Skip to main content
Gamereactor Berita Fable Legends
Berita

Microsoft: Lionhead merupakan "salah satu kesalahan terbesar yang menjadi pelajaran"

Tim ini akhirnya ditutup akibat beberapa kegagalan fatal.
Jonas Mäki Editor Sweden 13 Desember 2021

Sumber: IGN

Lionhead dikenal berkat seri Black & White dan menjadi studio besar setelah perilisan Fable, membawa keduanya menjadi populer dan sang kreator Peter Molyneux dipromosikan sebagai European creative director dari Microsoft Game Studios. Namun saat Kinect diluncurkan, Lionhead ditugaskan untuk membuat game Kinect, Fable: The Journey, yang gagal total.

Setelah itu, mereka mencoba membuat game multiplayer asimetrik Fable Legends yang tidak berhasil dirilis hingga akhirnya studio ditutup, dilihat sebagai keputusan terburuk dari Microsoft. Dan sepertinya Microsoft merasakan hal yang sama. Dalam seri dokumenter Xbox 20th Anniversary Power On, Shannon Loftis dari tim Xbox menjelaskan tanpa bertele-tele:

"Salah satu langkah salah yang menjadi pelajaran bagi kami adalah Lionhead. Kami telah meluncurkan Fable 1 yang sangat berhasil. Banyak yang menginginkan lebih, maka kami membeli Lionhead. Masa yang sangat baik. Namun setelah Fable 2, hadirlah Kinect dan perkawinan Fable-Kinect tidaklah berhasil. Lalu Fable: The Journey yang merupakan proyek dari hati bagi banyak orang, namun sangat menyimpang dari pilar yang membuat Fable 1 dan 2 begitu populer. "

Bos Xbox lainnya, Sarah Bond mengatakan bahwa Microsoft telah mencoba belajar dari dibatalkannya Lionhead:

"Kami membeli Lionhead lada 2006, dan menutupnya pada 2016. Beberapa tahun setelahnya kami bercermin kembali akan pengalaman tersebut. Apa yang kami dalatkan, dan bagaimana agar kami tidak mengulangi kesalahan yang sama"

Untungnya, sesuatu yang baik sepertinya akan muncul. Sebuah game Fable yang baru telah memulai tahap pengembangan oleh Playground Games bersama beberapa mantan developer Lionhead. Bos Xbox sendiri, Phil Spencer mengatakan bahwa inilah pelajaran yang mereka dapatkan dari kisah sedih tersebut:

"Kamu mendapatkan sebuah studio yang ahli dalam bidangnya, dan menjadi tugasmu untuk membantu mereka meningkatkan hal tersebut, bukan sebaliknya."

Singkatnya, Microsoft sadar bahwa mereka tidak menangani hal tersebut dengan baik, dan berharap semuanya berakhir berbeda. Atau sebagaimana Loftis menyebutkannya:

"Saya harap Lionhead masih sebagai studio yang layak."

Editor Sweden Jonas Mäki has written for Gamereactor since 2002, becoming an editor in 2007. He covers the video game industry across news, releases and the business side, with a particular interest in sales figures and where the industry is heading.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak 2007 · 8,852 artikel diterbitkan
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.