Prancis mengirim kapal induk ke Mediterania
Negara itu akan mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle.
Prancis akan mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle dan kelompok penyerangnya ke Mediterania saat konflik meningkat di Timur Tengah, Presiden Emmanuel Macron telah mengumumkan. Dengan Selat Hormuz ditutup dan Terusan Suez dan Laut Merah terancam, Macron menekankan perlunya melindungi kepentingan ekonomi Prancis dan memastikan kebebasan navigasi untuk perdagangan global.
Grup kapal induk termasuk fregat Prancis L'Amiral Ronarc'h, Alsace, Chevalier Paul, kapal minyak Jacques Chevallier, dan kapal perusak Italia Andrea Doria. Kelompok udara di dalamnya biasanya mencakup jet Rafale, E-2C Hawkeyes, dan helikopter. Aset pertahanan udara dan fregat tambahan akan dikirim ke Siprus menyusul serangan baru-baru ini di wilayah tersebut.
Macron menekankan membangun koalisi untuk mengumpulkan sumber daya militer untuk mengamankan rute maritim yang penting bagi ekonomi global. Pasukan Prancis, yang sudah aktif di Timur Tengah, telah mencegat drone untuk melindungi wilayah udara sekutu, sementara penempatan kembali kapal induk dari Baltik dan Atlantik Utara menggarisbawahi komitmen Prancis untuk menstabilkan wilayah tersebut di tengah meningkatnya gangguan minyak, gas, dan perdagangan.