Liquid Swords, studio asal Swedia yang mengembangkan game Samson, dilaporkan telah dinyatakan bangkrut setelah para pengembangnya tidak menerima gaji selama beberapa bulan. Pemerintah setempat diperkirakan akan memberikan kompensasi kepada sekitar 30 karyawan studio tersebut, sementara perusahaan masih berharap bisa menemukan pembeli. Kabar ini dilaporkan oleh Videogames Chronicle dan media Swedia, Break It, serta dikonfirmasi oleh publikasi Jerman, PC Games.
Didirikan pada tahun 2020 oleh Christofer Sundberg—salah satu pendiri Avalanche Studios dan creative director seri Just Cause—Liquid Swords merilis karya debut mereka, game aksi open-world berjudul Samson, di Steam dan Epic Games Store pada bulan April, yang kemudian diikuti oleh versi konsol pada bulan September. Game ini mendapatkan respon yang beragam, di mana kritik sebagian besar tertuju pada masalah bug. Sebelumnya, Liquid Swords juga telah mengumumkan adanya PHK pada Februari 2025. Terlepas dari kendala tersebut, rencana konsol studio tetap berjalan dengan perilisan versi PlayStation 5 dan Xbox Series X/S pada bulan September lalu.
Sundberg sempat menanggapi kritik mengenai peluncuran game tersebut dengan menyatakan bahwa Liquid Swords "merilis game dengan kekurangan karena sejumlah alasan." Ia menambahkan bahwa studio akan "terus mendengarkan masukan dan meningkatkan kualitas game dengan dukungan para pemain." Namun, laporan kebangkrutan ini membuat masa depan studio dan Samson menjadi tidak pasti. Meski Liquid Swords berharap dapat menarik minat pembeli, hingga saat ini belum ada konfirmasi mengenai penjualan atau kelanjutan dukungan untuk game tersebut. Situasi ini menambah panjang daftar efisiensi di industri game, menyusul langkah serupa seperti PHK di Supermassive Games.