Platform pembuatan konten 3D waktu-nyata, Unity, mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap perangkat, pipeline, teknologi, dan talenta ahli teknik Weta Digital. Transaksi tersebut akan membuka akses sistem-sistem milik Weta kepada jutaan kreator yang menggunakan platform Unity untuk membuat game, film, serial TV, dan banyak lagi.
Akuisisi tersebut disebut-sebut bernilai US$1,625 miliar (~Rp23.8 triliun), dengan transaksinya resmi selesai kemarin pada 1 Desember. Unity telah mencatat bahwa mereka takkan merelokasi satupun dari karyawan Weta Digital, dan akan tetap berkomitmen untuk mendukung mereka di tempat asalnya di Wellington, Selandia Baru.
"Kami dengan sangat gembira menyambut tim ahli teknik Weta Digital yang sangat berbakat ke dalam Unity dan untuk memulai perjalanan pemaduan dua teknologi besar," kata Marc Whitten, senior vice president dan general manager Create Solutions di Unity. "Dengan membawakan tim dan teknologi ini ke dalam Unity, kami dapat memungkinkan lebih banyak lagi pendongeng untuk mencapai potensi kreatif mereka dengan memberikan mereka akses ke berliannya berlian perangkat VFX, didukung oleh kekuatan 3D waktu-nyata."
Tim VFX Weta Digital akan tetap berdiri sendiri atas nama WetaFX, dengan sebagian besar perusahaan tersebut masih dimiliki oleh Peter Jackson sang sutradara film.