Liquid Swords, studio asal Swedia yang mengembangkan game Samson, resmi ditutup. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh sang pendiri, Christofer Sundberg, yang mengungkapkan bahwa penutupan tetap terjadi meskipun performa game tersebut jauh lebih baik di PS5 dan Xbox Series X|S dibandingkan di platform PC. Game ini pertama kali meluncur di PC pada bulan April, disusul dengan perilisan versi konsol pada September lalu. Sayangnya, performa kuat di konsol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan studio dari kebangkrutan.
Laporan dari GameSpot dan Destructoid memperkuat konfirmasi Sundberg mengenai penutupan ini beserta rincian perbedaan performa antar platform. Berdasarkan laporan yang dikutip GameSpot, seluruh 27 karyawan terpaksa diberhentikan sebagai bagian dari proses kepailitan. Para pekerja juga dilaporkan tidak menerima gaji selama dua bulan, meski hak upah mereka nantinya akan ditanggung di bawah hukum ketenagakerjaan Swedia. Masalah finansial Liquid Swords sendiri sebenarnya sudah mulai terendus sebelum pengumuman resmi ini, seperti yang sempat dibahas dalam laporan mengenai kekhawatiran kebangkrutan studio sebelumnya.
Terkait masa depan Samson, Sundberg menyatakan bahwa tim saat ini sedang mendiskusikan berbagai cara untuk tetap memberikan dukungan setelah Liquid Swords berhenti beroperasi. Langkah selanjutnya bagi game ini sangat bergantung pada hasil diskusi tersebut. Sebelumnya, pihak studio telah memastikan bahwa Samson tetap hadir di PS5 dan Xbox Series X|S pada bulan September, sebagaimana dirinci dalam liputan mengenai rencana perilisan konsol mereka.