Tiga minggu dari sekarang, Masters of the Universe: Revelation akan meluncur di Netflix. Serial ini merupakan sekuel langsung dari kartun Masters of the Universe tahun '80-an, tapi tidak semuanya akan persis sama seperti yang kamu ingat.
Kali ini, serialnya akan lebih serius dan dewasa karena penggemarnya pun telah beranjak dewasa. Dalam sebuah wawancara dengan Gamespot, Kevin Smith selaku sutradara dan pembuat acara menyatakan "Saya hanya ingin melakukan sesuatu seperti yang Marvel telah lakukan bagi saya".
Dia juga menjelaskan tentang rapatnya dengan penggemar berat He-man sekaligus sutradara Netflix untuk acara orisinal, Ted Bieseli, yang berkata pada Kevin:
"Begini, akan ada godaan untuk mencela judul ini--untuk membuat bercandaan dengan mengejeknya. Tolong jangan lakukan itu. Tapi sikapi [kekayaan intelektual] ini seperti Shakespeare. Ada daftar karakter yang panjang nan kaya, sedalam pilihan karakter Marvel dan DC dan kita tidak mencela karakter-karakter tersebut. Saya tidak bilang karyanya tidak bisa lucu, tapi jangan mengejeknya."
Pernyataan ini menggugah dan menginspirasi Smith. Smith berkata bahwa ia bereaksi seperti ini:
"Perkataannya untuk menyikapinya seperti Shakespeare menjadi dasar dari hasil akhirnya, karena saya berpikir "Ya Tuhan, kita bisa menulis dialog berbunga-bunga [ala Shakespeare] untuk karakter-karakter ini. Saya tidak bisa menulis dialog seperti ini untuk Jay dan Silent Bob. Mereka tidak bisa mengucapkan hal-hal seperti ini". Bagi saya, hal itu bagai mimpi menjadi nyata--menulis dialog-dialog besar untuk superhero dan didengar. Saya pernah menulis dialog superhero untuk buku komik, tapi kamu biasanya tidak mendengarnya ditampilkan."
Sepertinya Masters of the Universe: Revelation memang akan menjadi mimpi indah yang menjadi nyata bagi penggemar He-Man, dan kami sangat menanti serial satu ini, dan tentu akan menulis ulasannya.
