Skip to main content
Gamereactor Berita
Berita

Y: The Last Man dibatalkan karena timing window yang kurang beruntung

Sebuah laporan menunjukkan bahwa basis pemirsa pertunjukkan tersebut bukanlah sebuah faktor penentu.
Ben Lyons Senior Editor 25 Oktober 2021

Walaupun serial tersebut pada saat ini masih mengudara, FX telah menghentikan season kedua Y: The Last Man. Pertunjukkan yang bersetting di sebuah dunia dimana mayoritas laki-laki telah musnah karena keadaan yang tak terduga, ini adalah sebuah adaptasi serial komik karya Brain K. Vaughan, yang mulai streaming di Hulu (dan Disney Plus bagi mereka yang berada di Eropa) di bulan September.

Pembatalan yang tiba-tiba tersebut memang membuatnya seolah-olah kurang sukses, membuat FX, perusahaan produksinya, menghentikan ide kelanjutan serial ini, akan tetapi, sebuah laporan baru dari The Hollywood Reporter, mengungkapkan bahwa pertunjukkan tersebut hanyalah korban pengaturan waktu.

Terungkap bahwa dikarenakan delay yang terus menerus yang berada di seputar pandemi dan serial tersebut yang harus mencari showrunner baru, pertunjukkan tersebut memulai produksi pada akhir Oktober 2020, dan bukan di akhir 2019 seperti yang telah direncanakan semula. Delay tersebut membuat FX mengharuskan FX membayar uang dengan jumlah lebih kepada para pemain dan kru sebagai bagian dari opsi untuk memastikan mereka akan masih bisa memainkan karakter-karakter dalam pertunjukkan, bertahun-tahun setelah mereka diharapkan untuk melakukannya, yang secara keseluruhan membuat FX mengeluarkan biaya lebih banyak untuk memproduksi serial tersebut - walaupun masih tetap di bawah anggaran $8.5 juta (sekitar Rp120,47 Milyar)juta per episodenya.

Perpanjangan-perpanjangan ini juga berakhir pada tanggal 15 Oktober, yang berarti FX harus memutuskan apakah akan memperpanjang sekali lagi para pemerannya untuk melihat sebagus apa pertunjukkan tersebut di streamer, atau untuk menghentikan serial tersebut, dimana FX memilih pilihan terakhir yang berarti bahwa perusahaan produksi tersebut tidak harus mengeluarkan ekstra $3 juta (sekitar Rp 42 Milyar) untuk sebuah pertunjukkan dengan biaya yang sudah tinggi.

Ada tulisan di dinding, Y: The Last Man belum sepenuhnya mati. FX tertarik untuk mencari rumah baru untuk pertunjukkan ini, tetapi belum ada kabar apakah ada rumah produksi lain yang akan mengambilnya.

Senior Editor Ben was a Senior Editor at Gamereactor UK. When he wasn’t writing, editing or filming for Gamereactor, he could usually be found playing an FPS or getting lost in a sprawling RPG.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak October 2020 · 17,333 artikel diterbitkan
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.