Alliance atau perserikatan antara Nissan, Renault, dan Mitsubishi Motors telah membagikan rencana mereka untuk membuat dan menyajikan 35 kendaraan listrik, dibagi antara ketiga merek otomotif tersebut, per tahun 2030. Target ini direncanakan pencapaiannya dengan menggelontorkan dana sebesar €23 miliar (~Rp369 triliun) terhadap pengembangan kendaraan listrik selama lima tahun ke depan.
"Hari ini Alliance mempercepat proses kami dengan memimpin revolusi pergerakan dan menyajikan nilai lebih kepada pelanggan kami, penggemar kami, pemangku kepentingan kami, dan semua pemangku kepentingan," ujar Jean-Dominique Senard, ketua dari Alliance tersebut. "Ketiga perusahaan anggota telah mendefinisikan rencana bersama menuju 2030, saling membagi investasi terhadap masa depan proyek elektrifikasi dan konektivitas. Ada investasi besar-besaran yang tidak bisa dilakukan ketiga perusahaan jika berdiri sendiri."
Juga disebutkan dalam siaran pers mereka bahwa Alliance menargetkan menjadi seluruhnya netral karbon per tahun 2050, serta mereka bekerja sama dengan para rekan mereka untuk membuat baterai lebih murah dan mudah didapatkan di dekade ini, dengan target peningkatan sebesar 50% per tahun 2026, dan peningkatan sebesar 65% per tahun 2028. Selain itu, Alliance juga tengah mengembangkan baterai model baru yang harapannya akan menghadirkan waktu pengisian daya yang jauh lebih cepat dan kepadatan energi lebih tinggi demi memungkinkan perjalanan yang lebih panjang. Sistem ini akan disebut teknologi all-solid-state battery technology (ASSB), dan ditargetkan akan bisa diproduksi masal per tahun 2028.
Terakhir, dituliskan juga bahwa Alliance menargetkan memiliki lebih dari 25 juta mobil terhubung ke sistem cloud mereka per tahun 2026, dan bahwa mereka berharap menjadi produsen massal pertama yang menghadirkan ekosistem Google ke mobil-mobil mereka.