Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
berita
Rainbow Six: Siege

Rainbow Six: Siege menindak tegas pemain yang sengaja membuat crash game

FPS dari Ubisoft ini sempat dirundung masalah terkait pemain-pemain yang menyalahgunakan bug di sistem chat.

Rainbow Six: Siege baru-baru ini terjangkit wabah pemain nakal yang membuat game crash dengan menyalahgunakan masalah yang melanda sistem chat-nya. Meski game ini tidak asing dengan kelakuan toxic pemainnya, terutama di chat, situasi ini membuat Ubisoft bertindak tegas dengan memblok mereka yang melakukannya.

Crash ini bisa terjadi ketika pemain membanjiri chat dengan tanda baca atau simbol yang menyebabkan permainan pemain lain untuk lag dan bahkan crash, yang tentunya menimbulkan banyak masalah ketika bermain ranked. Namun, baru-baru Ubisoft telah memperbaikinya sembari menghukum para pembuat onar dengan memblokir mereka karena melanggar ketentuan dari game tersebut.

"Mulai besok, kami akan memulai sebuah gelombang pemblokiran, sesuai dengan Code of Conduct, atas penyalahgunakan celah."

Untuk jangka waktunya sendiri, belum ada jawaban resmi, meski disebutkan bahwa hal itu bisa bervariasi tergantung seberapa sering seorang pemain menyalahgunkakan sistem itu. Akan tetapi, persyaratan apakah seseorang dapat diblok atau tidak ternyata tidak seketat yang diduga.

Senior community developer Craig Robinson membicarakan tentang pemblokiran ini di Twitter, "Jika kamu melakukannya kurang dari sepuluh kali, kamu aman." Jadi jangan khawatir tentang 'secara tak sengaja' menyebabkan sedikit masalah. Tapi demi keamananmu dan kenyamanan pemain lain, sebaiknya sebisa mungkin tidak mencobanya sama sekali.

Bagaimana menurutmu dengan tindakan Ubisoft ini?

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Rainbow Six: Siege

Teks terkait

Loading next content