Remaster, remake, dan rilis ulang bukan hal aneh. Apakah karena adanya konsol baru yang memberikan kesempatan bagi sebuah game untuk bersinar kembali (Switch, ehem) atau utnuk mendukung adanya sekuel yang akan hadir. Inilah beberapa pembuatan ulang game terbaik pada tahun ini.
4. Donkey Kong Country: Tropical Freeze / Retro Studios
Donkey Kong Country: Tropical Freeze kembali tahun ini melalui Nintendo Switch. Dengan ini, Nintendo telah membawa kembali game platformer terbaik di era Wii U dan memberikannya beberapa peningkatan. Perubahan yang paling terasa adalah hadirnya Funky Kong, yang membuat game yang tadinya cukup sulit ini lebih mudah dimainkan sehingga lebih aksesibel untuk seluruh keluarga.
Tropical Freeze tak hanya sebuah game yang enak untuk dilihat, tetapi ia juga merupakan sebuah pengalaman yang menantang. Dengan kegagalan Wii U, kami senang bahwa banyak game lama dari platform tersebut mendapatkan kesempatan kembali untuk unjuk gigi dengan kualitas yang lebih baik.
Satu lagi game klasik dari generasi lama yang mendapatkan peningkatan grafis adalah Shadow of the Colossus. Mahakarya SCE Japan dan Team Ico di zaman PlayStation 2 ini kembali di awal tahun. Bluepoint sekali lagi mendapatkan tugas untuk melakukan remaster dan mereka berhasil melakukannya dengan baik. Game ini hadir kembali dengan visual 4K yang menawan.
Kekuatan utama dari Shadow of the Colossus adalah dari skala permainannya (dan juga endingnya). Ketika kamu menemukan sang raksasa, kamu harus memanjat tubuh mereka dan menusukkan pedangmu ke titik-titik lemah mereka untuk membunuhnya. Ketika kamu tidak sedang bertarung dan sedang menjelajahi dunianya, kamu akan merasa kecil di tengah-tengah lingkungannya yang luas.

<newpage>
2. Diablo III / Blizzard
Action-RPG dari Blizzard ini merupakan salah game yang tak lekang dimakan waktu. Ia telah muncul di PC, hadir di konsol generasi terkini dan juga sebelumnya, dan tahun ini kembali lagi menjadi berita dengan kemunculannya di Nintendo Switch dengan Eternal Collection. Ini merupakan sebuah pembuktian dari kualitas game tersebut. Sama seperti Skyrim milik Bethesda, tampaknya Blizzard akan berhenti memasukkannya ke platform baru ketika orang-orang berhenti membelinya, atau mungkin ketika Diablo IV telah dirilis, kapanpun itu.
Diablo III: Eternal Collection mendarat di PS4 dan Xbox One tahun lalu, dan tahun ini mendarat di Switch. Dengan mempertimbangkan keterbatasan hardware dari konsol Nintendo tersebut, memang ia bukanlah game yang paling menawan dari segi grafis. Namun, meski layarnya sudah penuh dengan karakter-karakter dan musuh yang bergerombol, performanya masih terasa semulus mentega. Selain itu ada banyak hal yang bisa dijelajahi pemain.

1. Mark of the Ninja / Klei Entertainment
Mark of the Ninja merupakan remaster yang paling kami sambut dengan baik pada tahun ini, yang diremaster oleh Klei Entertainment untuk PS4, Switch, dan Xbox One Oktober lalu. Studio ini memoles kembali game ini sehingga bisa ditampilkan secara maksimal pada teknologi 4K. Meski grafisnya sangat renyah dan sedap dipandang, namun gameplay-nya lah yang paling bersinar. Kami kembali bersenang-senang dalam menjelajahi platform adventure bernuansa stealth ini.
Kekuatan utama dari Mark of the Ninja adalah dari lapisan gameplay yang satu per satu terkuak, membuka rangkaian cara bermain lain yang bisa kamu jelajahi. Hal ini membuat pemain dapat terbiasa terlebih dahulu dengan kontrol yang ada sebelum mendapatkan fitur atau gerakan baru.
Mark of the Ninja memberikan pemain semakin banyak kebebasan dalam mengekspresikan mereka melalui sebuah rangkaian lingkungan yang menantang penuh musuh. Banyaknya kemampuan yang kamu miliki memungkinkanmu untuk melewati tantangan dengan banyak cara, sesuai pilihanmu. Sepanjang game, kamu akan diberikan info yang kamu butuhkan berkat desain visual dan audionya, dan kohesi setingkat ini jarang bisa kita temukan di sebuah game. Jika kamu belum memainkan versi aslinya dan merupakan penggemar game stealth, maka ini merupakan sebuah game yang patut kamu pertimbangkan.
