Pemecatan tampaknya menjadi sesuatu yang sering kita dengar di industri ini dalam beberapa bulan terakhir. Baru saja kami melaporkan tentang ArenaNet yang melepaskan pegawai mereka, lalu kehebohan tentang Activision Blizzard yang merumahkan sekitar 800 orang beberapa minggu lalu. Kini kami punya satu lagi yang dapat dilaporkan, yaitu GOG yang harus melalui hal yang sama.
Platform game yang dimiliki oleh induk perusahaan CD Projekt Red, CD Projekt, sedang mengalami isu finansial, seperti yang dikatakan oleh mantan pegawainya kepada Kotaku.
"Melepaskan pegawai tak pernah mudah," seorang juru bicara GOG mengatakan di sebuah laporan. "Kami telah mengatur ulang tim-tim tertentu sejak Oktober 2018, berpengaruh pada penutupan belasan posisi pada minggu lalu. Di waktu yang sama, sejak proses ini berjalan kami telah menyambut hampir dua kali anggota tim baru, dan saat ini memiliki lowongan untuk 20 posisi."
Eks anggota staf lain mengklaim bahwa pemecatan ini memengaruhi 10% dari staf dan "Pendapatan GOG tak dapat mengikuti perkembangan itu, fakta bahwa kami sangat dekat dengan zona merah telah muncul dalam beberapa bulan terakhir, dan pergerakan pasar menuju pembagian pendapatan yang lebih tinggi telah, atau akan, memengaruhi orang-orang terbawah juga. Maksud saya, ini adalah situasi yang aneh, semuanya berubah menjadi begitu sulit dengan cepat. Kami berada dalam restrukturisasi umum, memindahkan beberapa tim, sudah pernah terjadi sebelumnya. Tapi pemecatan sebesar itu tak pernah terjadi sebelumnya."
Kami mengharapkan yang terbaik bagi mereka yang terkena dampak ini.