Capcom telah menjalani tahun yang baik sejauh ini, dengan Monster Hunter: World menjadi game paling laku yang pernah dibuat oleh perusahaan ini. Ia juga menjadi salah satu game best-seller di Jepang dan Amerika Serikat, bahkan sebelum versi PC-nya hadir. Lalu Resident Evil 2 Remake juga mendapatkan penghargaan Best Game of E3 2018 di Game Critics Awards, begitu juga dengan Mega Man 11 yang memuaskan para fan sejauh ini.
Tapi perusahaan Jepang ini mendapatkan musibah pada Selasa lalu, ketika analis Merrill Lynch memotong target harga saham Capcom dari 2.800 yen (sekitar Rp360.000) menjadi 2.300 yen (sekitar Rp290 ribu). Para investor pun bereaksi dengan menjual saham mereka. Harga saham pun menurun hampir 11,3% di jam-jam berikutnya, menurun menjadi 2.426 yen di awal Kamis. Untungnya bagi perusahaan tersebut, harga jual sahamnya menjadi datar pada hari Rabu.
Analis Merrill Lynch mengatakan bahwa ada sebuah "risiko penurunan penjualan yang signifikan" bagi Monster Hunter: World. Capcom bukanlah satu-satunya perusahaan game Jepang yang menderita di Tokyo Stock Market, karena Nintendo kehilangan enam poin setelah Nintendo Direct E3 dan terus menurun sepanjang Juni.
Menurutmu apakah prediksi ini akan terjadi?