Sebuah NFT (non-fungible token atau token yang tidak dipertukarkan) dari SMS yang pertama kali dikirim di dunia baru saja terjual di sebuah pelelangan yang diselenggarakan oleh Aguttes Auction House di Perancis seharga €100.000 (sekitar Rp1,6 miliar). Penjualan tersebut adalah bagian dari kampanye amal penggalangan dana untuk Badan Pengungsi PBB. Aset digital tersebut digadang-gadang sebagai replika terperinci dari SMS pertama tersebut, dan karena baranganya merupakan NFT, dapat diperdagangkan di blockchain.
Sebagai bagian dari penjualan tersebut, pendiri dari Aguttes Auction House, Maximilian Aguttes, menyebutkan bahwa dia "gembira dapat mendukung penjualan bagian penting dari sejarah ini" dan bahwa NFT tersebut melambangkan "bukti bersejarah proses manusia dan teknologi".
SMS yang dimaksud tersebut dikirim oleh Neil Papworth, ahli teknik berusia 22 tahun dari Britania, pada tanggal 21 Desember 1992. Penerimanya adalah Richard Jarvis dari Vodafone yang menerima pesan berbunyi, "Merry Christmas" ("Selamat Hari Natal").
"Kami bangga bisa menyatukan inovasi teknologi penting dari masa lalu kita dengan teknologi terkini dari masa sekarang, demi membantu orang-orang yang sangat membutuhkan dukungan," ujar CEO Inggris Vodafone, Ahmed Essam.
Lihat pendaftaran NFT tersebut di sini.