Pemilik 2K Games dan Rockstar, Take-Two Interactive, telah mengumumkan bahwa mereka telah melakukan pembicaraan untuk membeli raksasa gaming mobile, Zynga. Setelah sebelumnya membeli sejumlah saham Zynga, Take-Two telah memutuskan untuk juga membeli perusahaannya, dengan harga mencengangkan, $12.7 milyar (sekitar Rp 181,6 triliun).
Diumumkan dalam sebuah rilis pers, Take-Two telah memfasilitasi kesepakatan tersebut dengan membeli saham Zynga dengan kombinasi uang tunai dan juga saham Take-Two sendiri. Disebutkan bahwa saham Zynga dihargai senilai $9.86 (sekitar Rp 140,000), dan menimbang persyaratan untuk akuisisi ini, para pemegang saham Zynga akan mendapatkan $3.50 (sekitar Rp 50,000) dalam bentuk tunai dan saham Take-Two seharga $6.36 (sekitar Rp 90,000).
Berbicara mengenai akuisisi ini, Ketua dan CEO Take-Two, Strauss Zelnick, mengatakan, "Kami sangat senang mengumumkan transaksi transformasional kami dengan Zynga, yang secara signifikan mendiversifikasi bisnis kami dan memperkuat posisi kami dalam kepemimpinan mobile, segmen dengan pertumbuhan paling cepat dalam industri hiburan interaktif. kombinasi strategis ini memadukan franchise-franchise dan konsol kami yang terbaik di kelasnya dengan platform publishing pemimpin pasar yang luas yang memiliki sejarah inovasi dan kreasi yang kaya."
Untuk kesepakatan dengan skala ini, pada saat ini baru ada kesepakatan untuk mengakuisisi Zynga, arinya belum akan disepakati dan resmi sampai akhir kuartal pertama tahun fiskal Take-Two, yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022. Dengan asumsi bahwa kesepakatan pada saat itu telah terjadi, ini akan menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah gaming, mengalahkan Tencent ketika mengakuisisi Supercell dengan harga $8.6 milyar (sekitar Rp 122,9 triliun) dan Microsoft mengakuisisi ZeniMax Media dengan harga $7.5 milyar (sekitar Rp 107,2 triliun).