Liverpool FC telah mengeluarkan pernyataan mengenai insiden itu pada hari Senin, ketika sebuah mobil menabrak kerumunan selama perayaan gelar Liga Premier. Insiden itu tidak digambarkan sebagai terorisme. Pengemudi itu diyakini adalah seorang pria kulit putih Inggris berusia 53 tahun dari Liverpool, dan insiden itu diyakini terisolasi.
"Kami berhubungan langsung dengan Polisi Merseyside mengenai insiden di Water Street yang terjadi menjelang akhir parade trofi malam ini.
"Pikiran dan doa kami bersama mereka yang terkena dampak insiden serius ini. Kami akan terus menawarkan dukungan penuh kami kepada layanan darurat dan otoritas setempat yang menangani insiden ini," kata klub dalam sebuah pernyataan.
Selain pernyataan itu, Liverpool juga menunda serangkaian acara staf internal yang direncanakan untuk hari ini, lapor BBC. Klub mendorong staf untuk "berkumpul saat ini untuk saling mendukung" dalam email internal.
27 orang dibawa ke rumah sakit, dan dua terluka parah, termasuk seorang anak.