Indonesia
berita
The Last of Us: Part II

Mantan pengembang Naughty Dog membahas budaya perusahaan

"Kesuksesan mereka sebagian besar karena uang Sony yang dapat membiayai proyek-proyek yang terlambat dan bukan hanya karena kemampuan semata."

Dewasa ini, praktik crunch (yaitu masa lembur intensif untuk mengembangkan game) telah menjadi fenomena yang kerap ditemui di industri gaming, terutama di studio game triple-A. Acap kali, situasi tersebut muncul karena studio ditekan untuk meluncurkan game di target waktu tertentu, yang membutuhkan para pegawai untuk bekerja dalam jangka waktu panjang sehingga kadang memberikan dampak negatif ke kesehatan mereka.

Studio besar yang menjadi sorotan terbaru adalah Naughty Dog, setelah penulis Kotaku Jason Schreier mempublikasikan sebuah laporan yang mengungkap bagaimana Naughty Dog menangani masalah internal yang berujung pada tertundanya The Last of Us: Part II. Setelah laporannya, animator Jonathan Cooper yang pernah bekerja untuk Naughty Dog dan seorang veteran di industri ini, menceritakan pengalaman pribadinya di dalam tim pengembang tersebut.

Melalui sejumlah tweet, Cooper menceritakan pada khalayak mengenai pengalamannya dan rekan-rekan kerjanya serta menyatakan bahwa, sayangnya, praktik crunch masih acap kali dilakukan di berbagai departemen Naughty Dog. Mantan pengembang Naughty Dog tersebut juga menulis mengenai rekan-rekan sejawatnya yang berakhir diopname di rumah sakit setelah jatuh kelelahan karena jam kerja yang tidak masuk akal.

"Alasan saya meninggalkan perusahaan adalah karena saya hanya mau bekerja dengan yang terbaik. Naughty Dog sudah tidak lagi patut menyandang gelar tersebut. Reputasi crunch mereka di LA sudah sangat buruk sehingga hampir mustahil bagi mereka untuk mengontrak animator game yang berpengalaman untuk menyelesaikan proyeknya. Sehingga kami berujung memperkerjakan banyak animator film. Tim yang lebih senior seharusnya dapat menyelesaikan TLOU2 setahun lebih cepat."

Cooper juga mengklaim bahwa saat ia "meninggalkan Naughty Dog di akhir tahun lalu mereka mengancam untuk menahan pembayaran terakhir saya sebelum saya menandatangani perjanjian tambahan yang menyatakan saya tidak akan menceritakan praktik pengembangan mereka. Mereka akhirnya menyerah saat saya meyakinkan mereka bahwa perjanjian semacam itu kemungkinan besar ilegal..."

Walau pernyataannya belum bisa diverifikasi, Cooper tidak menahan kritiknya mengenai mantan perusahaan tempatnya bekerja tersebut, bahkan menyatakan bahwasannya kesuksesan Naughty Dog bergantung pada pendanaan perusahaan induknya, dan bukan hanya karena kemampuan semata:

"Kesuksesan mereka sebagian besar karena uang Sony yang dapat membiayai proyek-proyek yang terlambat dan bukan hanya karena kemampuan semata."

The Last of Us: Part II direncanakan akan hadir di PlayStation 4 per tanggal 29 Mei mendatang.

The Last of Us: Part II

Teks terkait

The Last of Us: Part IIScore

The Last of Us: Part II

REVIEW. Ditulis oleh Eirik Hyldbakk Furu

Naughty Dog kembali ke dunia post-apocalyptic dengan brilian di setiap aspek yang ada dan memenuhi semua harapan kami.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.