang bisa dipilih, apakah kamu menyukai kapak besar atau senjata seperti kombinasi pedang dan perisai. Memang banyak game mirip Souls di luar sana, tapi yang satu ini cukup menarik untuk disimak.

The Sinking City (Frogwares / Bigben Interactive)

The Sinking City merupakan salah satu game teraneh yang penah kami mainkan. Kamu akan dibawa ke kota ala Boston di era abad 20 yang banyak terkena bencana, dengan tema yang sangat terinspirasi dari Lovecraft. Game ini unik, di mana kamu akan bermain sebagai seorang detektif yang berusaha memecahkan berbagai misteri dan bertemu berbagai horor ala Lovecraft.

Dari segi visual, game ini masih terlihat agak kasar, tapi demo yang diperlihatkan memberikan gambaran metode investigasi yang ada di game, yang sama sekali tidak mudah. Kamu harus menggunakan perahu untuk menjelajahi kota serta harus terus mengingat catatan dan dialog untuk menjagamu tetap aman dan membongkar misteri. Sejauh ini, kami sangat penasaran dengan kasus-kasus yang ada.

My Friend Pedro (DeadToast Entertainment / Devolver Digital)

The Matrix dan Max Payne merupakan sedikit hal yang membuat tembak-tembakan slow-motion menjadi super keren. My Friend Pedro dari Devolver Digital pun mencoba untuk mengulangnya kembali. Game ini terinspirasi dari Equilibrium dan semacamnnya. Tapi ada suatu hal yang harus kamu tahu. Pedro adalah sebuah pisang dan ia akan menjadi pemandumu di perjalanan berdarah-darah ini.

Shooter 2D ini berisi aksi epik dan memungkinkan kamu untuk melempar barang-barang seperti panci lalu menembaknya agar peluru terpantul dan mengenai lawanmu. Sangat berdarah-darah dan menggugah imajinasi yang berlebihan. Hal ini membuatnya jadi sangat lucu dan cocok dengan Devolver Digital, terutama dengan pembawaannya yang sederhana. Berikan kami lebih banyak Pedro dan peluru!

Serious Sam 4 (Croteam / Devolver Digital)

Kami juga mencoba langsung demo dari Serious Sam 4 dan seri brutal ini hadir dengan penuh gaya. Demo yang kami mainkan hanya menyajikan satu level dengan ukuran 80x80 mil (lebih besar dari seluruh Skyrim). Pada developer pun benar-benar menekankan skala yang besar itu, yang memungkinkan adanya 100.000 musuh pada layar dalam satu waktu... setidaknya itulah yang mereka janjikan.

Kami menjelajahi dunia yang memiliki berbagai variasi kendaraan, dengan satu yang paling menarik yaitu traktor panen. Ada pula side quest, segudang musuh yang dapat dihajar, semuanya diracik dalam bentuk visual yang apik. Kami harus menunggu lebih lama untuk melihat apakah mereka bisa membuat dunia ini terus menarik dan besar. Untuk sekarang, game ini terkesan sangat brutal,dan kami suka akan hal itu.

Sable (Shedworks)

"Ini adalah game open-world, tapi tidak seperti yang kamu pikirkan," ujar developer Sable. Sable adalah game open-world dengan penjelajahan bervisual unik dan penekanan pada narasi. Jangan harap ada pertarungan atau penanda misi di peta seperti game serupa lainnya. Ini adalah game di mana kamu memandang kaki langit, melihat sesuatu yang menarik atau menonjol, melompat ke hoverbike dan menyelidiki hal tersebut. Kamu berbicara kepada para NPC dan mempelajari mister di negeri sunyi tersebut. Sebuah premis yang apik dan memiliki sedikit aura Breath of the Wild.

Apa yang menjadi perhatian kami adalah visual cantik dari game ini yang seakan berbicara kepada kami tentang gameplay dan misterinya.

