Individu muda tersebut, Jack Sweeney, yang menciptakan sistem pelacak yang mengikuti dan menyebarkan lokasi pesawat jet pribadi milik Elon Musk tersebut menyatakan bahwa dia menginginkan $50,000 untuk mematikan pelacak tersebut dan menghapus akun Twitter yang menyebarkan informasi tersebut di berbagai platform media sosial.
Seperti dilaporkan Protocol, Sweeney telah dikenal karena sistemnya yang menggunakan data lalu lintas udara yang tersedia bagi publik untuk menemukan dan mengikuti jalur penerbangan beberapa jet pribadi selebriti dan figur-figur berpengaruh seperti Bill Gates, Jeff Bezos, dan tentu saja, Elon Musk. Data tersebut dikumpulkan dan kemudian dibagikan melalui sebuah bot Twitter ke salah satu dari banyak akun unik ElonJet, artinya orang bisa mengetahui dengan baik di mana individu-individu yang dilacak tersebut berada di setiap waktu.
Walaupun sistem tersebut menggunakan data publik, hal tersebut telah mengundang perhatian Musk, yang di musim gugur tahun lalu diungkapkan oleh Sweeney telah mengontak dirinya, dengan tujuan untuk membayar Sweeney untuk mematikan pelacak tersebut. Menurut Protocol, ini membuat Musk menawarkan $5,000 (sekitar Rp 71,7 juta), dimana Sweeney menanggapi dengan menyatakan bahwa dia menginginkan $50,000, karena dia telah "banyak bekerja untuk hal ini dan $5,000 tidaklah cukup."
Akan tetapi setelah keputusan tersebut, sepertinya sang milyader telah menarik semua maksud untuk bernegosiasi dengan Sweeney, dimana Musk menyatakan bahwa tidak "terasa benar membayar untuk mematikan ini," dan karenanya untuk merespon pelacak tersebut, sejak saat itu Musk telah meng-upgrade his pesawat jet miliknya supaya lebih sulit dilacak.