Telah diumumkan bahwa studio gaming mobile, Supercell telah mendapatkan peningkatan besar dalam pemasukan tahunan mereka dibandingkan dengan tahun 2020 dan 2021. Terlihat dalam sebuah postingan blog baru, perusahaan tersebut berhasil menghimpun pemasukan sebesar $2.24 miliar di tahun 2021, yang meningkat 45.3% dari tahun 2020 ($1.48 miliar /sekitar Rp 21,2 triliun). Mengenai berapa bagian darinya yang merupakan keuntungan sebelum pajak, total keuntungan bagi perusahaan adalah $852 juta (sekitar Rp 12,1 triliun), yang meningkat 80.3% dari angka $463 juta untuk tahun 2020 (sekitar Rp 6,6 triliun).
Perlu dicatat bahwa walaupun ini adalah sebuah lompatan yang cukup besar dalam performa finansial, tetapi tidak cukup untuk membuat Supercell sejajar dengan posisi mereka di pertengahan tahun 2020-an, dimana perusahaan tersebut meraup pemasukan sebesar lebih dari $2 miliar (sekitar Rp 28,26 triliun), dengan hampir $1 miliar (sekitar Rp 14,3 triliun) di antaranya adalah pendapatan sebelum pajak.
Di atas postingan blog ini, juga tertulis bahwa CEO Supercell Ilkka Paananen, yang menyatakan bahwa Clash of Clans, Hay Day, Boom Beach, Clash Royale, dan Brawl Stars, semuanya telah melampaui pencapaian lima miliar download, 250 juta pemain bulanan, dan pendapatan kasar masing-masing telah melampaui $1 miliar dalam masa hidupnya. Terlebih lagi, Clash of Clans dan Clash Royale keduanya telah melampaui pendapatan kotor lebih dari $10 miliar secara keseluruhan dalam masa hidupnya.
Dengan melihat kesuksesan ini, postingan blog tersebut membicarakan tentang apa yang akan datang berikutnya untuk studio ini, termasuk mempunyai beberapa game Clash baru yang sedang digarap, dan juga maksud untuk berinvestasi lebih pada "developer dengan pemikiran yang sama". Juga serupa, Supercell sedang membuka sebuah studio baru di Amerika Utara yang bertujuan untuk "membuat game-game yang mungkin tidak kamu sangka dari kami."