Sebagaimana DC dan Marvel memiliki jagat film mereka sendiri, serial TV mendatang yang dibuat berdasarkan game Halo pun begitu. Kami sudah mengabarkannya sebelumnya, tapi dalam sebuah tulisan di Halo Waypoint, kini kita tahu lebih banyak tentang perbedaan serial TV-nya dengan game, dan mengapa mereka melakukannya seperti ini.
Frank O'Connor selaku produser eksekutif menyebutkan bahwa serial TV-nya dan game-nya akan hampir sama, tapi ada beberapa bagian yang akan berbeda dari urutan kejadian, karakter yang muncul (atau tidak) dan sebagainya. Perbedaan ini akan tetap logis dari sisi cerita serial TV-nya, namun sekaligus menghadirkan kejutan bagi penggemar serial aslinya.
Sedangkan alasan mengenai pembuatan jagat tersendiri adalah bahwasannya pengembangan game tidak selalu mudah diadaptasi menjadi film. O'Connor lanjut menjelaskan bahwa cerita canon serial game Halo akan terus berlanjut tanpa terganggu cerita TV-nya.
Serial Halo adalah seri blockbuster sepanjang sepuluh episode dengan anggaran $200 juta (~Rp2,8 triliun) dan hari Minggu kita akan menyaksikan trailer pertamanya yang dibintangi oleh Pablo Schreiber sebagai Master Chief. Episode pertamanya akan tayang di Paramount+ di musim semi.