Badan rating seperti ESRB dan PEGI didesain untuk menawarkan panduan bagi game-game berdasarkan konten yang mereka miliki, tetapi sepertinya Sony telah mengembangkan aturan mereka sendiri, khususnya mengenai konten seksual, di mana perusahaan tersebut telah mengkonfirmasi langsung kepada Wall Street Journal.
Seorang juru bicara perempuan mengatakan kepada WSJ bahwa developer bisa "menawarkan konten dengan keseimbangan yang baik" dan tidak mengganggu "tumbuh kembang yang baik" dari para pemain muda dengan aturan-aturan tersebut, yang terpisah dari sistem rating yang lain.
Akan tetapi, artikel yang sama mengatakan bahwa perwakilan Sony yang tidak disebutkan namanya juga merasa khawatir tentang dampak dari konten seksual tertentu dari Jepang yang semakin berkembang dalam platform ini, dan karena itulah perlu menerapkan regulasinya. "Sony khawatir perusahaannya bisa menjadi sasaran aksi legal dan sosial," ujar seorang juru bicara, dan perusahaan itu juga menambahkan bahwa kebangkitan dari pergerakan #MeToo juga merupakan sebuah faktor dalam terciptanya aturan-aturan tersebut.
Baru saja bulan kemarin kita mengetahui bahwa Devil May Cry 5 memiliki sebuah sensor misterius di versi PS4 untuk menutupi beberapa bagian tubuh yang terbuka dalam sebuah adegannya, dan walaupun ia telah dihilangkan, mungkin itu adalah sebuah indikasi bahwa mindset baru ini sedang diterapkan.
Apakah menurutmu ini adalah sebuah langkah bagus dari Sony?

Terima kasih, Engadget.