Vampire: The Masquerade - Bloodlines 2 akan hadir tahun depan. Pada E3 2019, kami sempat berbicara dengan studio narrative designer Cara Ellison dan narrative lead Brian Mitsoda dalam sebuah wawancara tentang segala aspek yang ada di game, termasuk pilihan dialog yang tersedia untuk pemain.
"Kami pada dasarnya menocba untuk menambahkan sebanyak mungkin pilihan untuk pada dasarnya memastikan bahwa kamu bisa melakukan sebanyak hal mungkin dan memiliki sebanyak konsekuensi yang mungkin," jelas Ellison. "Kami memiliki opsi untuk menaikkan level, pemerasan, dan mengintimidasi orang untuk melakukan sesuatu untukmu. Kamu bisa menaikkan level dari kemampuan negosiasimu, yang artinay kamu bisa menggertak lebih cepat, kamu bisa menggoda untuk bisa melalui sebuah percakapan jika kamu mau, jika kamu sangat karismatik. Terkadang jika kamu kehilangan banyak kemanusiaan itu berarti kamu tinggal memiliki insting dasar dari vampire, yang berarti kamu hanya memulai perkelahian ke mana pun kamu pergi dan hanya menjadi sang monster."
"Jadi kami mencoba untuk membuat sebanyak mungkin konsekuensi terjadi untuk apapun yang kamu pilih di opsi dialog. Kami mencoba untuk membuatnya sangat organik dan realistis, jadi kamu tak begitu yakin apa hasil yang akan terjadi ketika kamu memilihnya, kamu hanya memilih apa yang kamu pikir terbaik pada saat itu lalu melihat hasilnya di depan matamu. Jadi ya, kami mencoba untuk melakukan itu sebanyak mungkin. Terdapat banyak ending untuk game ini, biasanya setiap permainan saya pikir akan menjadi berbeda."
Pilihan tak hanya meliputi percakapan saja, tetapi juga dalam perjalanan dan klan, seperti yang kami bicarakan selengkapnya pada video di bawah ini.
Apakah kamu menyukai dengan banyaknya pilihan dan konsekuensi dalam sebuah RPG?
