Baru beberapa minggu berlalu semenjak pengumuman kembalinya game kontroversial Six Days in Fallujah dan rencana peluncurannya di tahun 2021. Tidak mengejutkan bahwa gamenya memicu kontroversi di komunitas gaming, setelah publisher game tersebut, Victura, memberikan pernyataan ke Polygon bahwa gamenya "tidak mencoba membuat kritik politik."
Kemarin, Victura menelan ludahnya dan mengeluarkan pernyataan yang berbunyi "kejadian-kejadian yang direka ulang di Six Days in Fallujah tidak terpisahkan dari politik".
"Kisah di Six Days di Fallujah diceritakan melalui gameplay dan rekaman dokumenter berisi serdadu aktif dan penduduk sipil dengan rentang pengalaman dan pendapat yang luas mengenai Perang Irak," papar tulisan tersebut, "segmen dokumenternya membahas banyak topik sulit, termasuk kejadian dan keputusan politik yang berujung pada pertempuran di Fallujah serta hasilnya." Pernyataan tersebut ditutup dengan perkataan "kami percaya Anda akan merasa gamenya kompleks -- sebagaimana kejadian-kejadian yang direka ulang di dalamnya".
Walau ini mungkin langkah yang tepat untuk gamenya, topik ini masih cukup sensitif, jadi kami akan terus memantau informasi selanjutnya sebelum tanggal peluncurannya tahun ini.