GTFO (10 Chambers Collective)
Dóri Halldórsson dari GRTV menikmati shooter co-op ini di PC dan tantangan yang dihadirkannya. GTFO kreasi 10 Chamber Collective yang tersembunyi di Concourse Hall LA Convention Center yang tidak seksi ini adalah game co-op yang tak kenal ampun di mana setiap peluru sangat penting. Idenya cukup sederhana, kamu dikirim ke sebuah lubang sedalam ratusan meter untuk mengambil sebuah benda. Menemukan benda tersebut tergantung padamu. Ada elemen prosedural di setiap susunan peta, penempatan musuh, dan lokasi item. Kamu juga tidak diberikan tanda di peta, tapi harus menggunakan tanda-tanda yang ada di sana. Amunisi terbatas dan menghindari deteksi sangatlah penting atau kamu bakal terjebak oleh makhluk-makhluk yang ada di sana.

Game ini dikembangkan oleh sebuah tim kecil yang terdiri dari developer veteran (dari Overkill, tim yang membuat seri Payday) dan menyajikan pemanfaatan yang impresif dari engine Unity sejauh ini. Kami keluar dengan perasaan terpana. Walaupun kami bermain dengan tiga developer, kami tetap kalah. Itulah pengalaman yang kau bisa harap dapatkan dari GTFO. Tantangan adalah sebuah keniscayaan.

Phantom Doctrine (CreativeForge Games / Good Shepherd Entertainment)

Dari kreator Hard West, hadirlah game strategi rogue bernama Phantom Doctrine yang berlatar era Perang Dingin. Premis dasarnya adalah kamu akan berperan sebagai agen CIA, KGB, atau Mossad dan bertugas untuk mengungkap konspirasi. Kamu harus mendirikan instansimu sendiri karena ternyata tak ada orang yang dapat dipercaya. Perang Dingin adalah latar yang sayangnya jarang digarap di video game dan Phantom Doctrine menawarkan pengalaman ala Xcom yang memungkinkan kamu memutuskan seberapa dalam strategi yang dijalankan. Sebuah misi dapat dijalankan dengan lebih mudah dengan mengumpulkan intel dan mungkin menaruh beberapa agen dalam misi penyamaran. Mungkin kamu bisa mengendap-endap dan menjemput target dengan cepat tanpa terdeteksi. Mungkin kamu bisa menggunakan penembak jitu dan umpan. Atau mungkin kamu sedang terburu-buru dan mengambil risiko dengan nyawa agenmu sebagai taruhannya. Atau mungkin lebih parah lagi, mereka tertangkap, diintergoasi, dan dicuci otak.

Kedalaman strategi di sini sangat mengesankan dan kamu benar-benar tidak tahu siapa yang bisa dipercaya dan kapan mengaktifkan agen tidur yang telah dicuci otaknya di kamp musuh.

Shadows: Awakening (Games Farm / Kalypso Media)

Satu genre yang sangat jarang muncul di E3 tahun ini adalah RPG tradisional. Tentu ada Cyberpunk 2077, Assassin's Creed Odyssey, dan Kingdom Hearts III. Tapi jika biasanya kami kesulitan untuk menuliskan lima RPG terbaik di acara tersebut, kali ini bahkan kami kesulitan untuk memberikan lima game yang dapat dimainkan. Satu RPG menarik yang belum kita lihat sebelum acara ini adalah Shadows: Awakening dari Kalypso Media. Game ini memberimu peran sebagai seorang iblis yang terperangkap di dunia lain. Dengan memakan jiwa-jiwa yang tersesat di dunia, ia mendapatkan akses ke dunia kita. Dengan itu, kamu dapat membangun kelompok yang berisi orang-orang mati, masing-masing memiliki ceritanya sendiri (beberapa ada yang baru mati, ada pula yang sudah tak bernyawa selama ratusan tahun). Berganti-ganti dunia akan memberikan keuntungan di pertarungan, begitu juga bantuan untuk memecahkan berbagai puzzle karena waktu berjalan lebih lambat di dunia iblis.

Kami hanya melihat game ini secara singkat dan sulit untuk mengatakan apakah game ini akan tetap mengasyikkan sepanjang permainannya, tapi ada beberapa hal yang menjanjikan dan membuat kami penasaran.

Editorial Team Articles published under the Gamereactor byline are the work of the site's editorial team, covering news, releases and the wider industry across Gamereactor's European editions.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak 1998 · 581 artikel diterbitkan
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.