Eksekutif puncak Ubisoft telah mempertimbangkan kampanye "Stop Killing Games" yang sedang berlangsung, sebuah inisiatif yang menuntut agar pengembang game menerapkan mode offline untuk judul yang saat ini mengandalkan koneksi internet atau server aktif untuk berfungsi.
Kampanye ini telah melihat kesuksesan telak, mengumpulkan lebih dari satu juta tanda tangan, yang secara resmi memenuhi syarat sebagai Inisiatif Warga Eropa. Tuntutan intinya: game yang telah dibeli harus tetap dapat dimainkan bahkan setelah server ditutup.
Topik ini muncul selama rapat umum tahunan Ubisoft baru-baru ini, di mana seorang pemegang saham secara langsung menanyai Guillemot tentang penutupan kontroversial The Crew pada Maret tahun lalu, sebuah langkah yang secara efektif memicu seluruh gerakan.
Tanggapan Guillemot? Dia membela tindakan perusahaan sebagai masuk akal, dengan alasan bahwa semua game online menerima dukungan kuat sepanjang masa pakainya, tetapi pada akhirnya, semuanya harus berakhir. Kata-katanya yang tepat:
"Dukungan untuk semua pertandingan tidak bisa bertahan selamanya."
Dia juga menunjukkan bahwa Ubisoft memberi pemain pemberitahuan 30 hari sebelum mematikan layanan, yang menurutnya sejalan dengan norma-norma industri. Guillemot menekankan bahwa Ubisoft memandang game sebagai layanan, bukan produk permanen, dan menambahkan bahwa mereka sedang mengerjakan mode offline untuk The Crew 2 dan Motorfest.
Adapun inisiatif Stop Killing Games, beberapa politisi – termasuk Wakil Presiden Parlemen Eropa Nicolae Ștefănuță – telah menyuarakan dukungan mereka, dengan alasan bahwa "game itu milik pembeli, bukan perusahaan." Sementara itu, kelompok lobi Video Games Europe telah menyuarakan keprihatinan tentang meningkatnya biaya pengembangan dan potensi komplikasi hukum.
Bagaimana menurutmu? Haruskah game dianggap sebagai layanan, atau produk yang tahan lama setelah dibeli?
