SteamSpy pernah menjadi layanan populer untuk orang yang ingin melihat performa sebuah game di Steam. Ia membantu konsumen untuk menembus omong kosong developer yang mengklaim bahwa mereka berhasil sukses di pasaran, memungkinkan konsumen untuk mencari informasi riil dan membuat keputusan pembelian berdasarkan informasi. Contohnya, para fan jadi tahu bahwa game-game seperti Battleborn dan Lawbreakers ternyata tidak sesukses yang dikira.
Seperti yang pernah kami laporkan, Valve mengubah beberapa hal akibat dari GDPR. Semenjak itu, Steamspy tidak bekerja dengan maksimal dan tak ada yang dapat dilakukan karena ia adalah situs pihak ketiga. Kini Valve berkata bahwa mereka berencana untuk kembali pada layanan serupa yang lebih baik, walaupun kemungkinan tak dapat diakses konsumen reguler.
Pada acara developer bertajuk White Night in St. Peterseburg (Rusia), Jan-Peter Ewert dari Valve berkata bahwa perusahaannya sedang mengganti Steamspy dengan sesuatu yang "lebih akurat". Ia juga mengonfirmasi bahwa hal ini disebabkan "kurangnya ketaatan akan GDPR". Untuk sistem yang lama, Ewert mengatakan bahwa meskipun "ia cukup akurat untuk beberapa game, tidak demikian untuk yang lainnya."
Walaupun akan menyedihkan untuk menahan informasi dari publik, pria di balik Steamspy Sergey Galyonkin menyatakan di Twitter bahwa tak terlalu sulit untuk menjadi developer dan mendapatkan datanya.
"Well, lima puluh dolar dan kamu pun seorang developer :)," ujarnya.