Indonesia
Gamereactor
berita
Destiny

Microsoft dan Sony sempat inginkan Destiny sebagai eksklusif mereka

Pada akhirnya Destiny jatuh ke pangkuan Activision.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Setelah membuat Halo: Reach, Bungie bukanlah developer pihak pertama Microsoft lagi, dan proyek pertama mereka sebagai developer independen adalah Destiny. Waktu itu, Activision menjadi penerbitnya, tetapi hal itu bisa sangat berbeda.

Pada acara online GamesBeat Summit 2021, eks komposer Bungie Martin O'Donnell (paling dikenal atas soundtrack Halo epik dari buatan Bungie) memiliki sejumlah fakta menarik untuk dibagikan. Ia mengatakan bahwa Microsoft dan Sony sempat menginginkan kesepakatan eksklusif untuk game tersebut, dan hal itu hampir terjadi dengan salah satu dari mereka.

Namun, pada akhirnya, mereka ingin memiliki IP Destiny, dan hal itu merupakan sesuatu yang tidak bisa dinegosiasikan. Itulah mengapa Activision pada akhirnya yang menerbitkan game itu, karena mereka tidak meminta hak cipta Destiny.

Destiny

Sumber: GameRant

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.