Skip to main content
Gamereactor Berita League of Legends
Berita

Riot Games mendapat tuduhan akan seksisme

Kotaku menerbitkan sebuah artikel yang mengejutkan mengenai budaya perusahaan Riot Games.
Arya W. Wibowo 9 Agustus 2018

Dengan kesuksesan dari League of Legends, Riot Games tak hanya menghasilkan uang banyak, tetapi juga berkembang menjadi sebuah perusahaan besar yang memiliki 2.500 developer game dan staf administrasi. Sebuah artikel di Kotaku mengungkapkan beberapa hal yang mengejutkan dari budaya perusahaan itu, di mana perempuan pada khususnya, terkena dampak dari "bro culture" yang lebih mementingkan kehebatanmu dalam gaming daripada prestasi profesional.

Cerita ini mengungkapkan kasus-kasus seksisme yang cukup mengganggu, seperti gambar kemaluan pria yang dikirim kepada pegawai laki-laki dan perempuan, rantai email yang berisi pegawai perempuan mana yang ingin beberapa lelaki tiduri, dan berbagai kasus umum seksisme. Artikel Kotaku ini juga membahas pertanyaan-pertanyaan apa saja yang diberikan sewaktu wawancara pekerjaan dan bagaimana mereka menjelaskan ciri-ciri dan sifat dari para aplikan laki-laki dan perempuan.

Patut dicatat bahwa meski Kotaku telah mewawancarai 28 pegawai dan mantan pegawai dari Riot Games, ada pula yang tak setuju akan pendeskripsian perusahaan tersebut. Tapi yang pasti, ada beberapa isu yang harus dibereskan di sana dan sorotan mulai tertuju pada sang co-founder Mark Merrill.

Profil lengkap 1,439 artikel diterbitkan
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.