Zelensky mengunjungi Prancis untuk menyegel kesepakatan pertahanan udara dan pesawat tempur
Presiden Ukraina mencari dukungan militer jangka panjang di tengah serangan Rusia yang sedang berlangsung.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di Paris pada hari Senin untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Prancis untuk sistem pertahanan udara, pesawat tempur, dan rudal. Kunjungan itu terjadi ketika serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia telah meningkat, dan Moskow melaporkan kemajuan di tenggara Zaporizhzhia. Zelensky menggambarkan perjanjian itu sebagai bersejarah, yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan tempur jangka panjang Ukraina.
Diskusi diharapkan mencakup jet tempur Rafale buatan Dassault, baterai rudal SAMP/T baru, dan sistem anti-drone. Beberapa peralatan dapat berasal dari stok Prancis yang ada, sementara sebagian besar akan mendukung tujuan Ukraina untuk memperluas armada udaranya menjadi 250 pesawat, termasuk F-16 Amerika Serikat dan jet Gripen Swedia. Macron menekankan bahwa Prancis ingin menempatkan keahlian industri senjatanya untuk melayani pertahanan Ukraina.
Kunjungan itu juga melibatkan pertemuan dengan perusahaan drone Prancis dan Ukraina untuk mengeksplorasi kolaborasi dalam sistem tak berawak, menyoroti strategi yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pertahanan berteknologi tinggi Ukraina. Zelensky diperkirakan akan menandatangani surat niat dan kontrak Senin malam, meskipun rincian pembiayaan masih belum jelas.

