Jade Raymond mendulang ketenaran sebagai seorang developer utama seri Assassin's Creed, tapi dia juga terlibat dalam pengembangan Splinter Cell: Blacklist dan Watch Dogs. Namun semenjak ia meninggalkan Ubisoft di tahun 2015 lalu, perjalanan karirnya penuh kerikil, karena ia bergabung ke EA untuk mengerjakan sejumlah game baru (termasuk Project Ragtag yang dibatalkan).
Tiga tahun kemudian, dia pindah ke Google sebagai salah satu nama paling tenar di tim Stadia, namun kembali beranjak setelah Google memutuskan menghentikan semua pengembangan judul first party bulan lalu. Jadi kini apa yang sedang dikerjakan Raymond?
Hari ini, Jade Raymond mengumumkan bahwa ia telah mendirikan sebuah studio baru di Montreal bernama Haven Entertainment Studios, dan tugas pertama mereka adalah mengembangkan IP baru untuk Sony. Dalam siaran pers, Raymond menyebutkan:
"Kami ingin menciptakan dunia tempat pemain kami bisa melepas penat, bersenang-senang, mengekspresikan diri mereka, dan mencari komunitas. Kami ingin menyalurkan semangat kami ke dalam sebuah proyek. Kami ingin membuat sesuatu yang menakjubkan untuk dimainkan orang-orang.
Karena kami percaya pada kemampuan game membawakan kebahagiaan ke dalam kehidupan orang. Dan Sony pun begitu. Komitmen mereka terhadap kualitas tidak tertandingi. Inilah mengapa saya teramat bahagia menerima sokongan dan dukungan mereka."
Tergantung skala proyek baru ini, waktu pengembangan yang dibutuhkan pun belum dapat kita perkirakan. Karena Raymond masih bekerja di Google hingga bulan lalu, semua informasi ini sangatlah baru. Cukup masuk akal untuk memperkirakan bahwa setidaknya butuh dua tahun hingga kita bisa melihat apa yang tengah direncanakan Haven Entertainment Studios.