Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
artikel
Fortnite

Fortnite: Chapter 2 Season 1 - Impresi

Kami menjajal berbagai perubahan besar dari game populer milik Epic ini, dan ia tetap membuat kami terkesan.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Ketika Fortnite tersedot ke dalam lubang hitam pada akhir pekan lalu, media sosial langsung heboh. PlayStation Network dan Epic Games Store memiliki masalah teknis karena banyaknya orang yang mencoba melihat apa yang terjadi, dan Epic cukup memainkan aksi publisitas mereka dengan sempurna, menarik perhatian para streamer dan pemain hingga Chapter 2 tiba-tiba mendarat kemarin; sebuah update yang banyak menghadirkan perubahan.

Kami tidak akan menyebutkan daftar perubahannya satu per satu, seperti yang kamu bisa temukan di sini. Namun, setelah memainkan Chapter 2 - yang diulang kembali dari Season 1 - kami terkesan dengan apa yang telah kami lihat. Sementara season sebelumnya menjadi saksi atas Epic yang terus berinovasi, Chapter 2 ini semacam menghapus kembali papan tulis hingga bersih.

Yang kami maksudkan adalah bahwa petanya telah digantikan oleh sesuatu yang baru, meskipun tidak begitu baru. Beberapa area seperti Retail Row kembali dalam bentuk yang baru, dan ada area baru lainnya seperti pantai dan kota bergaya Bavaria yang dilemparkan ke sana. Melihat gambaran besarnya, ia terlihat sangat mirip dengan apa yang ada sebelumnya, karena sebagian besar berwarna hijau, ada sebuah pulau di tengah, dan ada lokasi yang ditandai, tetapi ketika dilihat semakin dekat, kamu dapat melihat berbagai perubahan terjadi.

Fortnite

Sebagai permulaan, ia mendapatkan peningkatan visual yang besar. Semuanya terlihat jauh lebih halus dan terpoles sekarang, sampai ke karakter dan UI, dan Epic terus meningkatkan pengalaman di bagian ini. Jika kamu melihat kembali pada Season 1 yang sekarang disebut sebagai Chapter 1 (setidaknya begitu tebakan kami), mereka terasa berbeda satu sama lain, meskipun untuk beberapa alasan Fortnite baru ini terasa hampir radioaktif dalam kecerahannya.

Peta baru memadukan yang lama dan yang baru sedemikian rupa sehingga tidak terlalu mengejutkan bagi pemain - seperti Season 3: Meltdown di Apex Legends - artinya pemula dapat masuk dan menikmati dengan pengetahuan medan yang tak terlalu jauh dengan pemain lama (setidaknya untuk sekarang). Kamu juga harus mengungkap area peta dengan mengunjungi mereka dalam permainan. Area yang telah dikunjungi akan mendapatkan warna dan mengungkapkan lokasi dan landmark yang ada, mendorong kamu untuk mengunjungi banyak tempat.

Perlu juga dicatat bahwa kamu didorong untuk menjelajah demi Battle Medals, yang kamu peroleh dalam pertandingan untuk kegiatan mulai dari membunuh lawan hingga tetap hidup untuk waktu yang lama. Namun, kami cukup terganggu dengan suara keras yang muncul ketika kami mendapatkannya. Karena itu sedikit tidak membantu ketika kamu sedang berkonsentrasi mencoba mendengar langkah kaki.

Fortnite

Ada juga mekanik baru yang berperan, karena mereka yang suka bersembunyi di semak-semak sekarang dapat melakukannya di tumpukan jerami dan tempat sampah, meskipun ada risiko karena kamu akan membuat suara ketika memasuki benda-benda ini. Ada juga Bandage Bazooka untuk menyembuhkan rekan setim yang cedera, yang sebenarnya bisa kamu bawa juga jika kamu berada dalam situasi yang benar-benar rumit. Ini menurut kami bagus dalam meningkatkan pengalaman bermain.

Apa yang kami benar-benar kagumi adalah seberapa banyak Fortnite telah mengembangkan aspek sosial. Masuknya memancing dan emote kelompok terasa sedikit seperti Destiny bagi kami. Tetapi ini membuat lebih banyak hal konyol untuk dilakukan bersama ketika kamu tidak bertarung dengan pasukan lain. Tentu saja penekanannya masih pada pertempuran, tetapi fitur-fitur kecil lainnya adalah sentuhan yang bagus.

Sentuhan bagus lainnya adalah fokus baru pada air. Sebelumnya, kolam renang hanya setinggi ke pinggang kamu, sekarang kamu bisa berenang sesukamu di air, dan kamu bahkan bisa bergerak lebih cepat dengan melompat masuk dan keluar dari air seperti lumba-lumba (meskipun waspadalah, itu membuat kamu menjadi target yang jelas).

Bahkan ada perahu juga, dan ini membantu membuat permainan terasa lebih liar. Dalam satu pertandingan kami diserang oleh sebuah kapal dan roket meledak di mana-mana, dan pada pertandingan lain seseorang dengan gagah berani melarikan diri dari peluru kami menggunakan perahu. Dengan banyaknya sungai yang berpotongan di pulau, perahu membuka banyak pilihan, seperti halnya zipwire di tiang listrik.

Fortnite

Lalu ada pula sistem upgrade senjata. Di sini kamu dapat meningkatkan persenjataan di tempat-tempat tertentu di peta, menambahkan elemen baru ke pertempuran sehingga tidak tergantung pada senjata yang kamu dapatkan dari peti. Dengan semua peralatan yang ditambahkan ke permainan sejak diluncurkan, beberapa di antaranya telah disimpan, variasi yang ditawarkan saat ini sangatlah baik.

Ini masih sama dengan Fortnite yang kita kenal untuk sementara waktu, tetapi semua perubahan kecil ini - bersama dengan penyegaran besar-besaran pada peta dan peningkatan visual - membuat banyak hal sedikit lebih baik. Epic telah menggunakan peta tahun lalu sebagai template untuk mengembalikannya ke dasar. Ini adalah kanvas baru bagi Epic untuk menyoretkan ide-ide gila mereka lagi untuk beberapa season ke depan.

Dengan lebih banyak cara untuk mendapatkan loot dan XP, serta fokus yang berkelanjutan pada elemen sosial, kami akan mengatakan Fortnite berada di posisi terkuat yang pernah ada. Epic punya banyak penggemar yang terpana dengan aksi PR mereka, sebelum melemparkan mereka ke versi permainan baru yang apik yang tidak terlalu mengintimidasi pemain baru, juga tidak membosankan bagi para veteran. Kami menduga akan memakan banyak waktu sebelum ide Fortnite mulai habis...

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait

Fortnite: Battle RoyaleScore

Fortnite: Battle Royale

REVIEW. Ditulis oleh Petter Hegevall

Dengan munculnya game Battle Royale milik Epic yang satu ini di mobile, tiba waktu untuk memberikannya skor.



Loading next content